BENGKALIS (RiauInfo) - Bersamaan dengan akan datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H/2007 M, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis melakukan temu ramah dan memberikan santunan kepada para muallaf. Pemberiaan santunan kepada 50 orang muallaf dari Kecamatan Bengkalis tersebut dilaksanakan di gedung GOW Jalan Jend A Yani Bengkalis, Senin (3/9) sore kemarin
Ditemui usai pemberian santunan, kepada para wartawan, Ketua GOW Bengkalis, Ny Hj Hera Triwahyuni Riza Pahlefi mengajak seluruh umat Islam di daerah ini untuk dapat membantu para muallaf, terutama yang ada di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Sebab, tambah isteri Ketua DPRD Bengkalis ini, sebagai Muslim baru, para muallaf itu membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga.
“Perpindahan agama bukanlah perkara sederhana. Peristiwa ini bukan hanya melibatkan sebuah pribadi tapi juga sanak keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, apapun yang bisa kita bantu, mari kita bantu. Terutama dukungan moral atau psikologis”, ajak Hera.
Secara harfiah, muallaf itu berarti lemah. Istilah itu lantas disandarkan pada mereka yang baru saja berhijrah ke dalam Islam. Maknanya pun sama. Muallaf adalah mereka yang masih lemah pemahaman Islamnya.
Oleh karenanya, katanya, muallaf perlu mendapatkan pembinaan dari Muslim lainnya sehingga akan semakin mantap keyakinan mereka terhadap Islam. Hal ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab semua umat Islam.
“Setiap umat Islam mempunyai kewajiban untuk membimbing muallaf. Jangan sampai mereka hanya diajarkan membaca dua kalimat syahadat saja, tetapi juga harus dibimbing untuk bisa melaksanakan kewajiban yang lain, seperti shalat, shaum (puasa), pergi haji (kalau dia dari golongan orang yang mampu), dan akhlak yang bersifat universal seperti harus jujur, sayang, dan lain-lain”, terang Hera, mengingatkan.
Pada bagian lain, Hera berharap, alangkah baiknya apabila di daerah ini terdapat lembaga khusus untuk pembinaan muallaf. “Keberadaan lembaga ini sangat penting agar pemahaman Islam yang sampai ke tangan muallaf, jangan sampai menjadi tidak utuh”, harap Hera.
Adapun bantuan yang diberikan GOW kepada para muallaf tersebut, berupa berbagai keperluan untuk melaksanaan ibadah. Seperti kain sarung, sajadah dan mukenah serta buku tuntutan sholat.
“Kita berharap, meskipun tidak seberapa, apa yang dibantu GOW ini dapat dimanfaatkan bagi mereka dalam rangka meningkatkan keislaman, keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT”, imbuh Hera.(Tony/rls)GOW Bengkalis Bantu 50 Orang Muallaf
Kiki
Senin, 03 September 2007 - 13:38:58 WIB
BENGKALIS (RiauInfo) - Bersamaan dengan akan datangnya bulan suci Ramadhan 1428 H/2007 M, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bengkalis melakukan temu ramah dan memberikan santunan kepada para muallaf. Pemberiaan santunan kepada 50 orang muallaf dari Kecamatan Bengkalis tersebut dilaksanakan di gedung GOW Jalan Jend A Yani Bengkalis, Senin (3/9) sore kemarin
Ditemui usai pemberian santunan, kepada para wartawan, Ketua GOW Bengkalis, Ny Hj Hera Triwahyuni Riza Pahlefi mengajak seluruh umat Islam di daerah ini untuk dapat membantu para muallaf, terutama yang ada di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.
Sebab, tambah isteri Ketua DPRD Bengkalis ini, sebagai Muslim baru, para muallaf itu membutuhkan teman, tempat berlindung, dan juga pembimbing. Orang-orang yang baru saja hijrah ke dalam Islam, membutuhkan teman yang dapat memberi dukungan moril dan perlindungan dari kecaman keluarga.
“Perpindahan agama bukanlah perkara sederhana. Peristiwa ini bukan hanya melibatkan sebuah pribadi tapi juga sanak keluarga dan lingkungan sekitar. Karena itu, apapun yang bisa kita bantu, mari kita bantu. Terutama dukungan moral atau psikologis”, ajak Hera.
Secara harfiah, muallaf itu berarti lemah. Istilah itu lantas disandarkan pada mereka yang baru saja berhijrah ke dalam Islam. Maknanya pun sama. Muallaf adalah mereka yang masih lemah pemahaman Islamnya.
Oleh karenanya, katanya, muallaf perlu mendapatkan pembinaan dari Muslim lainnya sehingga akan semakin mantap keyakinan mereka terhadap Islam. Hal ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab semua umat Islam.
“Setiap umat Islam mempunyai kewajiban untuk membimbing muallaf. Jangan sampai mereka hanya diajarkan membaca dua kalimat syahadat saja, tetapi juga harus dibimbing untuk bisa melaksanakan kewajiban yang lain, seperti shalat, shaum (puasa), pergi haji (kalau dia dari golongan orang yang mampu), dan akhlak yang bersifat universal seperti harus jujur, sayang, dan lain-lain”, terang Hera, mengingatkan.
Pada bagian lain, Hera berharap, alangkah baiknya apabila di daerah ini terdapat lembaga khusus untuk pembinaan muallaf. “Keberadaan lembaga ini sangat penting agar pemahaman Islam yang sampai ke tangan muallaf, jangan sampai menjadi tidak utuh”, harap Hera.
Adapun bantuan yang diberikan GOW kepada para muallaf tersebut, berupa berbagai keperluan untuk melaksanaan ibadah. Seperti kain sarung, sajadah dan mukenah serta buku tuntutan sholat.
“Kita berharap, meskipun tidak seberapa, apa yang dibantu GOW ini dapat dimanfaatkan bagi mereka dalam rangka meningkatkan keislaman, keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT”, imbuh Hera.(Tony/rls)Pilihan Redaksi
IndexPemerintah Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
SMSI Riau dan DJP Gelar Pelatihan Coretax, Tingkatkan Kemandirian Pelaporan Pajak
Digitalisasi UMKM dan Kesiapan Nyata
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Pemerintah Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
Sabtu, 07 Maret 2026 - 14:10:00 Wib Umum
Ustadz Abdul Somad Bakal Beri Tausiyah di Bukber PWI Riau, Raja Isyam: Momentum Perkuat Integritas
Jumat, 06 Maret 2026 - 21:18:32 Wib Umum
SMSI Riau dan DJP Gelar Pelatihan Coretax, Tingkatkan Kemandirian Pelaporan Pajak
Kamis, 05 Maret 2026 - 23:11:10 Wib Umum
Eskalasi Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
Ahad, 01 Maret 2026 - 19:15:00 Wib Umum