PEKANBARU (RiauInfo) – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Riau bersama segenap insan pers dan mitra strategis menggelar aksi kemanusiaan donor darah di Gedung Sekretariat PWI Riau, Senin (4/5). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 organisasi profesi tersebut dengan semangat kepedulian antarsesama.
Pelaksanaan donor darah tahun ini dilangsungkan dengan suasana kekeluargaan yang sederhana namun penuh makna. Panitia sengaja mengemas acara dengan prinsip efisiensi menyesuaikan kondisi yang ada, tanpa mengurangi nilai luhur kepedulian sosial yang selama ini menjadi jati diri para pemburu berita di Bumi Lancang Kuning.
Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, mengungkapkan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata bahwa wartawan tidak hanya berkutat dengan informasi. Menurutnya, PWI memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat, salah satunya dengan membantu ketersediaan stok darah melalui aksi donor.
“PWI tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi kepada khalayak, tetapi juga harus hadir secara nyata dalam berbagai kegiatan sosial. Donor darah ini diharapkan bisa menjadi langkah konkret bagi kami untuk membantu masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis,” ujar Raja Isyam di sela-sela kegiatan.
Target Simbolis dan Capaian Lapangan
Pada perayaan tahun ini, PWI Riau menetapkan target perolehan kantong darah yang selaras dengan angka usia organisasi, yakni 80 kantong darah. Angka tersebut menjadi simbol semangat pengabdian selama delapan dekade PWI berkiprah di tanah air dalam mengawal demokrasi dan pembangunan.
Berdasarkan data akhir di lapangan, tim medis berhasil mengumpulkan sebanyak 69 kantong darah dari para pendonor yang lolos verifikasi kesehatan. Meski belum mencapai target angka 80 secara matematis, hasil ini dipandang sebagai kontribusi yang sangat berarti bagi pemenuhan stok darah di Provinsi Riau.
Tingginya semangat kemanusiaan terlihat dari jumlah pendaftar yang menembus angka 100 orang sejak pagi hari. Namun, proses screening kesehatan yang ketat di lokasi membuat sebagian calon pendonor harus mengurungkan niat baiknya karena kondisi fisik yang belum memenuhi kriteria medis untuk mendonorkan darah.
“Antusiasme peserta sebenarnya cukup tinggi, baik dari anggota dan pengurus PWI maupun mitra strategis dari unsur TNI dan Polri. Namun, banyak peserta yang dari hasil pemeriksaan kesehatan dinyatakan belum memenuhi syarat untuk mendonor,” jelas Ketua PWI Riau tersebut.
Sementara itu, Bendahara Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau, Eko Yuniar Prasetya, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi PWI Riau dalam menyelenggarakan aksi kemanusiaan ini. Ia menilai aksi rutin tersebut sangat positif dalam menjaga ketersediaan darah sekaligus menumbuhkan jiwa kepedulian di tengah masyarakat.
“Kami dari PMI Riau mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesar-besarnya kepada PWI Riau. Kegiatan ini sangat positif dan kami berharap melalui aksi ini mampu menumbuhkan kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat kita,” tutur Eko memberikan apresiasinya.
Sebagai penutup rangkaian pembukaan, kegiatan donor darah secara resmi dimulai dengan pemukulan gong oleh Bendahara PMI Riau. Prosesi ini disaksikan langsung oleh pimpinan PWI Riau serta perwakilan mitra dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Polda Riau, Brimob, BRK Syariah, serta sejumlah mitra kerja lainnya yang turut mendukung suksesnya agenda sosial ini.