YOGYAKARTA (RiauInfo) - Rabu pagi (17/12) Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) menerima kedatangan tamu dari Jurusan Siasah Syar‘iyyah, Universiti Malaya (UM), Malaysia. Rombongan tersebut terdiri dari Kepala Department of Siasah Syar‘iyyah, Dr. Bharuddin Che Pa, dan tiga orang peneliti yakni Amin Hari Susanto, Raja Hisyamudin Bin Raja Sulong, dan Afriadi Sanusi.
Kedatangan para tamu dari negeri jiran ini untuk melihat langsung aktivitas di BKPBM, berdialog, dan saling tukar informasi. “Kami sering membuka MelayuOnline.com, dan melihat bahwa website ini sangat menarik. Ketika datang ke BKPBM, kami melihat sendiri bahwa lembaga ini memang sangat serius untuk mengkaji dan mengembangkan budaya Melayu,” tutur Dr. Bharuddin.
“Kami telah berazam untuk serius dalam mengkaji dan mengembangkan budaya Melayu se-dunia yang telah tersekat-sekat karena kepentingan politik praktis. Padahal kita memiliki akar sejarah dan budaya yang sama,” urai Nursaed Ali Rido, Pemimpin Redaksi MelayuOnline.com, yang mewakili Mahyudin Al Mudra, SH., MM. (Pendiri dan Pemangku BKPBM), yang berhalangan hadir karena tengah mengisi seminar kebudayaan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Selain memperbincangkan kerja-kerja BKPBM, pemikiran-pemikiran Raja Ali Haji (RAH) juga menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan pada pagi itu. RAH selama hidupnya telah menghasilkan banyak karya di berbagai bidang, seperti dalam bidang politik, agama, bahasa, sastra, dan hukum.
Karya-karya RAH tersebut banyak mempengaruhi perkembangan peradaban Melayu. “Kitab Bustanul Katibin merupakan kitab tata bahasa Melayu pertama yang mengawal perkembangan bahasa Melayu sehingga dapat diterima oleh semua kalangan dan digunakan secara resmi oleh tiga negara,” tutur Pemimpin Redaksi RajaAliHaji.com, Ahmad Salehudin.
Raja Hisyamudin juga turut memaparkan bahwa banyak pemikiran RAH yang dipengaruhi oleh pemikir-pemikir Arab klasik. “Kitab Nashihatul Muluk karya Al-Ghazali banyak mempengaruhi RAH saat menulis Tsamarat Muhimmah, yang berisi tentang pemikiran politik dan ketatanegaraan,” tutur Raja Hisyamudin.
Sebelum perbincangan berakhir, kedua belah pihak turut membicarakan kemungkinan menjalin kerjasama dalam berbagai bidang, di antaranya pertukaran data dan informasi tentang pemikiran politik Melayu. Setelah itu, acara kunjungan tersebut diakhiri dengan saling memberikan cenderamata.(ad/rls)LAPORAN DARI YOGYAKARTA Universiti Malaya Kunjungi BKPBM
Kiki
Rabu, 24 Desember 2008 - 10:09:33 WIB
YOGYAKARTA (RiauInfo) - Rabu pagi (17/12) Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) menerima kedatangan tamu dari Jurusan Siasah Syar‘iyyah, Universiti Malaya (UM), Malaysia. Rombongan tersebut terdiri dari Kepala Department of Siasah Syar‘iyyah, Dr. Bharuddin Che Pa, dan tiga orang peneliti yakni Amin Hari Susanto, Raja Hisyamudin Bin Raja Sulong, dan Afriadi Sanusi.
Kedatangan para tamu dari negeri jiran ini untuk melihat langsung aktivitas di BKPBM, berdialog, dan saling tukar informasi. “Kami sering membuka MelayuOnline.com, dan melihat bahwa website ini sangat menarik. Ketika datang ke BKPBM, kami melihat sendiri bahwa lembaga ini memang sangat serius untuk mengkaji dan mengembangkan budaya Melayu,” tutur Dr. Bharuddin.
“Kami telah berazam untuk serius dalam mengkaji dan mengembangkan budaya Melayu se-dunia yang telah tersekat-sekat karena kepentingan politik praktis. Padahal kita memiliki akar sejarah dan budaya yang sama,” urai Nursaed Ali Rido, Pemimpin Redaksi MelayuOnline.com, yang mewakili Mahyudin Al Mudra, SH., MM. (Pendiri dan Pemangku BKPBM), yang berhalangan hadir karena tengah mengisi seminar kebudayaan di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Selain memperbincangkan kerja-kerja BKPBM, pemikiran-pemikiran Raja Ali Haji (RAH) juga menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan pada pagi itu. RAH selama hidupnya telah menghasilkan banyak karya di berbagai bidang, seperti dalam bidang politik, agama, bahasa, sastra, dan hukum.
Karya-karya RAH tersebut banyak mempengaruhi perkembangan peradaban Melayu. “Kitab Bustanul Katibin merupakan kitab tata bahasa Melayu pertama yang mengawal perkembangan bahasa Melayu sehingga dapat diterima oleh semua kalangan dan digunakan secara resmi oleh tiga negara,” tutur Pemimpin Redaksi RajaAliHaji.com, Ahmad Salehudin.
Raja Hisyamudin juga turut memaparkan bahwa banyak pemikiran RAH yang dipengaruhi oleh pemikir-pemikir Arab klasik. “Kitab Nashihatul Muluk karya Al-Ghazali banyak mempengaruhi RAH saat menulis Tsamarat Muhimmah, yang berisi tentang pemikiran politik dan ketatanegaraan,” tutur Raja Hisyamudin.
Sebelum perbincangan berakhir, kedua belah pihak turut membicarakan kemungkinan menjalin kerjasama dalam berbagai bidang, di antaranya pertukaran data dan informasi tentang pemikiran politik Melayu. Setelah itu, acara kunjungan tersebut diakhiri dengan saling memberikan cenderamata.(ad/rls)Pilihan Redaksi
IndexPemanfaatan Teknologi Fingerprint untuk Absensi Karyawan
Pengaruh Gamifikasi Digital terhadap Motivasi Belajar Siswa
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Sinergi Kemenhan dan PWI Matangkan Diklat Bela Negara 2026, 200 Wartawan Siap Digembleng di Bogor
Sabtu, 24 Januari 2026 - 09:47:27 Wib Umum
Jelang Akhir Masa Jabatan, KI Riau Gesa Penyelesaian Sengketa Informasi 2025
Kamis, 22 Januari 2026 - 16:40:23 Wib Umum
Indosat Resmi Umumkan Pemenang Pesta Hadiah IMPoin 2025, Ini Daftar Peraih Mobil Listrik BYD hingga Samsung S25
Jumat, 16 Januari 2026 - 05:44:27 Wib Umum
Bernostalgia Masa Jadi Wartawan, Ketua MPR RI Ahmad Muzani Terima Pengurus PWI Pusat dan Diundang ke HPN 2026
Rabu, 14 Januari 2026 - 05:08:00 Wib Umum