PEKANBARU (RiauInfo) - Kabar tentang amukan gajah di Riau tampaknya tidak pernah habis-habisnya. Kali ini sedikitnya 15 ekor gajah liar bikin ulah lagi di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
Akibat ulah yang tak bersahabat yang diperlihatkan hewan raksasa itu, puluhan rumah di desa tersebut rubuh ditubruknya. Tidak itu saja, salah seorang warga di Desa Gondai tewas setelah diinjak-injak hewan itu.
Pemangku Adat Desa Segati Langgam, Nazaruddin kepada wartawan mengatakan saat ini warga desa tersebut dicekam ketakutan. Mereka khawatir jika belasan gajah liar tersebut terus melakukan pengrusakan di pemukiman mereka.
Menurut dia, gajah-gajah tersebut sudah lama berkeliaran dan merusak pemukiman warga. Bahkan sekitar 100 hektar kebun sawit warga, 70 hektar kebun karet dan 20 hektar kebun pisang serta tanaman padi amblas diinjak-injaknya.
"Kalau dihitung-hitung kerugian yang dialami masyarakat kami, rasanya tidak akan terhitung. Mungkin jumlahnya bisa mencapai miliar rupiah," ungkap Nazaruddin lagi.
Menurut dia, dalam rapat warga Langgam yang dilakukan baru-baru ini telah disepakati bahwa desa tersebut menolak dijadikan kawasan konservasi gajah Tesson Nilo. "Sebab kami selalu jadi korban amukan gajah," ujarnya.
Makanya, menurut dia, masyarakat merasa tidak tahan lagi kalau terus menerus berhadapan dengan gajah. Mereka takut mata pencarian mereka sebagai petani dirusak oleh gajah, disamping keselamatan juga terus terancam.(Ad)Seorang Warga Langgam Tewas dan Puluhan Rumah Rusak
Kiki
Jumat, 20 April 2007 - 08:12:42 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Kabar tentang amukan gajah di Riau tampaknya tidak pernah habis-habisnya. Kali ini sedikitnya 15 ekor gajah liar bikin ulah lagi di Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
Akibat ulah yang tak bersahabat yang diperlihatkan hewan raksasa itu, puluhan rumah di desa tersebut rubuh ditubruknya. Tidak itu saja, salah seorang warga di Desa Gondai tewas setelah diinjak-injak hewan itu.
Pemangku Adat Desa Segati Langgam, Nazaruddin kepada wartawan mengatakan saat ini warga desa tersebut dicekam ketakutan. Mereka khawatir jika belasan gajah liar tersebut terus melakukan pengrusakan di pemukiman mereka.
Menurut dia, gajah-gajah tersebut sudah lama berkeliaran dan merusak pemukiman warga. Bahkan sekitar 100 hektar kebun sawit warga, 70 hektar kebun karet dan 20 hektar kebun pisang serta tanaman padi amblas diinjak-injaknya.
"Kalau dihitung-hitung kerugian yang dialami masyarakat kami, rasanya tidak akan terhitung. Mungkin jumlahnya bisa mencapai miliar rupiah," ungkap Nazaruddin lagi.
Menurut dia, dalam rapat warga Langgam yang dilakukan baru-baru ini telah disepakati bahwa desa tersebut menolak dijadikan kawasan konservasi gajah Tesson Nilo. "Sebab kami selalu jadi korban amukan gajah," ujarnya.
Makanya, menurut dia, masyarakat merasa tidak tahan lagi kalau terus menerus berhadapan dengan gajah. Mereka takut mata pencarian mereka sebagai petani dirusak oleh gajah, disamping keselamatan juga terus terancam.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexKonflik Petani Kelapa Inhil Berlarut 9 Tahun, DPR Desak Pemerintah Bertindak
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan 3T
INA: Energi Jadi Kunci Investasi Data Center AI di Indonesia
Pemerintah Alihkan 60 Persen Kendali Whoosh, Utang Jadi Sorotan
Kabut Asap Riau Adalah Kejahatan Lingkungan yang Terus Berulang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan