Aster Masuk Bisnis Avtur Singapura, Bidik Pasokan ke Bandara Changi

Ahad, 30 Agustus 2026 | 09:42:56 WIB
Aster menyepakati akuisisi kepemilikan strategis di CAFHI, fasilitas infrastruktur bahan bakar penerbangan di Bandara Changi, Singapura.

JAKARTA (RiauInfo) – Aster, perusahaan patungan antara PT Chandra Asri Pacific Tbk dan Glencore, menyepakati akuisisi kepemilikan strategis di Changi Airport Fuel Hydrant Installation Pte Ltd (CAFHI), perusahaan yang mengelola infrastruktur distribusi bahan bakar penerbangan di Bandara Changi, Singapura. Kesepakatan yang diumumkan pada 28 Agustus 2026 ini membuka jalan bagi Aster untuk memasok bahan bakar penerbangan secara langsung kepada maskapai internasional di Changi. 

Langkah tersebut menjadi ekspansi Aster ke bisnis aviation fuel atau avtur sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok energi penerbangan di Singapura dan kawasan Asia Tenggara.

Aster merupakan perusahaan energi dan kimia yang merupakan perusahaan patungan PT Chandra Asri Pacific Tbk, perusahaan yang dikendalikan pengusaha Indonesia Prajogo Pangestu, dengan perusahaan perdagangan komoditas global Glencore. 

Melalui investasi di CAFHI, Aster akan menjadi salah satu pemegang saham fasilitas bahan bakar penerbangan di Bandara Changi. Kepemilikan tersebut memberikan akses langsung ke infrastruktur yang menghubungkan pasokan avtur dengan maskapai yang beroperasi di salah satu pusat penerbangan utama Asia. 

Masuk ke Rantai Pasok Avtur

Deputy CEO Aster, Andre Khor, mengatakan akuisisi kepemilikan strategis di CAFHI merupakan bagian penting dari strategi ekspansi perusahaan ke sektor bahan bakar penerbangan.

“Akuisisi kepemilikan strategis di CAFHI merupakan langkah penting dalam ekspansi Aster ke sektor bahan bakar penerbangan,” kata Andre Khor. 

Andre Khor menjelaskan bahwa investasi tersebut akan melengkapi aktivitas Aster yang sudah mencakup pengolahan dan penyimpanan energi serta pengembangan sustainable aviation fuel (SAF) atau bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

“Dikombinasikan dengan kegiatan pengolahan dan penyimpanan kami serta kemampuan yang terus berkembang dalam bahan bakar penerbangan berkelanjutan, langkah ini memperkuat posisi kami untuk mendukung kebutuhan energi penerbangan yang terus berkembang di Singapura dan kawasan regional,” ujar Andre Khor. 

Dengan demikian, ekspansi Aster tidak hanya menyasar penjualan bahan bakar penerbangan konvensional. Perusahaan juga sedang membangun kemampuan di sektor SAF yang menjadi bagian dari perkembangan industri penerbangan menuju penggunaan bahan bakar dengan emisi lebih rendah.

Besaran saham yang akan diakuisisi Aster di CAFHI serta nilai transaksi belum diumumkan. Kesepakatan tersebut juga masih menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan sejumlah persyaratan penyelesaian transaksi. 

Terhubung dengan Pengembangan SAF

Investasi di CAFHI melanjutkan langkah Aster dalam mengembangkan bisnis bahan bakar penerbangan di Singapura. Pada November 2025, Aster bekerja sama dengan Aether Fuels untuk mengembangkan fasilitas produksi SAF di Pulau Bukom, Singapura.

Proyek tersebut bernama Project Beacon dan dirancang menggunakan teknologi Aether Fuels untuk mengubah gas industri menjadi bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Fasilitas itu direncanakan mulai dibangun pada 2026 dan ditargetkan beroperasi secara komersial pada 2028. 

Project Beacon dirancang menghasilkan hingga 50 barel SAF per hari atau sekitar 2.000 ton per tahun. Fasilitas tersebut akan berada di kawasan hub pengolahan Aster di Pulau Bukom. 

Aster juga menggandeng Keppel Ltd. untuk mengkaji pembangunan fasilitas Ethanol-to-Jet Sustainable Aviation Fuel di Jurong Island. Fasilitas yang masih berada dalam tahap pengembangan tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 100.000 ton SAF per tahun, dengan realisasi tetap bergantung pada keputusan investasi final dan persetujuan regulator. 

Rangkaian investasi tersebut menunjukkan bahwa masuknya Aster ke CAFHI menjadi bagian dari strategi yang lebih luas. Pengolahan, penyimpanan, distribusi, serta pengembangan SAF diarahkan untuk membentuk rantai bisnis bahan bakar penerbangan yang lebih terintegrasi di Singapura.

Perluas Jejak Bisnis di Singapura

Akuisisi CAFHI juga memperpanjang daftar ekspansi Aster dan kelompok usaha Chandra Asri di Singapura. Aster sebelumnya mengambil alih aset energi dan kimia milik Shell serta aset petrokimia Chevron Phillips Singapore Chemicals. 

Langkah tersebut memperlihatkan semakin luasnya cakupan investasi perusahaan Indonesia di Singapura, mulai dari pengolahan energi dan petrokimia hingga infrastruktur pendukung penerbangan serta bahan bakar berkelanjutan.

Bagi Aster, kepemilikan di CAFHI memberikan posisi yang lebih dekat dengan pengguna akhir bahan bakar penerbangan, yakni maskapai internasional yang beroperasi melalui Bandara Changi. Strategi ini sekaligus menghubungkan aset pengolahan dan penyimpanan Aster dengan kebutuhan bahan bakar sektor penerbangan.

Ekspansi tersebut menempatkan perusahaan Indonesia pada bagian penting dari ekosistem energi dan logistik regional. Bandara Changi menjadi salah satu simpul penerbangan utama, sementara infrastruktur bahan bakar merupakan bagian penting dalam mendukung operasional penerbangan.

Kesepakatan CAFHI masih harus melewati proses persetujuan regulator sebelum transaksi dapat diselesaikan. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, Aster akan memiliki jalur yang lebih langsung untuk memasok bahan bakar penerbangan kepada maskapai di Bandara Changi sekaligus memperkuat pengembangan bisnis avtur dan SAF di Singapura serta kawasan regional. 

 

Terkini