Beberapa saat setelah kejadian itu, Zulkarnaen (29) sopir yang berasal dari Bagan Siapi-api itu langsung diamankan polisi ke Mapoltabes Pekanbaru yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Pihak polisi sudah mulai meminta keterangan tentang kejadian yang menghebohkan warga Pekanbaru itu.
Kepada petugas kepolisian, Zulkarnaen membantah kalau dia dalam kondisi mabuk. Dia mengatakan dalam kondisi baik-baik saja, dan tidak sedang mengkonsumsi obat-obatan terlarang atau minuman keras. "Saya bersedia kalau urine saya dites," ungkapnya.
Waktu itu, menurutnya, dia sudah berusaha menghentikan mobil yang dikendarainya itu. Tapi kemungkinan dia salah menginjak pedal, yang dikira pedal rem, ternyata pedal gas. "Iya, saya rasanya sudah menginjak rem, eh yang terjadi mobil justru makin melaju.," ungkapnya kepada pihak kepolisian.
Zulkarnaen yang berasal dari Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokanhulu, Riau, ini mengatakan bersedia menganti semua kerugian yang terjadi akibat peristiwa ini. "Seluruh sepeda motor, mobil dan bangunan toko yang rusak akibat kena tabrak akan saya ganti keseluruhannya," ungkap dia dengan nada sangat prihatin.(Ad)
Tidak Dalam Kondisi Mabuk dan Siap Tes Urine
Kiki
Jumat, 13 April 2007 - 08:40:39 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Dugaan banyak saksi mata di lokasi kejadian tabrakan beruntun yang melibatkan 4 mobil dan 16 sepeda motor di persimpangan Jalan Samratulangi dan Jalan Ahmad Yani, bahwa sopir mobil Toyota Fortuna itu dalam kondisi mabuk, dibantah keras oleh sopir itu sendiri.
Pilihan Redaksi
IndexVerifikasi Barcode Atlet Porwanas XV Dimulai Agustus 2026
Rahasia UMKM Seroja Kampar Tingkatkan Omzet Jamur Tiram Lewat Pelatihan PHR
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Hukrim
Pedoman Baru Mahkamah Agung: Buru Pidana Pajak, Kerugian Negara Bisa Ditagih ke Ahli Waris
Sabtu, 09 Mei 2026 - 13:58:00 Wib Hukrim