"Padahal Riau sangat potensial didirikan industri hilir kelapa sawait mengingat daerah ini merupakan penghasil sawit terbesar di Indonesia," ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (VBappedal) Riau Emrizal Pakis di Pekanbaru.
Dia menyebutkan, Saat ini di Riau terdapat 1,6 juta hektar kebun kelapa sawit dengan hasil produksi enam juta ton pertahunnya yang hingga kini dinikmati pihak luar. "Padahal kalau industri hilir dibangun di Riau, akan menghasilkan pemasukan cukup besar bagi Riau," ungkapnya.
Selama ini, menurut Emrizal lagi, yang menjadi kendala pembanguna industri hilir di Riau disebabkan masih sangat terbatasnya infrastruktur, khusus akses jalan. Akibatnya investor jadi enggan membangun industri hilir tersebut di Riau.
Untuk membangtun infrastruktur itu memang membutuhkan dana sangat besar, sehingga tidak mungkin jika Raiau saja yang melakukannya. "Untuk membangun akses jalan itu perlu adanya bantuan dari pemerintah pusat," tambahnya.(ad)
Riau Harus Memiliki Industri Hilir Kelapa Sawit
Kiki
Selasa, 28 Juli 2009 - 06:51:36 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau harus memiliki industri hilir kelapa sawit. Selama ini akibat tidak adanya industri hilir kepala sawit, Pemprov Riau kehilangan penerimaan triliunan rupiah per tahun.
Pilihan Redaksi
IndexEkonomi Digital dan Ilusi Solusi bagi Korban PHK
Pemerintah Serahkan DIM RUU PPRT ke DPR, Komitmen Lindungi Hak Pekerja Rumah Tangga
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekor Penjualan Kuartal I 2026, Kia Bukukan Pertumbuhan Global 779.169 Unit
Senin, 20 April 2026 - 23:23:24 Wib Ekonomi & Bisnis
Desain Futuristik dan Fitur ADAS Jadi Alasan Konsumen Pilih Kia The All-New Carens untuk Mobilitas Keluarga
Kamis, 16 April 2026 - 11:07:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Mudahkan Produktivitas, Pelanggan IM3 dan Tri Kini Bisa Akses Google Gemini Melalui Paket Bundling
Rabu, 08 April 2026 - 21:19:13 Wib Ekonomi & Bisnis
Trafik Data Indosat Melonjak 20 Persen di Lebaran 2026, Teknologi AI Jamin Jaringan Tanpa Jeda
Rabu, 25 Maret 2026 - 20:33:00 Wib Ekonomi & Bisnis