PEKANBARU (RiauInfo) - Warga yang tinggal di Jalan Hangtuah Gang Perdamaian I dan Perdamaian II Pekanbaru akhir-akhir ini resah terhadap keberadaan ruko yang difungsikan sebagai sarang burung walet yang terdapat di lingkungan mereka. Mereka berharap Pemko Pekanbaru dapat segera menertibkan roko tersebut.
Keterangan yang dikumpulkan RiauInfo, Sabtu (1/9) di tempat itu diketahui keresahan warga itu sudah disampaikan ke pihak RT dan RW setempat. Namun aparat pemerintah paling bawah itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena menurut pengakuan pemilik ruko itu mereka sudah mendapat izin dari pihak kelurahan.
"Kami heran juga, masak lurah bisa mengeluarkan izin untuk beternak burung walet, apa iya bisa begitu?", ungkap Tukilan (44) salah seorang warga Gang Perdamaian I. Selama ini dia hanya tahu bahwa yang mengeluarkan izin usaha itu Walikota, bukannya lurah.
Menurut Tukilan wajar masyarakat resah atas keberadaan ruko yang difungsikan sebagai sarang burung walet itu, karena setiap malam mereka tidak bisa tidur karena sound yang mengeluarkan suara burung walet itu terus dinyalakan sampai malam. "Suaranya sangat berisik, sehingga sangat menganggu orang tidur," jelasnya.
Selain itu, menurut dia, sejak ruko itu digunakan sebagai sarang burung walet, setiap saat burung berterbangan di atasnya. Ini menyebabkan taik burung berceceran dimana-mana, tidak hanya di atap ruma warga, tapi juga di mobil yang diparkir di luar garasi.
Dalam kondisi wabah flu burung mewabah akhir-akhir ini, jelas kondisi tersebut jadi sangat dikhawatirkan masyarakat. "Taik burung yang berceceran dimana-mana itu tidak hanya membuat warga merasa jijik, tapi juga kawatir akan tertular virus flu burung," jelasnya.
Makanya, Tukilan berharap Pemko Pekanbaru segera turun tangan untuk menertibkan ruko yang berfungsi sebagai sarang burung walet itu. Dia khawatir, jika Pemko Pekanbaru tidak segera turun tangan, bisa saja masyarakat yang bertindak sendiri.(Ad)RUKO WALET RESAHKAN WARGA JALAN HANGTUAH Taik Burung Berceceran, Bunyi Kicauan Tak Berhenti Sampai Malam
Kiki
Sabtu, 01 September 2007 - 04:26:00 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Warga yang tinggal di Jalan Hangtuah Gang Perdamaian I dan Perdamaian II Pekanbaru akhir-akhir ini resah terhadap keberadaan ruko yang difungsikan sebagai sarang burung walet yang terdapat di lingkungan mereka. Mereka berharap Pemko Pekanbaru dapat segera menertibkan roko tersebut.
Keterangan yang dikumpulkan RiauInfo, Sabtu (1/9) di tempat itu diketahui keresahan warga itu sudah disampaikan ke pihak RT dan RW setempat. Namun aparat pemerintah paling bawah itu tidak bisa berbuat apa-apa, karena menurut pengakuan pemilik ruko itu mereka sudah mendapat izin dari pihak kelurahan.
"Kami heran juga, masak lurah bisa mengeluarkan izin untuk beternak burung walet, apa iya bisa begitu?", ungkap Tukilan (44) salah seorang warga Gang Perdamaian I. Selama ini dia hanya tahu bahwa yang mengeluarkan izin usaha itu Walikota, bukannya lurah.
Menurut Tukilan wajar masyarakat resah atas keberadaan ruko yang difungsikan sebagai sarang burung walet itu, karena setiap malam mereka tidak bisa tidur karena sound yang mengeluarkan suara burung walet itu terus dinyalakan sampai malam. "Suaranya sangat berisik, sehingga sangat menganggu orang tidur," jelasnya.
Selain itu, menurut dia, sejak ruko itu digunakan sebagai sarang burung walet, setiap saat burung berterbangan di atasnya. Ini menyebabkan taik burung berceceran dimana-mana, tidak hanya di atap ruma warga, tapi juga di mobil yang diparkir di luar garasi.
Dalam kondisi wabah flu burung mewabah akhir-akhir ini, jelas kondisi tersebut jadi sangat dikhawatirkan masyarakat. "Taik burung yang berceceran dimana-mana itu tidak hanya membuat warga merasa jijik, tapi juga kawatir akan tertular virus flu burung," jelasnya.
Makanya, Tukilan berharap Pemko Pekanbaru segera turun tangan untuk menertibkan ruko yang berfungsi sebagai sarang burung walet itu. Dia khawatir, jika Pemko Pekanbaru tidak segera turun tangan, bisa saja masyarakat yang bertindak sendiri.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexAnindya Bakrie Bawa Tiga Agenda Indonesia di Forum Bisnis BRICS
Investasi Pariwisata Indonesia Rp73,56 Triliun, Pemerintah Bidik 13 Destinasi
Konflik Petani Kelapa Inhil Berlarut 9 Tahun, DPR Desak Pemerintah Bertindak
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan 3T
INA: Energi Jadi Kunci Investasi Data Center AI di Indonesia
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan