PWI Pelalawan Gelar Workshop Masa Depan Media di Era AI

Rabu, 02 September 2026 | 20:08:05 WIB
Workshop Jurnalistik “Masa Depan Media di Era Artificial Intelligence: Bertahan, Bertransformasi, dan Membangun Kemitraan yang Profesional dan Beretika”

PELALAWAN (RiauInfo) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pelalawan akan menggelar workshop bertema “Masa Depan Media di Era Artificial Intelligence: Bertahan, Bertransformasi, dan Membangun Kemitraan yang Profesional dan Beretika”, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Aula Lantai 2 Kantor Bappeda Pelalawan. Workshop ini menjadi ruang dialog bagi insan pers, pemerintah, dunia usaha, serta insan pendidikan untuk membahas tantangan sekaligus peluang industri media di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Workshop PWI Pelalawan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Astra Agro Lestari Tbk, PT RAPP, PT Musim Mas, PT EMP Bentu, dan Pertamina EP. Dukungan berbagai pihak tersebut diharapkan turut memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem media yang profesional dan berkelanjutan.

Sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Bupati Pelalawan dan Vice President of Corporate Communication Astra Agro Lestari, Mochammad Husni.

Bupati Pelalawan akan menyampaikan materi bertema “Masa Depan Media di Era Artificial Intelligence: Bertahan dan Bertransformasi di Tengah Menyusutnya Kerja Sama Pemerintah dan Swasta.”

Materi tersebut akan membahas perubahan ekosistem media yang berlangsung cukup cepat. Perubahan pola komunikasi publik, perkembangan teknologi digital, hingga kecenderungan menyusutnya ruang kerja sama antara media dengan pemerintah maupun sektor swasta menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi industri pers saat ini.

Sementara itu, Mochammad Husni akan memberikan perspektif dari dunia usaha. Ia akan membahas pentingnya membangun hubungan yang profesional antara perusahaan dan media di tengah perubahan lanskap komunikasi serta semakin berkembangnya teknologi digital.

Pada sesi kedua, workshop akan menghadirkan ahli pers Mario Abdillah Khair. Ia akan membawakan materi “Etika, Profesionalisme dan Aspek Hukum Pers: Membangun Hubungan yang Sehat antara Insan Pers dan Dunia Pendidikan.”

Sesi tersebut secara khusus ditujukan bagi guru dan kepala sekolah. Pembahasan akan mencakup batas-batas hubungan antara pers dan lembaga pendidikan, etika pemberitaan, hak dan kewajiban dalam menghadapi kerja jurnalistik, serta aspek hukum yang perlu dipahami wartawan maupun pihak sekolah.

Ketua PWI Pelalawan, Samsul Bahri, mengatakan workshop tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi forum diskusi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas wartawan dalam menghadapi perubahan industri media.

Menurut Samsul, perkembangan AI tidak semestinya hanya dipandang sebagai ancaman terhadap profesi wartawan. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung produktivitas dan kreativitas wartawan dalam menghasilkan karya jurnalistik.

“Teknologi justru harus dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas karya jurnalistik, sepanjang tetap berada dalam koridor etika dan kode etik jurnalistik,” kata Samsul, Rabu (2/9/2026).

Ia menambahkan, pemahaman mengenai etika dan aturan pers menjadi semakin penting karena sekolah dan media sama-sama memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Hubungan antara insan pers dan lembaga pendidikan, menurutnya, perlu dibangun berdasarkan etika, keterbukaan, serta pemahaman terhadap aturan. Dengan demikian, potensi kesalahpahaman dalam proses peliputan maupun penyampaian informasi dapat diminimalkan.

Melalui workshop ini, PWI Pelalawan berharap muncul pemahaman bersama bahwa keberlangsungan media di tengah perubahan teknologi membutuhkan kemampuan beradaptasi yang diiringi penguatan profesionalisme.

Transformasi digital dan perkembangan AI juga harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan etika jurnalistik, serta terbangunnya kemitraan yang sehat dan transparan antara media, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat.

Dengan kemampuan beradaptasi dan tetap menjunjung tinggi profesionalisme, media diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi perubahan zaman, tetapi juga tetap menjalankan fungsi pers secara bertanggung jawab sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan demokrasi.

Terkini