PEKANBARU (RiauInfo) - Tim Muhibah Seni Budaya Melayu Riau: Melayu Sejati Universitas Riau menyelenggarakan buka bersama di hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa, (8/9). Hadir dalam buka bersama tersebut, orang tua/wali dari ke-16 peserta tim muhibah.
Buka bersama tersebut bertujuan untuk mempererat silahturahim antara sesama tim dan antara tim dengan orang tua/wali tim itu sendiri. Selain menjelaskan komitmen keberlanjutan program Muhibah di lingkungan Unri. Serta beberapa arahan yang disampaikan oleh Ketua/Penanggungjawab Muhibah, Drs. Elmustian Rahman, MA, disela-sela sambutannya menjelang berbuka kemarin.
Arahan tersebut, yang berhubungan langsung dengan peserta tim dan orang tua/wali tim. Elmustian berharap kepada agar orang tua/wali berkenan memberikan dukungan terhadap kelancaran tim muhibah hingga pulang bahkan sampai ke depannya, untuk membangun kebudayaan di bumi Melayu Riau ini.
‘’Setelah Insyaallah Muhibah ini nantinya sukses, kita terus berharap dukungan orang tua/wali agar anak-anak kita ini diberikan kesempatan untuk berkreatifitas. Saat ini ada upaya pendirian Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di Universitas Riau.
Mudah-mudahan FIB ini bisa berdiri secepatnya, sehingga diharapkan anak-anak kita ini nanti akan menjadi pendukung pendidik demi menapak kebudayaan Melayu yang hampir ditinggalkan ini,’’ terangnya.
Buka bersama tersebut juga dihadiri budayawan Riau Al azhar. Dalam sambutannya, Al azhar mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya terhadap dunia Melayu hari ini. Kekecewaan dan kesedihan itu dikarenakan bangsa-bangsa Melayu sudah mulai meninggalkan kebudayaannya sendiri.
‘’Anak-anak singapura suatu ketika meminta saya untuk mengelilingi Kepulauan Riau. Dalam perjalanan itu, mereka sibuk memotret seekor ayam dan pohon pinang yang tidak lagi mereka temui dinegerinya,’’ ungkap Al azhar mengggambarkan kondisi budak-budak Melayu di tanahnya sendiri.
‘’Bukan masalah tingginya tingkat pengaruh virus H1N1 (flu babi), tetapi seberapa tinggi kerusakan budaya di masing-masing negara serumpun ini. Hari ini, Malaysia misalnya telah menjadikan diri mereka truly Asia atau Asia yang sebenar-benarnya. Budaya kacukan , tidak hanya budaya Melayu, tapi ada China, India, dll,’’ ungkapnya.
Jadi wajar, jika mereka dengan seenaknya mengambil, atau mengklaim hasil budaya orang lain, seperti tari Pendet milik Bali. Jika dikaji lagi itu jelas bukan budaya Melayu, tetapi mereka menganggap itu Asia. Dan mereka telah mengatakan Asia yang sebebenar-benarnya. Artinya Malaysia sudah take off dari Melayu. Singapura sudah lama meninggalkan Melayu. Melayu sudah dilenyapkan.
Thailand, Melayu yang ada disana sedang menghadapi masa transisi di negerinya sendiri. Mereka tidak dianggap sama dengan ras lainnya di negeri itu. Merasa asing dan berbeda dengan penduduk lainnya. Maka sering kita dengar adanya gerakan menentang pemerintah. Intinya Melayu sedang dizalimi.(ad/rls)Buka Puasa Bersama Tim Muhibah
Kiki
Rabu, 09 September 2009 - 09:15:07 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Tim Muhibah Seni Budaya Melayu Riau: Melayu Sejati Universitas Riau menyelenggarakan buka bersama di hotel Pangeran Pekanbaru, Selasa, (8/9). Hadir dalam buka bersama tersebut, orang tua/wali dari ke-16 peserta tim muhibah.
