Kondisi ini diindikasikan dipengaruhi oleh terbatasnya produksi tanaman perkebunan dan perkirakan kenaikan curah hujan yang berpotensi menghambat distribusi pasokan bahan baku khususnya pada sektor industri pengolahan sawit.
"Dari sisi penggunaan, kondisi ini bersumber dari melambatnya daya beli masyarakat sejalan dengan adanya tekanan inflasi khususnya dalam dua bulan pertama di triwulan I 2012. Berdasarkan hasil survei diketahui bahwa terdapat peningkatan ekspektasi inflasi di tingkat konsumen dalam 3 bulan mendatang sejalan dengan faktor tingginya curah hujan yang mengganggu pasokan bahan makanan," terangnya.
Disinggung mengenai unsur Migas, Muhammad Abdul Madjid Ikhram menyebutkan bahwa jika dengan unsur migas, pertumbuhan perekonomian Riau pada triwulan 1 2012 diperkirakan mengalami pertumbuhan di kisaran 4,5 persen.(zas/rtc)
Pertumbuhan Ekonomi Riau di Triwulan I 2012 Capai 7,5 Persen
Kiki
Rabu, 22 Februari 2012 - 01:57:25 WIB
PEKANBARU (RiauInfo): Peneliti Ekonomi Madya Kantor Bank Indonesia (KBI) Pekanbaru, Muhammad Abdul Madjid Ikhram menyatakan bahwa dengan tanpa memasukkan unsur migas, pertumbuhan ekonomi Riau pada triwulan I 2012 di prediksi akan mencapai 7,5 persen. Jumlah tersebut sedikit melambat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.
Pilihan Redaksi
IndexTulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Tumbuh Lebih dari 100 Persen, Program IM3 Pasti Simpel Diikuti 47 Ribu Pelanggan Sumatra
Selasa, 26 Mei 2026 - 07:42:14 Wib Ekonomi & Bisnis
Indonesia Pimpin Pertumbuhan Ekonomi G20, Presiden Prabowo Targetkan Asumsi Makro 2027 Tumbuh Lebih Tinggi
Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:32:36 Wib Ekonomi & Bisnis
Strategi Ketahanan Siber Enterprise: Indosat Business Luncurkan Whitepaper Hadapi Lonjakan AI Fraud dan Ransomware
Rabu, 20 Mei 2026 - 08:41:00 Wib Ekonomi & Bisnis