Buka Retret PWI 2026, Mayjen TNI Ketut Gede: Wartawan Adalah Komponen Penting Pertahanan Negara

Kamis, 29 Januari 2026 | 23:21:43 WIB
Penyematan pin Bela Negara kepada perwakilan peserta Wartawan PWI oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia, di acara retret PWI di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Ciboda

BOGOR (RiauInfo) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi menggelar Retret PWI Tahun 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran insan pers dalam menjaga ketahanan informasi, demokrasi, dan keamanan nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Kompetensi Bela Negara, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Acara yang dimulai pada Kamis pagi (29/1/2026) ini dibuka secara resmi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia. Beliau hadir mewakili Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, untuk membacakan amanat tertulis di hadapan ratusan jurnalis dari seluruh Indonesia.

Dalam upacara pembukaan tersebut, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia didampingi langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, dan Sekjen PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang. Kehadiran para tokoh pers nasional ini menegaskan sinergi kuat antara pemerintah dan organisasi profesi wartawan dalam bingkai bela negara.

Retret PWI 2026 ini mengusung tema besar, yakni "Memperkuat Pers yang Profesional, Berintegritas, dan Berwawasan Kebangsaan untuk Ketahanan Informasi, Demokrasi, dan Keamanan Nasional." Tema ini menjadi ruh utama dari seluruh rangkaian kegiatan yang akan berlangsung selama empat hari ke depan.

Tercatat sebanyak 160 peserta yang merupakan perwakilan dari PWI Pusat serta pengurus PWI Daerah dari seluruh pelosok Indonesia turut berpartisipasi. Kegiatan intensif ini dijadwalkan berlangsung hingga 1 Februari 2026 mendatang.

Menghadapi Ancaman Non-Militer

Dalam amanatnya, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin –yang dibacakan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pertahanan Kemhan RI, Mayor Jenderal TNI Ketut Gede Wetan Pastia–, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para peserta yang telah bersedia hadir. Kehadiran mereka dipandang sebagai wujud nyata semangat bela negara dan dedikasi murni bagi pengabdian kepada tanah air.

Menhan menyoroti bahwa dinamika lingkungan strategis saat ini menunjukkan perubahan signifikan dalam bentuk ancaman terhadap negara. Menurutnya, spektrum ancaman kini tidak lagi hanya terbatas pada kekuatan fisik militer.

Ancaman tersebut telah berkembang pesat masuk ke ranah informasi, pembentukan opini publik, serta serangan psikologis. Hal ini menjadi tantangan berat bagi kedaulatan bangsa di era digital yang serba cepat.

Arus informasi yang masif tanpa batas telah melahirkan berbagai tantangan serius seperti misinformasi, disinformasi, dan penyebaran hoaks. Jika tidak dikelola dengan bijak, manipulasi narasi ini berpotensi mengganggu stabilitas sosial masyarakat.

Oleh karena itu, Menhan menegaskan bahwa pengelolaan informasi dan pembentukan persepsi publik adalah bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga ketahanan nasional. Pers berada di garda terdepan dalam proses ini.

Sinergi Pers dan Ketahanan Nasional

Menteri Pertahanan memandang pers yang profesional dan berwawasan kebangsaan sebagai mitra strategis negara. Meskipun bekerja sebagai mitra, pemerintah tetap memberikan ruang bagi independensi dan kebebasan pers sesuai amanat konstitusi.

Peran pers kini menjadi jauh lebih krusial dibandingkan masa-masa sebelumnya. Pers tidak hanya bertindak sebagai pilar demokrasi, tetapi juga sebagai penjaga nalar kritis masyarakat di tengah gempuran propaganda.

Melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang, pers diharapkan mampu menciptakan ruang informasi yang sehat. Hal ini penting untuk mencerdaskan masyarakat agar tidak mudah terjebak dalam manipulasi informasi yang menyesatkan.

Retret di Rumpin ini menjadi momentum bagi insan pers untuk melakukan refleksi mendalam. Kegiatan ini dirancang untuk meneguhkan nilai-nilai kebangsaan sebagai landasan utama dalam setiap karya jurnalistik yang dihasilkan.

Selama empat hari, para peserta dibekali pemahaman teknis dan strategis mengenai posisi pers dalam sistem pertahanan negara. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme dan kepercayaan publik terhadap institusi pers.

Tanggung Jawab Bersama Seluruh Komponen

Menhan kembali mengingatkan bahwa urusan pertahanan negara bukanlah tanggung jawab aparat militer semata. Ia mengajak seluruh komponen bangsa, termasuk wartawan, untuk memikul tanggung jawab kolektif ini.

Kolaborasi yang erat antara pemerintah dan media massa menjadi kunci untuk menjaga keutuhan bangsa. Integritas dalam setiap langkah pengabdian harus tetap dijaga demi kepentingan nasional yang lebih besar.

Kegiatan yang berlangsung di Pusat Kompetensi Bela Negara ini diharapkan mampu melahirkan wartawan-wartawan yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki cinta yang besar terhadap NKRI.

Acara pembukaan diakhiri dengan harapan agar Tuhan Yang Maha Besar senantiasa memberikan rahmat-Nya dalam setiap langkah pengabdian para jurnalis. Suasana khidmat menyelimuti Desa Cibodas saat upacara resmi tersebut ditutup.

Dengan adanya retret ini, PWI menunjukkan komitmennya untuk terus berbenah dan memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik demi masa depan demokrasi Indonesia yang lebih sehat.

 

Terkini