Buka bersama tersebut bertujuan untuk mempererat silahturahim antara sesama tim dan antara tim dengan orang tua/wali tim itu sendiri. Selain menjelaskan komitmen keberlanjutan program Muhibah di lingkungan Unri. Serta beberapa arahan yang disampaikan oleh Ketua/Penanggungjawab Muhibah, Drs. Elmustian Rahman, MA, disela-sela sambutannya menjelang berbuka kemarin.
Arahan tersebut, yang berhubungan langsung dengan peserta tim dan orang tua/wali tim. Elmustian berharap kepada agar orang tua/wali berkenan memberikan dukungan terhadap kelancaran tim muhibah hingga pulang bahkan sampai ke depannya, untuk membangun kebudayaan di bumi Melayu Riau ini.
‘’Setelah Insyaallah Muhibah ini nantinya sukses, kita terus berharap dukungan orang tua/wali agar anak-anak kita ini diberikan kesempatan untuk berkreatifitas. Saat ini ada upaya pendirian Fakultas Ilmu Budaya (FIB) di Universitas Riau.
Mudah-mudahan FIB ini bisa berdiri secepatnya, sehingga diharapkan anak-anak kita ini nanti akan menjadi pendukung pendidik demi menapak kebudayaan Melayu yang hampir ditinggalkan ini,’’ terangnya.
Buka bersama tersebut juga dihadiri budayawan Riau Al azhar. Dalam sambutannya, Al azhar mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya terhadap dunia Melayu hari ini. Kekecewaan dan kesedihan itu dikarenakan bangsa-bangsa Melayu sudah mulai meninggalkan kebudayaannya sendiri.
‘’Anak-anak singapura suatu ketika meminta saya untuk mengelilingi Kepulauan Riau. Dalam perjalanan itu, mereka sibuk memotret seekor ayam dan pohon pinang yang tidak lagi mereka temui dinegerinya,’’ ungkap Al azhar mengggambarkan kondisi budak-budak Melayu di tanahnya sendiri.
‘’Bukan masalah tingginya tingkat pengaruh virus H1N1 (flu babi), tetapi seberapa tinggi kerusakan budaya di masing-masing negara serumpun ini. Hari ini, Malaysia misalnya telah menjadikan diri mereka truly Asia atau Asia yang sebenar-benarnya. Budaya kacukan , tidak hanya budaya Melayu, tapi ada China, India, dll,’’ ungkapnya.
Jadi wajar, jika mereka dengan seenaknya mengambil, atau mengklaim hasil budaya orang lain, seperti tari Pendet milik Bali. Jika dikaji lagi itu jelas bukan budaya Melayu, tetapi mereka menganggap itu Asia. Dan mereka telah mengatakan Asia yang sebebenar-benarnya. Artinya Malaysia sudah take off dari Melayu. Singapura sudah lama meninggalkan Melayu. Melayu sudah dilenyapkan.
Thailand, Melayu yang ada disana sedang menghadapi masa transisi di negerinya sendiri. Mereka tidak dianggap sama dengan ras lainnya di negeri itu. Merasa asing dan berbeda dengan penduduk lainnya. Maka sering kita dengar adanya gerakan menentang pemerintah. Intinya Melayu sedang dizalimi.(ad/rls)Pilihan Redaksi
IndexPeran Vital Manajemen Keuangan dalam Mendorong Ekspansi dan Pertumbuhan Perusahaan
Retro Direvitalisasi: Estetika 90-an dan 2010-an pada Runway 2026
Investor Beralih ke Emas di Tengah Ketidakpastian Ekonomi
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
PWI Riau Gelar Buka Bersama Mitra, Perkuat Integritas Wartawan di Tengah Tantangan Industri Media
Selasa, 10 Maret 2026 - 23:46:00 Wib Umum
Akhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Senin, 09 Maret 2026 - 14:07:00 Wib Umum
Hadapi Tantangan Pemilu, Guru Besar STIK Ingatkan Media Waspada Misinformasi dan AI
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:32:24 Wib Umum
Ketua SMSI Riau Hadiri Rapimnas di Jakarta, Bahas Nasib Media Digital Pasca Pertemuan Prabowo-Trump
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:09:00 Wib Umum