"Pertamina sedang melakukan verifikasi data penerima tabung gas tersebut. Selain itu, persiapan SPBE (Stasiun Pengisian Baham Bakar Elpiji) sebagai penyuplai kebutuhan isi ulang elpiji juga menjadi pertimbangan bagi pihak pertamina,"ungkap Kepala bidang perdagangan dalam negeri Disperindag Riau, Hamsani Rahman.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, konsultan pendataan penerima tabung gas telah melakukan pendataan di lima daerah Riau. Diantaranya adalah Kota Pekanbaru, Kampar, Siak, Bengkalis dan Kota Dumai. Untuk tahap awal realisasi konversi ini, Pertamina sudah menyatakan siap dengan 221 ton elpiji dengan standar tabung 3 kg.
Disperindag Riau menilai kemungkinan penyaluran dilakukan tabung gas tersebut diutamakan pada tahap awal ini di Kota Pekanbaru dan Kota Dumai. Sedangkan daerah lain akan menyusul sesuai pemantapan data penerima dari Pertamina.(Surya)
Konversi Gas Kembali Terganjal Data
Kiki
Senin, 07 Desember 2009 - 07:13:29 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Penyaluran tabung gas program konversi minyak tanah kembali mengalami penundaan di Riau. Kendala utamanya masih terganjal akibat ferivikasi data penerima yang dilakukan oleh Pertamina. Sementara itu, Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Disperindag) sebagai pengawas penyaluran mengakui kegiatan verifikasi tersebut.
Pilihan Redaksi
IndexEkonomi Digital dan Ilusi Solusi bagi Korban PHK
Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Komitmen Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekor Penjualan Kuartal I 2026, Kia Bukukan Pertumbuhan Global 779.169 Unit
Senin, 20 April 2026 - 23:23:24 Wib Ekonomi & Bisnis
Desain Futuristik dan Fitur ADAS Jadi Alasan Konsumen Pilih Kia The All-New Carens untuk Mobilitas Keluarga
Kamis, 16 April 2026 - 11:07:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Mudahkan Produktivitas, Pelanggan IM3 dan Tri Kini Bisa Akses Google Gemini Melalui Paket Bundling
Rabu, 08 April 2026 - 21:19:13 Wib Ekonomi & Bisnis
Trafik Data Indosat Melonjak 20 Persen di Lebaran 2026, Teknologi AI Jamin Jaringan Tanpa Jeda
Rabu, 25 Maret 2026 - 20:33:00 Wib Ekonomi & Bisnis