PEKANBARU (RiauInfo) - Hari ini Chevron kembali mengirimkan bantuan untuk korban gempa; kali ini ke Bengkulu. Hingga hari ini, korban gempa di Bengkulu dilaporkan masih memerlukan pasokan makanan, selimut, alas tidur dan tempat berlindung sementara.
Prihatin dengan hal tersebut, tiga truk berisi bahan makanan berupa lima ton beras, seribu kardus mi instan dan seratus lembar tikar telah diberangkatkan dari kantor PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Rumbai, Pekanbaru menuju Bengkulu.
Bantuan dari BPMIGAS dan CPI tersebut akan menempuh jalur pesisir barat Sumatera. Menurut rencana, iring-iringan bantuan akan tiba di Muko-Muko, Bengkulu pada Jumat (28/9). Tali asih bagi korban gempa di Muko-Muko itu akan langsung diserahkan oleh CPI kepada Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Muko-Muko. Selanjutnya, Satlak Muko-Muko akan mendistribusikan bantuan tersebut kepada korban yang berhak menerimanya.
Seminggu sebelumnya, CPI juga telah mengirim bantuan serupa untuk korban gempa di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Selain itu, bantuan yang sama juga diberikan Maret lalu bagi korban Gempa di Solok, Bukittinggi, Agam, Padang Panjang dan Tanah Datar/Singkarak. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian CPI terhadap korban bencana alam.
Gempa bumi yang berturut-turut terjadi pada Rabu (12/9) dan Kamis (13/9) masing-masing berkekuatan 7,9 dan 7,7 skala Richter di Bengkulu menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian. Menurut data Bakornas Penanggulangan Bencana, gempa bumi di Bengkulu mengakibatkan 15 orang meninggal, 8.051 unit rumah roboh, 7.304 unit rusak berat dan 16.139 unit rusak ringan. Selain itu ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana umum lainnya mengalami kerusakan. (Tony/rls)
Chevron Kirimkan Lagi Bantuan Gempa
Kiki
Kamis, 27 September 2007 - 11:13:59 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Hari ini Chevron kembali mengirimkan bantuan untuk korban gempa; kali ini ke Bengkulu. Hingga hari ini, korban gempa di Bengkulu dilaporkan masih memerlukan pasokan makanan, selimut, alas tidur dan tempat berlindung sementara.
Prihatin dengan hal tersebut, tiga truk berisi bahan makanan berupa lima ton beras, seribu kardus mi instan dan seratus lembar tikar telah diberangkatkan dari kantor PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Rumbai, Pekanbaru menuju Bengkulu.
Bantuan dari BPMIGAS dan CPI tersebut akan menempuh jalur pesisir barat Sumatera. Menurut rencana, iring-iringan bantuan akan tiba di Muko-Muko, Bengkulu pada Jumat (28/9). Tali asih bagi korban gempa di Muko-Muko itu akan langsung diserahkan oleh CPI kepada Satlak Penanggulangan Bencana Kabupaten Muko-Muko. Selanjutnya, Satlak Muko-Muko akan mendistribusikan bantuan tersebut kepada korban yang berhak menerimanya.
Seminggu sebelumnya, CPI juga telah mengirim bantuan serupa untuk korban gempa di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat. Selain itu, bantuan yang sama juga diberikan Maret lalu bagi korban Gempa di Solok, Bukittinggi, Agam, Padang Panjang dan Tanah Datar/Singkarak. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian CPI terhadap korban bencana alam.
Gempa bumi yang berturut-turut terjadi pada Rabu (12/9) dan Kamis (13/9) masing-masing berkekuatan 7,9 dan 7,7 skala Richter di Bengkulu menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian. Menurut data Bakornas Penanggulangan Bencana, gempa bumi di Bengkulu mengakibatkan 15 orang meninggal, 8.051 unit rumah roboh, 7.304 unit rusak berat dan 16.139 unit rusak ringan. Selain itu ratusan fasilitas pendidikan, kesehatan dan sarana umum lainnya mengalami kerusakan. (Tony/rls)
Pilihan Redaksi
IndexAnindya Bakrie Bawa Tiga Agenda Indonesia di Forum Bisnis BRICS
Investasi Pariwisata Indonesia Rp73,56 Triliun, Pemerintah Bidik 13 Destinasi
Konflik Petani Kelapa Inhil Berlarut 9 Tahun, DPR Desak Pemerintah Bertindak
BGN Coret 1.653 Sekolah dari Penerima MBG, Prioritaskan 3T
INA: Energi Jadi Kunci Investasi Data Center AI di Indonesia
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan