Menurut Kepala Disperindag Pekanbaru Suraji, dalam sebulan belakangan terjadi gejolak spekulasi minyak tanah di tengah warga Pekanbaru. Gejolak ini dipicu oleh berlakunya program konversi minyak tanah ke gas.Puncak spekulasi terjadi akhir pekan Agustus memasuki awal September 2009. Sehingga banyak warga yang menyatakn keluhannya tidak mendapat minyak tanah akibat dari spekulasi tersebut.
"Olehkarenanya kita buat pos pengaduan bagi warga. Jika ada menemukan hal yang tidak smenmstinya, kita layani pengaduan tersebutm"ungkap Suraji.
Disperindag menghimbau agar masyarakat tidak melakukan spekulasi terhadap minyak tanah. Karena minyak tanah masih akan tetap ada selama program konversi belum terealisasi secara merata.
"Tahap awal ini baru 5 daerah Riau yang akan mendapatkan program konversi. Ini salah satu bukti bahwa program ini berjalan secara bertahap. Sehingga kebutuhan minyak tanah masih akan dipenuhi oleh pemerintah seoerti biasanya,"ungkap Kabid PDN Disperindag Riau Hamsani Rahman.(Surya)
Stop Spekulasi Minyak Tanah Dengan Pos Pengaduan
Kiki
Rabu, 02 September 2009 - 07:27:23 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Untuk mencegah spekulasi terhadap minyak tanah, Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) membuka pos pengaduan keluhan warga. Pos pengaduan ini akan berfungsi sebagai layanan agar tidak terjadi kekeliruan dalam penyaluran minyak tanah, khususnya di Kota Pekanbaru.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis