PWI Riau dan Polda Riau Perkuat Kemitraan serta Kompetensi Wartawan

Selasa, 01 September 2026 | 12:31:00 WIB
PWI Riau dan Polda Riau menggelar pertemuan silaturahmi di Kantor PWI Riau, Pekanbaru, Selasa, 1 September 2026, dengan dihadiri jajaran pengurus PWI Riau serta Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi dan Kasubdit Penmas Polda Riau AKBP Rudi Samosir

PEKANBARU (RiauInfo) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau dan Kepolisian Daerah (Polda) Riau memperkuat silaturahmi dan kemitraan dalam pertemuan bersama Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Riau Kombes Pol Akmadi di Kantor PWI Riau, Jl. Arifin Ahmad Pekanbaru, Selasa, 1 September 2026.

Pertemuan tersebut membahas banyak hal termasuk peningkatan kompetensi dan profesionalitas wartawan, akses Uji Kompetensi Wartawan (UKW), penyelesaian sengketa pers, kebutuhan ahli pers di Riau, serta penguatan komunikasi antara kepolisian dan media.

PWI Riau Dorong Peningkatan Kompetensi Wartawan

Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar dalam sambutannya menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi wartawan menjadi salah satu perhatian utama organisasi. Saat ini jumlah anggota PWI Riau disebut mencapai sekitar 1.178 orang, dengan sekitar 450 anggota telah mengikuti atau menjalani proses kompetensi.

PWI Riau terus mendorong semakin banyak wartawan mengikuti UKW. Kompetensi dinilai penting untuk memastikan wartawan memiliki standar profesional ketika menjalankan tugas jurnalistik.

Namun, biaya menjadi salah satu kendala bagi wartawan yang mengikuti UKW secara mandiri. Beban biaya semakin besar apabila pelaksanaan kompetensi dilakukan di Jakarta karena peserta harus menanggung biaya ujian, perjalanan, dan akomodasi.

Karena itu, PWI Riau berupaya mendapatkan dukungan dari perusahaan, pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maupun berbagai instansi agar pelaksanaan UKW dapat dilakukan secara gratis atau dengan biaya yang lebih ringan.

“Kompetensi wartawan penting untuk memastikan wartawan memiliki standar profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik,” kata Raja Isyam. 

PWI Harapkan Dukungan Polda dan Institusi

PWI Riau juga berharap institusi seperti Polda Riau dapat ikut mendukung peningkatan kompetensi wartawan melalui program maupun kegiatan bersama.

Menurutnya, kompetensi diperlukan agar terdapat standar yang jelas dalam menilai profesionalitas wartawan ketika menjalankan tugas di berbagai instansi, terima di Polda Riau. 

PWI dinilai memiliki jaringan organisasi yang luas hingga tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia. Meski demikian, organisasi pers tetap menghadapi tantangan dalam menjaga profesionalitas, meningkatkan kompetensi anggota, serta menangani berbagai persoalan dan sengketa pers.

PWI Riau Soroti Kebutuhan Ahli Pers

Kebutuhan ahli pers juga menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan PWI Riau dan Polda Riau. Ahli pers memiliki peran dalam memberikan pendapat atau membantu menangani persoalan yang berkaitan dengan sengketa pers.

PWI Riau saat ini disebut hanya memiliki satu ahli pers setelah dua ahli pers sebelumnya meninggal dunia. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kebutuhan terhadap ahli pers cukup tinggi, termasuk ketika terdapat permintaan dari kepolisian maupun pihak lainnya.

Untuk itu, PWI Riau berencana mengusulkan penambahan ahli pers di Riau melalui mekanisme yang ditetapkan Dewan Pers.

Kombes Pol Akmadi Buka Komunikasi dengan Wartawan

Sementara itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi menyampaikan permohonan maaf karena baru berkesempatan bersilaturahmi dengan jajaran PWI Riau setelah menjalankan berbagai kegiatan dan tugas kedinasan.

Akmadi menjelaskan bahwa mutasinya ke Riau bukan sesuatu yang secara khusus dimintanya. Setiap penempatan tugas diterima sebagai bagian dari amanah kedinasan dalam perjalanan karier kepolisian.

Sebelum bertugas di Riau, Akmadi memiliki pengalaman di sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Barat, Lombok atau Nusa Tenggara Barat (NTB), Aceh, dan Banten. Selama sekitar satu bulan lebih berada di Riau, Akmadi mengaku telah berkeliling ke berbagai wilayah.

Beberapa wilayah yang dikunjunginya berada cukup jauh dan kawasan terluar. Namun, masih terdapat wilayah yang belum didatanginya, salah satunya Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menurut Akmadi, berkeliling wilayah penting untuk mengenal kondisi masyarakat, karakter daerah, serta jajaran kepolisian yang bertugas di lapangan. Ia bahkan menemukan sejumlah wilayah yang mungkin belum pernah dikunjungi sebagian anggota yang telah lama bertugas.

Secara pribadi, Akmadi memperkenalkan dirinya sebagai putra kelahiran Cirebon. Setelah berkeluarga, ia memiliki keterikatan kuat dengan Padang dan Sumatera Barat karena istrinya berasal dari daerah tersebut.

Keluarganya juga memiliki hubungan erat dengan Padang, termasuk dalam hal pendidikan anak-anaknya. Hubungan tersebut membuat Sumatera Barat menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan keluarganya.

Akmadi juga memiliki hubungan emosional dengan Riau, khususnya Pekanbaru. Sejak penugasan sebelumnya, ia mengaku beberapa kali mendapat ajakan dari senior untuk berkunjung ke Riau sehingga penempatan di Riau saat ini menjadi bagian perjalanan tugas yang sudah lama dinantikan.

Humas dan Media Harus Saling Terbuka

Dalam menjalankan tugas sebagai Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Akmadi menekankan pentingnya kerja sama antara kepolisian, fungsi humas, dan media. Menurutnya, media mempunyai peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara aktual dan terbuka.

Akmadi menjelaskan fungsi intelijen dan humas memiliki karakter berbeda. Informasi intelijen lebih banyak disampaikan secara terbatas sesuai kebutuhan, sedangkan humas memiliki tugas menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik.

“Media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara aktual dan terbuka,” kata Akmadi. 

Akmadi juga membuka komunikasi langsung dengan wartawan. Ia meminta informasi, koordinasi, maupun persoalan yang berkaitan dengan kepolisian dapat dikomunikasikan secara langsung melalui dirinya.

Ia berharap hubungan kepolisian dan media tidak hanya dibangun melalui forum resmi, tetapi juga melalui silaturahmi dan diskusi santai. Menurut Akmadi, komunikasi informal dapat membantu membangun hubungan yang lebih dekat antara polisi dan wartawan.

Di akhir sambutannya, Akmadi menyampaikan terima kasih atas sambutan dan penerimaan PWI Riau. Ia berharap dapat menjadi bagian dari keluarga besar di Riau sekaligus membangun kerja sama yang baik dengan media dan masyarakat.

Dewan Kehormatan Tekankan Integritas Wartawan

Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Riau Zufra Irwan kemudian menitipkan pekerjaan rumah kepada Kabid Humas Polda Riau berkaitan dengan integritas wartawan.

Zufra mengatakan Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar dalam berbagai kesempatan selalu menekankan pentingnya integritas wartawan. Integritas tersebut berkaitan erat dengan penerapan kode etik dalam menjalankan profesi jurnalistik.

“Jika ada wartawan PWI Riau di lapangan yang melanggar etik, segera laporkan kepada kami,” kata Zufra Irwan.

Menurut Zufra, kode etik merupakan bagian penting dari profesionalitas wartawan dan harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas jurnalistik. Kepatuhan terhadap kode etik juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap profesi wartawan.

Dari PWI Riau, pertemuan dihadiri Ketua PWI Riau Raja Isyam Azwar, Sekretaris PWI Riau N. Doni Dwi Putra, Bendahara PWI Riau Anthony Harry, Ketua Dewan Kehormatan Provinsi PWI Riau Zufra Irwan, Anggota Dewan Kehormatan PWI Riau Ahmad Zulkani, serta anggota Dewan Penasehat PWI Riau Hermanto Ansam.

Turut hadir Wakil Ketua PWI Riau Hary B. Koriun, Wakil Ketua PWI Riau Syarief Dayan, Pengurus PWI Riau Abdul Hafiz, Pengurus PWI Riau Akmal, Wakil Bendahara PWI Riau Luna Agustin, dan Pengurus PWI Riau Armazi Yendra.

Sementara dari Polda Riau hadir Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Akmadi dan Kepala Subdirektorat Penerangan Masyarakat (Kasubdit Penmas) Polda Riau AKBP Rudi Samosir. 

Pertemuan silaturahmi PWI Riau dan Polda Riau tersebut diharapkan menjadi awal penguatan komunikasi kedua lembaga. Peningkatan kompetensi wartawan, keterbukaan informasi, profesionalitas pers, penyelesaian sengketa pers, serta penguatan hubungan kelembagaan menjadi sejumlah agenda yang dapat terus dikembangkan melalui kerja sama ke depan.

 

Terkini