PEKANBARU (RiauInfo) - Saat ini ada kesan penghijauan yang dilakukan di Pekanbaru tidak secara menyeluruh, tapi hanya terfokus di jalan-jalan protokol saja. Padahal seharusnya seluruh wilayah di Pekanbaru ditanami tanaman penghijau agar lebih asri.
Rubianto (42) salah seorang pemerhati lingkungan perkotaan kepada RiauInfo (4/5) mengatakan dalam masalah penghijauan ini sebaiknya Pemko Pekanbaru mencontoh komplek PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
Menurut dia, PT CPI telah berhasil menghijaukan seluruh kompleknya dengan pohon-pohon pelindung. "Lihat saja, mulai dari gedung perkantorannya, perumahan, sekolah-sekolah, sampai ke tempat parkirnya hijau dengan pohon pelindung," ujarnya.
Bahkan tidak itu saja, seluruh rumput yang tertanam dibawahnya ditata dan dirawat setiap hari, sehingga menciptakan pemandangan yang asri. "Kalau hal seperti itu diprakteknya di wilayah Pekanbaru tentunya kota ini akan menjadi asri," ujarnya.
Saat ini Pemko Pekanbaru justru menanam pohon pelindung terfokus di jalan-jalan protokol saja. Itupun tanaman pelindungnya ditanam di tengah-tengah jalan dua jalur.
Akibatnya fungsi tanaman pelindung untuk meneduh pejalan kaki jadi tidak ada, karena pejalan kaki berada di pinggir jalan. "Seandainya tanaman pelindung itu ditanam di pinggir jalan, barulah bisa berfungsi meneduhkan pejalan kaki," tambahnya.
Selain mencontoh PT CPI, dalam hal menanam pohon pelindung ini sebagainya Pemko Pekanbaru juga mencontoh Bandung. Menurut dia, di bandung sepanjang pinggir jalannya ditanami pohon, sehingga meneduhkan para pejalan kaki.
"Jadi kalau kita berjalan kaki di tengah hari di Bandung, terasa nyaman karena dilindungi oleh pohon-pohon yang ditanam di sepanjang pinggir jalan," ujarnya. Hal itu tentunya sangat baik diterapkan di Pekanbaru, apalagi kota ini dikenal gerah.(Ad)Sebaiknya Mencontoh Komplek PT CPI Rumbai
Kiki
Jumat, 04 Mei 2007 - 08:38:23 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Saat ini ada kesan penghijauan yang dilakukan di Pekanbaru tidak secara menyeluruh, tapi hanya terfokus di jalan-jalan protokol saja. Padahal seharusnya seluruh wilayah di Pekanbaru ditanami tanaman penghijau agar lebih asri.
Rubianto (42) salah seorang pemerhati lingkungan perkotaan kepada RiauInfo (4/5) mengatakan dalam masalah penghijauan ini sebaiknya Pemko Pekanbaru mencontoh komplek PT Chevron Pacific Indonesia (CPI).
Menurut dia, PT CPI telah berhasil menghijaukan seluruh kompleknya dengan pohon-pohon pelindung. "Lihat saja, mulai dari gedung perkantorannya, perumahan, sekolah-sekolah, sampai ke tempat parkirnya hijau dengan pohon pelindung," ujarnya.
Bahkan tidak itu saja, seluruh rumput yang tertanam dibawahnya ditata dan dirawat setiap hari, sehingga menciptakan pemandangan yang asri. "Kalau hal seperti itu diprakteknya di wilayah Pekanbaru tentunya kota ini akan menjadi asri," ujarnya.
Saat ini Pemko Pekanbaru justru menanam pohon pelindung terfokus di jalan-jalan protokol saja. Itupun tanaman pelindungnya ditanam di tengah-tengah jalan dua jalur.
Akibatnya fungsi tanaman pelindung untuk meneduh pejalan kaki jadi tidak ada, karena pejalan kaki berada di pinggir jalan. "Seandainya tanaman pelindung itu ditanam di pinggir jalan, barulah bisa berfungsi meneduhkan pejalan kaki," tambahnya.
Selain mencontoh PT CPI, dalam hal menanam pohon pelindung ini sebagainya Pemko Pekanbaru juga mencontoh Bandung. Menurut dia, di bandung sepanjang pinggir jalannya ditanami pohon, sehingga meneduhkan para pejalan kaki.
"Jadi kalau kita berjalan kaki di tengah hari di Bandung, terasa nyaman karena dilindungi oleh pohon-pohon yang ditanam di sepanjang pinggir jalan," ujarnya. Hal itu tentunya sangat baik diterapkan di Pekanbaru, apalagi kota ini dikenal gerah.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexKonflik Petani Kelapa Inhil Berlarut 9 Tahun, DPR Desak Pemerintah Bertindak
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan 3T
INA: Energi Jadi Kunci Investasi Data Center AI di Indonesia
Pemerintah Alihkan 60 Persen Kendali Whoosh, Utang Jadi Sorotan
Kabut Asap Riau Adalah Kejahatan Lingkungan yang Terus Berulang
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan