PEKANBARU (RiauInfo) - Meski bulan Ramadhan masih 10 hari lagi, namun sejumlah kuburan di Pekanbaru sudah mulai banyak didatangi peziarah. Semakin mendekati bulan Ramadhan nanti jumlah peziarah dipastikan akan terus bertambah banyak.
Seperti yang diamati RiauInfo, Jumat (22/8) di komplek Perku
buran Senapekan, depan Hotel Mutiara Pekanbaru, peziarah sudah mulai berdatangan mulai dari pagi hingga sore harinya. Mereka datang tidak hanya untuk berdoa tapi juga membersihkan kuburan para kerabatnya.
Para peziarah tidak hanya berasal dari Pekanbaru, tapi juga datang dari luar kota. Seperti Makmur (48) yang datang bersama dua orang anaknya di makam tersebut, mengaku berasal dari Bagansiapi-api. "Setiap tahun kami datang ke sini untuk menziarahi ibu saya yang meninggal tahun 1998 lalu," ujarnya.
Makmur yang masa kecilnya dilahirkan di Pekanbaru ini kini berdomisili di Bagansiapi-api dan bekerja di sebuah kantor pemerintahan di kota tersebut. "Kami sengaja penziarahi lebih awal ke kuburan ibunya, karena tempat tinggal kami cukup jauh dari Pekanbaru," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Fadlan (51) warga Bengkalis yang berziarah di Komplek Perkuburan Senapelan itu bersama anak sulungnya bernama Romi (19). Disini dia menziarahi kuburan ayahnya yang meninggal dunia tahun 2001 lalu. "Sejak ayah saya meninggal, setiap tahun menjelang Ramadhan saya pasti menziarahi makam beliau," ungkapnya lagi.(Ad)Kuburan di Pekanbaru Mulai Didatangi Para Peziarah
Kiki
Sabtu, 23 Agustus 2008 - 01:53:44 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Meski bulan Ramadhan masih 10 hari lagi, namun sejumlah kuburan di Pekanbaru sudah mulai banyak didatangi peziarah. Semakin mendekati bulan Ramadhan nanti jumlah peziarah dipastikan akan terus bertambah banyak.
Seperti yang diamati RiauInfo, Jumat (22/8) di komplek Perku
buran Senapekan, depan Hotel Mutiara Pekanbaru, peziarah sudah mulai berdatangan mulai dari pagi hingga sore harinya. Mereka datang tidak hanya untuk berdoa tapi juga membersihkan kuburan para kerabatnya.
Para peziarah tidak hanya berasal dari Pekanbaru, tapi juga datang dari luar kota. Seperti Makmur (48) yang datang bersama dua orang anaknya di makam tersebut, mengaku berasal dari Bagansiapi-api. "Setiap tahun kami datang ke sini untuk menziarahi ibu saya yang meninggal tahun 1998 lalu," ujarnya.
Makmur yang masa kecilnya dilahirkan di Pekanbaru ini kini berdomisili di Bagansiapi-api dan bekerja di sebuah kantor pemerintahan di kota tersebut. "Kami sengaja penziarahi lebih awal ke kuburan ibunya, karena tempat tinggal kami cukup jauh dari Pekanbaru," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Fadlan (51) warga Bengkalis yang berziarah di Komplek Perkuburan Senapelan itu bersama anak sulungnya bernama Romi (19). Disini dia menziarahi kuburan ayahnya yang meninggal dunia tahun 2001 lalu. "Sejak ayah saya meninggal, setiap tahun menjelang Ramadhan saya pasti menziarahi makam beliau," ungkapnya lagi.(Ad)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Jelang Akhir Masa Jabatan, KI Riau Gesa Penyelesaian Sengketa Informasi 2025
Kamis, 22 Januari 2026 - 16:40:23 Wib Umum
Indosat Resmi Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Ini Daftar Peraih Mobil Listrik BYD hingga Samsung S25
Jumat, 16 Januari 2026 - 05:44:27 Wib Umum
Bernostalgia Masa Jadi Wartawan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Terima Pengurus PWI Pusat dan Diundang ke HPN 2026
Rabu, 14 Januari 2026 - 05:08:00 Wib Umum
Bambang Pacul Puji Wartawan di Hadapan PWI: Pencerah Dunia Ketiga Setelah Matahari dan Rembulan
Kamis, 15 Januari 2026 - 11:13:00 Wib Umum