Kepala Kantor BMKG Pekanbaru Philip Mustamu melalui staf analisa Rahmad Tauladani mengatakan, gelombang laut mencapai ketinggian maksimum antara 2 meter hingga 2,5 meter di wilayah perairan Pulau Tujuh Natuna, Matak, Tarempa dan Dabo Singkaep sekitarnya.
Selanjutnya ketinggian gelombang laut relatif rendah maksimum hanya 1,25 meter meter terjadi di wilayah peraaran Btam, Selat Singapura dan Tanjung Pinang sekitarnya. Pantauan BMKG mendapatkan gelombang tinggi dipicu oleh tekanan rendah yang terjadi di Laut Cina Selatan yang berhadapan dengan perairan Kepri tersebut.
"Pelayaran mesti waspada terhadap gelombang tinggi di wilayah Perairan Kepri. Terutama bagi pelayaran nelayan yang sering menggunakan kapal kecil melaut yang melewati perairan Pulau Tujuh Natuna sekitarnya. Keadaan ini perlu diwaspadai karena gelombang pasang selalu disertai cuaca buruk dan angin kencang,"ungkap Rahmad kepada RiauInfo.
Namun, perairan Riau dan Selat Melaka dinyatakan masih tetap dalam keadaan kondusif bagi pelayaran. Pernyataan terebut menyusul ketinggian gelombang laut hanya berkisar 1,25 meter di Perairan Bengkalis, Dumai dan Selatpanjang sekitarnya.(Surya)
Gelombang Kepri Masih Perlu Diwaspadai
Kiki
Kamis, 12 November 2009 - 02:44:15 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Pelayaran diminta waspada terhadap gelombang tinggi di wilayah perairan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (12/11/09) ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan tersebut menyusul ketinggian gelombang laut maksimum mencapai 2,5 meter di Kepri.
Pilihan Redaksi
IndexEMP dan SKK Migas Bahas Sinergi Media serta Target Produksi 2030
Suyudi Ario Seto Dilantik Jadi Kapolri, Pangkat Naik Jadi Jenderal
IKA USU Riau Dilantik, Syahroni Targetkan Organisasi Mandiri
Indosat Perpanjang Masa Jabatan Vikram Sinha, Perkuat Strategi AI
PT Riau Cargo Samudra Rayakan Milad ke-6, Perkuat Bisnis Logistik
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Lingkungan
PT Arara Abadi dan IKPP Padamkan Karhutla Dekat SMAN 2 Tualang Siak
Kamis, 10 September 2026 - 13:52:54 Wib Lingkungan
Basuki Hadimuljono: Pengendalian Karhutla Nusantara Butuh Kolaborasi
Ahad, 06 September 2026 - 09:10:00 Wib Lingkungan
El Niño Sangat Kuat, WMO Peringatkan Risiko Cuaca Ekstrem hingga 2027
Jumat, 04 September 2026 - 05:56:00 Wib Lingkungan
Cuaca Riau 29 Agustus: Pekanbaru Masih Diselimuti Udara Kabur Berkabut
Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:53:00 Wib Lingkungan