Makanya tidak heran jika jalan-jalan protokol di Pekanbaru juga mendapat "jatah" ceceran tanah dari truk-truk tersebut. Hal ini tidak hanya menimbulkan pemandangan yang jorok, tapi juga bisa mendatangkan debu jika cuaca sedang panas.
Fadlan (39) salah seorang warga Jalan Kampar mengaku sangat terganggu dengan adanya ceceran tanah itu. "Saya pernah terjatuh dari sepeda motor saat menabrak tanah timbun yang baru saja tercecer dari sebuah truk pengangkut tanah," ujarnya.
Anehnya pihak sopir truk tidak mau peduli, mereka tetap saja ngebut sambil mencecerkan tanah ke sepanjang jalan. "Kalau hal ini mendapatkan perhatian dari Pemko Pekanbaru, tentunya tidak akan ada lagi truk-truk mencecerkan tanahnya," ungkap dia.
Sementara itu Pengamat Perkotaan Mardianto Manan membenarkan sampai saat ini masih banyak truk pengangkut tanah timbun mencecerkan muatannya di sepanjang jalan. "Kondisi ini tentunya sangat merugikan para pengguna jalan lainnya," ujarnya.
Kerugian itu berupa debu yang dihasilkannya pada saat musim kemarau, bisa membuat iritasi mata pengendara lainnya. Sedangkan pada musim hujan ceceran tanah itu akan berubah menjadi lumpur yang dapat membuat jatuh pengendara lainnya.
Karena itu, menurut dia, Pemko Pekanbaru harus memperhatikan masalah ini. "Kalau perlu dibuat peraturan tentang masalah pengangkutan tanah timbun ini. Tapi ya peraturan itu harus benar-benar ditegakkan dan diawasi pelaksanaannya," jelasnya.(Ad)
Pemko Pekanbaru Terkesan Tutup Mata
Kiki
Selasa, 01 Mei 2007 - 07:57:41 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Masalah truk-truk pengangkut tanah timbun mencecerkan muatannya sepanjang jalan yang dilaluinya sampai saat ini masih terus berlangsung. Ironisnya perhatian pihak Pemko Pekanbaru terhadap masalah ini tidak ada.
Pilihan Redaksi
IndexKonflik Petani Kelapa Inhil Berlarut 9 Tahun, DPR Desak Pemerintah Bertindak
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan 3T
INA: Energi Jadi Kunci Investasi Data Center AI di Indonesia
Pemerintah Alihkan 60 Persen Kendali Whoosh, Utang Jadi Sorotan
Kabut Asap Riau Adalah Kejahatan Lingkungan yang Terus Berulang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan