Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Riau Irlan Indracahyo, pada ekspos bulanan di Kantor BPS Pekanbaru, Senin (1/6/2009) ini mengatakan, harga komoditas pada subkelompok tanaman perkebunan rakyat yaitu komoditas kelapa sawit dan karet dengan andil sebesar 2,02 persen dan 2,40 persen merupakan pemicu utama kenaikan NTP.
Sedangkan andil komoditas yang menyebabkan penurunan indeks yang dibayar petani (Ib) tertinggi pada subsektor hortikultura antara lain turunnya harga komoditas di pasaran.
Sementara indeks harga beberapa kelompok mengalami peningkatan seperti kelompok sandang naik 1,99 persen, makanan jadi, rokok dan tembakau naik 1,18 persen, pendidikan, rekreasi dan olahraga naik 1,10 persen, dan kesehatan naik 0,79 persen.(Surya)
PERBANDINGAN APRIL DAN MARET... Nilai Tukar Petani Riau Naik 1,54 Persen
Kiki
Senin, 01 Juni 2009 - 14:00:26 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) – Nilai Tukar Petani (NTP) Riau kembali mengalami kenaikan per April 2009 mencapai 99,42 atau naik 1,54% dibanding dengan Maret 2009 yang hanya mencapai 97,92. Keadaan itu dipicu kenaikan indeks yang diterima petani naik sebesar 1,28 persen. Sedangkan indeks yang dibayar petani turun sebesar 0,25 persen.
Pilihan Redaksi
IndexPemerintah Resmi Larang Anak di Bawah 16 Tahun Gunakan Media Sosial
SMSI Riau dan DJP Gelar Pelatihan Coretax, Tingkatkan Kemandirian Pelaporan Pajak
Digitalisasi UMKM dan Kesiapan Nyata
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Gebrakan Teknologi, Indosat Hadirkan Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara pada MWC 2026
Senin, 02 Maret 2026 - 22:32:47 Wib Ekonomi & Bisnis
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-Al, Platform Al Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 - 22:23:34 Wib Ekonomi & Bisnis
Kenyamanan dan Fitur Keselamatan Jadi Magnet, Pengunjung IIMS 2026 Ramai-ramai Jajal The All New Kia Carens
Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:06:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan Digital, IM3 Luncurkan Fitur SATSPAM+ Berbasis AIvolusi5G
Jumat, 13 Februari 2026 - 13:48:40 Wib Ekonomi & Bisnis