Mereka menilai usaha mereka yang hanya parkir mobil di kawasan jalan Cut Nyak Dien itu tidak menganggu peraturan. Sehingga mereka tetap menggelar jualan koldingnya seperti biasa.
Selain itu, para pedagang kolding menyatakan, usaha yang mereka jalani tidak bisa dialihkan ke tempat lain yang relatif sepi pembeli. Sehingga mereka hanya bisa berharap kebijakan Pemko Pekanbaru menilai sisi baik usaha mereka sebagai salah satu ciri khas Kota Bertuah ini.
"Kita hanya parkir seperti kendaraan yang parkir disini setiap harinya. Kita pun buka hanya beberap jam hingga sore hari saja sejak sekitar pukul 10 atau jam 11 pagi hingga sore jelang magrib. Jadi kami sangat tertekan sekali jika ada larangan dari pihak satpol PP,"ungkap seorang pedagang kolding kepada RiauInfo.(Surya)
Kolding Cut Nyak Dien Harap Pengertian Pemko
Kiki
Rabu, 03 Februari 2010 - 15:14:39 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Pasca operasi satpol PP Pekanbaru, sejumlah pedagang kolak dingin (kolding) tetap bertahan berjualan di kawasan jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Rabu (3/02/10) ini. Para pedagang kolding yang menggunakan mobil sebagai 'toko' mereka itu mengaku tidak bisa menerima penggusuran para Satpol PP Pekanbaru Selasa kemarin.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau dan DJP Gelar Pelatihan Coretax, Tingkatkan Kemandirian Pelaporan Pajak
Digitalisasi UMKM dan Kesiapan Nyata
Kecerdasan Buatan (AI) di Indonesia: Peluang dan Tantangan
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Gebrakan Teknologi, Indosat Hadirkan Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara pada MWC 2026
Senin, 02 Maret 2026 - 22:32:47 Wib Ekonomi & Bisnis
Bangga! Indonesia Punya Sahabat-Al, Platform Al Berbasis Aplikasi yang Paling Ngerti, Paling Indonesia
Kamis, 26 Februari 2026 - 22:23:34 Wib Ekonomi & Bisnis
Kenyamanan dan Fitur Keselamatan Jadi Magnet, Pengunjung IIMS 2026 Ramai-ramai Jajal The All New Kia Carens
Sabtu, 14 Februari 2026 - 09:06:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Lindungi Pejuang Ramadan dari Penipuan Digital, IM3 Luncurkan Fitur SATSPAM+ Berbasis AIvolusi5G
Jumat, 13 Februari 2026 - 13:48:40 Wib Ekonomi & Bisnis