Namun demikian tim merekomendasikan RAPP menyampaikan verifikasinya setiap 6 bulan kepada pemerintah. Verifikasi ini dilakukan untuk memastikan apakah teknologi ekohidro yang digunakan RAPP untuk HTI seluas 55 ribu hektar itu bisa memperbaiki kualitas lingkungan gambut.TPI menilai RAPP berhasil menurunkan kebakaran hutan di areal kerjanya. Tapi terkendala dalam mencegah kebakaran hutan di luar areal kerja. Tim juga menilai asas manfaat bagi masyarakat, nilai ekonomis gambut, kualitas, karakteristik gambur, sosial budaya dan tata nilai masyarakat setempat.
Sementara itu Kepala Dinas Kehutanan Riau Zulkifli Yusu mengatakan tidak ingin mempolemikkan lagi pengelolaan Semenanjung Kampar itu. Mesti TPI sudah mengeluarkan rekomendasi pengelolaan lahan itu, namun semuanya akan dikembalikan kepada masyarakat apakah bisa diterima atau tidak.
Sedangkan Dirut PT RAPP Kusnan Rahmin kepada wartawan menyebutkan berjanji akan menindaklanjuti semua rekomendasi yang dihasilkan TPI. "Kami menyanggupi untuk mengimplementasikan semua rekomendasi dari TPI tersebut," ungkap dia lagi.(ad)
RAPP Akhirnya Direstui Kelola Semenanjung Kampar
Kiki
Jumat, 23 April 2010 - 03:51:36 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - PT Riau Pulp and Paper akhirnya direstui untuk terus mengelola Hutan Tanaman Industri (HTI) di lahan gambut Semenanjung Kampar. Ini setelah Tim Pakar Independen (TPI) yang dibentuk Kementrian Kehutanan RI menuntaskan penilaiannya terhadap pengelolaan HTI tersebut.
Pilihan Redaksi
IndexPWI Kepri Dilantik Ulang, Akhmad Munir Ingatkan “DNA Pejuang” di Era AI
Fikri Fardhian Pimpin Corporate Communication PHR, Kunjungi PWI Riau
Aza El Munadiyan: Regulasi Penyiaran Harus Beradaptasi dengan Era AI
Woro Indah Bongkar Tantangan Jurnalisme di Tengah Gempuran AI
AI Ubah Wajah Jurnalisme, Syahrul Aidi Dorong Regulasi Baru
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan