PEKANBARU (RiauInfo) - Kasus pemukulan yang dilakukan HNB, guru SDN 001 Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, terhadap dua orang muridnya dikhawatirkan akan merusak sekolah itu sebagai "SD Teladan" yang selama ini diincar banyak warga untuk menyekolahkan anaknya.
Beberapa orangtua murid SDN 001 yang ditemuiRiauInfo saat menjemput anaknya di sekolah itu, Kamis (12/2) umumnya sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi. "Kasus pemukulan ini sangat kami sesalkan karena dapat merusak sekolah ini," ungkap Yanti, salah seorang diantaranya.
Dia menyebutkan, selama ini, SDN 001 selalu menjadi sekolah pilihan banyak orangtua untuk memasukkan anaknya. Sebab kualitas sekolah ini sudah tidak diragukan lagi, dan anak-anaknya banyak memiliki prestasi. "Tapi dengan adanya kasus itu, kebanggaan itu akan hilang," tambahnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Magdalena, orangtua lainnya. Dia menyebutkan selama ini sangat bangga karena anak-anaknya bisa bersekolah di SDN 001. Tapi sejak munculnya kasus pemukulan itu, dimengaku rasa bangga itu jadi berkurang.
Apalagi menurut dia, kasus itu banyak disiarkan media massa, bahkan koran nasional juga memberitakannya. "Selaku orangtua yang anaknya bersekolah di SDN 001 saya jadi ikut malu. Saya ingin kepala sekolah secepatnya menyelesaikan masalah ini," ungkapnya.
Pendapat yang sama juga diungkapkan Nurmi, orangtua yang anaknya duduk di kelas I di SDN 001 itu. Selain dia menyesalkan kasus itu, dia juga khawatir nanti di kelas II anaknya bertemu dengan guru yang bermasalah itu. "Saya khawatir dia nantinya jadi guru anak saya di kelas II nanti," ujarnya lagi.(ad)Kasus Pemukulan Murid Bisa Merusak Citra "SD Teladan"
Kiki
Kamis, 12 Februari 2009 - 05:31:14 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Kasus pemukulan yang dilakukan HNB, guru SDN 001 Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, terhadap dua orang muridnya dikhawatirkan akan merusak sekolah itu sebagai "SD Teladan" yang selama ini diincar banyak warga untuk menyekolahkan anaknya.
Beberapa orangtua murid SDN 001 yang ditemuiRiauInfo saat menjemput anaknya di sekolah itu, Kamis (12/2) umumnya sangat menyesalkan peristiwa ini terjadi. "Kasus pemukulan ini sangat kami sesalkan karena dapat merusak sekolah ini," ungkap Yanti, salah seorang diantaranya.
Dia menyebutkan, selama ini, SDN 001 selalu menjadi sekolah pilihan banyak orangtua untuk memasukkan anaknya. Sebab kualitas sekolah ini sudah tidak diragukan lagi, dan anak-anaknya banyak memiliki prestasi. "Tapi dengan adanya kasus itu, kebanggaan itu akan hilang," tambahnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Magdalena, orangtua lainnya. Dia menyebutkan selama ini sangat bangga karena anak-anaknya bisa bersekolah di SDN 001. Tapi sejak munculnya kasus pemukulan itu, dimengaku rasa bangga itu jadi berkurang.
Apalagi menurut dia, kasus itu banyak disiarkan media massa, bahkan koran nasional juga memberitakannya. "Selaku orangtua yang anaknya bersekolah di SDN 001 saya jadi ikut malu. Saya ingin kepala sekolah secepatnya menyelesaikan masalah ini," ungkapnya.
Pendapat yang sama juga diungkapkan Nurmi, orangtua yang anaknya duduk di kelas I di SDN 001 itu. Selain dia menyesalkan kasus itu, dia juga khawatir nanti di kelas II anaknya bertemu dengan guru yang bermasalah itu. "Saya khawatir dia nantinya jadi guru anak saya di kelas II nanti," ujarnya lagi.(ad)Pilihan Redaksi
IndexRahasia UMKM Seroja Kampar Tingkatkan Omzet Jamur Tiram Lewat Pelatihan PHR
SMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
Rahasia UMKM Seroja Kampar Tingkatkan Omzet Jamur Tiram Lewat Pelatihan PHR
Senin, 22 Juni 2026 - 11:53:10 Wib Umum
Haji 2026 Dinilai Sukses, DPR Ungkap Masa Tunggu Berkurang dan Layanan Jemaah Meningkat
Kamis, 18 Juni 2026 - 16:43:00 Wib Umum
SMSI Riau Gelar Workshop Transformasi New Media dan Jurnalisme di Era Kecerdasan Buatan
Selasa, 16 Juni 2026 - 23:54:00 Wib Umum
PWI Riau Gelar Anugerah Jurnalistik Ali Kelana 2026, Tema Pembangunan Energi Berkelanjutan
Senin, 15 Juni 2026 - 15:40:00 Wib Umum