PEKANBARU (RiauInfo) - Setiap orang yang sedang berjalan di Jalan Merbau, tepatnya di depan Kantor Lurah Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, antara pukul 10.30 Wib hingga 13.00 Wib, pasti akan tergugah seleranya saat menghirup udara beraroma ikan panggang.
Soalnya tepat di depan kantor lurah itu memang ada tempat makan yang menyuguhkan ikan gurami pangang ala Minang. Pada jam-jam tersebut "kegiatan" pemangangan dengan tungku arang memang sedang berlangsung. Makanya tidak heran aromanya menyebar kemana-mana sehingga menggugah selera setiap rang yang lewat.
Ikan gurami panggang yang disajikan di tempat makan yang hanya berbentuk warung sederhana itu tidak hanya menang dalam hal aromanya saja, tapi juga rasanya. Kelezatannya sulit dicari tandingannya di rumah makan manapun di Pekanbaru.
Makanya tiak heran jika pas waktu makan siang, banyak orang datang ke tempat ini untuk makan siang sembari menikmati kelezatan ikan anggangnya. Bahkan tidak sedikit diantaranya membawa pulang agar bisa ikut dinikmati keluarga di rumah.
Rumah makan itu memang sangat sederhana, berdri di pinggir jalan dan hanya terdinding kayu dan beratap seng bekas. Ukurannya juga tidak terlalu besar hanya sekitar 4 x 6 meter, sehingga hanya mampu menumpung lebih kurang 10 orang saja.
Namun jika anda kepengen makan disini jangan cemas. Sebab di sebelah rumah makan itu telah didirikan tenda bagi pelanggan yang inin makan sambil menikmati lalu lalang kendaraan. Tenda tersebut juga dapat digunakan lebih kurang 10 orang saja.
Mbak Maya yang mengelola rumah makan itu mengatakan, tempatnya memang sangt sederhana, namun makanan yang disajikan tidak kalah lengkap dengan rumah makan yang lebih besar. "Dan yang penting rasanya lebih enak," ujarnya sambil berpromosi.
Dikatakannya, rumah makan ini tidak hanya menyediakan ikan gurami panggang saja, tapi juga menyediakan lauk pauk lainnya seperti ayam panggang, gulai ikan salai, rendang daging, glai ikan, dan banyak lainnya. Bahkan tidak jarang juga menyediakan goreng jengkol dan terung.
Dengan kelengkapan lauk pauk yang disajikan itu, menurut dia, makanya tidak heran kalau pengunjungnya semakin ramai. Bahkan karyawan di kantor lurah Kampung Bandar yang persis di depan rumah makan itu selalu makan siang di tempat ini.
Harga lauk pauk yang dijual di tempat ini juga tidak mahal. Untuk sepotong ikan gurami panggang dijual dengan harga Rp 10 ribu per ekor, dan ayam panggang Rp 6 ribu per ekor. "Harga itu sudah sebanding dengan rasanya yang lebih lezat," ungkap Mbak Maya lagi.(Ad)Ikan Panggang Mbak Maya di Kampung Bandar Menggugah Selera
Kiki
Rabu, 09 Mei 2007 - 09:19:15 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Setiap orang yang sedang berjalan di Jalan Merbau, tepatnya di depan Kantor Lurah Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, antara pukul 10.30 Wib hingga 13.00 Wib, pasti akan tergugah seleranya saat menghirup udara beraroma ikan panggang.
Soalnya tepat di depan kantor lurah itu memang ada tempat makan yang menyuguhkan ikan gurami pangang ala Minang. Pada jam-jam tersebut "kegiatan" pemangangan dengan tungku arang memang sedang berlangsung. Makanya tidak heran aromanya menyebar kemana-mana sehingga menggugah selera setiap rang yang lewat.
Ikan gurami panggang yang disajikan di tempat makan yang hanya berbentuk warung sederhana itu tidak hanya menang dalam hal aromanya saja, tapi juga rasanya. Kelezatannya sulit dicari tandingannya di rumah makan manapun di Pekanbaru.
Makanya tiak heran jika pas waktu makan siang, banyak orang datang ke tempat ini untuk makan siang sembari menikmati kelezatan ikan anggangnya. Bahkan tidak sedikit diantaranya membawa pulang agar bisa ikut dinikmati keluarga di rumah.
Rumah makan itu memang sangat sederhana, berdri di pinggir jalan dan hanya terdinding kayu dan beratap seng bekas. Ukurannya juga tidak terlalu besar hanya sekitar 4 x 6 meter, sehingga hanya mampu menumpung lebih kurang 10 orang saja.
Namun jika anda kepengen makan disini jangan cemas. Sebab di sebelah rumah makan itu telah didirikan tenda bagi pelanggan yang inin makan sambil menikmati lalu lalang kendaraan. Tenda tersebut juga dapat digunakan lebih kurang 10 orang saja.
Mbak Maya yang mengelola rumah makan itu mengatakan, tempatnya memang sangt sederhana, namun makanan yang disajikan tidak kalah lengkap dengan rumah makan yang lebih besar. "Dan yang penting rasanya lebih enak," ujarnya sambil berpromosi.
Dikatakannya, rumah makan ini tidak hanya menyediakan ikan gurami panggang saja, tapi juga menyediakan lauk pauk lainnya seperti ayam panggang, gulai ikan salai, rendang daging, glai ikan, dan banyak lainnya. Bahkan tidak jarang juga menyediakan goreng jengkol dan terung.
Dengan kelengkapan lauk pauk yang disajikan itu, menurut dia, makanya tidak heran kalau pengunjungnya semakin ramai. Bahkan karyawan di kantor lurah Kampung Bandar yang persis di depan rumah makan itu selalu makan siang di tempat ini.
Harga lauk pauk yang dijual di tempat ini juga tidak mahal. Untuk sepotong ikan gurami panggang dijual dengan harga Rp 10 ribu per ekor, dan ayam panggang Rp 6 ribu per ekor. "Harga itu sudah sebanding dengan rasanya yang lebih lezat," ungkap Mbak Maya lagi.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexKadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Jarwansyah: Lelaki Yang Mengurus Kehidupan Setelah Bencana
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Kadin Riau-Pegadaian Perkuat Sinergi, MoU Disiapkan di Rapimprov
Senin, 21 September 2026 - 10:11:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Penempatan Dana SAL Rp200 Triliun di Himbara Diperpanjang hingga Juli 2027
Ahad, 20 September 2026 - 15:00:34 Wib Ekonomi & Bisnis
APBN 2026 Tetap Kuat, Defisit Agustus Hanya 0,93% PDB
Ahad, 20 September 2026 - 14:44:35 Wib Ekonomi & Bisnis
Pertamina: 95 Persen SPBU Sudah Salurkan Biosolar B50
Ahad, 20 September 2026 - 10:36:25 Wib Ekonomi & Bisnis