Untuk tahap awal, masing-masing daerah akan mendapatkan 600 ekor kambing yang diharapkan dapat dipelihara dengan baik melalui proses pengembangan sentra ternak kambing disana, sehingga kambing-kambing itu nantinya terus bertambah.
"Kita sengaja memiliki ternak kambing, karena hewan ini tidak terlalu sulit mengembangkannya, tidak sesulit ternak sapi," ungkap Kepala Dinas Peternakan Riau, Patrianov di Pekanbaru. Selain itu dana yang dibutuhkan juga tidak terlalu besar.
Sedangkan dipilihnya keempat daerah sebagai cluster peternakan kambing, karena letaknya berdekatan dengan negara tetangga Malaysia dan Singapura. Kedua negara tetangga itu ditargetkan akan menjadi pasar terbesar dari daging kambing dari Riau.
Dia menyebutkan, jika program peternakan kambing ini berhasil, maka akan dilebarkan lagi ke darah pesisir lainnya, seperti Indragiri Hilir dan Rokan Hilir. "Kambing yang akan dikembangkan itu didatangkan dari Lampung," jelasnya.(ad)
Riau Bakal Jadi Cluster Peternakan Kambing di Sumatera
Kiki
Senin, 28 Desember 2009 - 02:08:32 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Tahun 2010 mendatang sebanyak empat daerah di Riau akan dijadikan sebagai cluter peternakan kambing di Sumatera. Keempat daerah itu masing-masing Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak dan Kabupaten Kepulauan Meranti.
Pilihan Redaksi
IndexAkhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Judi Online di Indonesia: Regulasi, Dampak Sosial-Ekonomi, dan Statistik
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
PWI Riau Gelar Buka Bersama Mitra, Perkuat Integritas Wartawan di Tengah Tantangan Industri Media
Selasa, 10 Maret 2026 - 23:46:00 Wib Umum
Akhmad Munir Terima Laporan Konkernas PWI 2026, Siap Sinkronisasi AD/ART Organisasi
Senin, 09 Maret 2026 - 14:07:00 Wib Umum
Hadapi Tantangan Pemilu, Guru Besar STIK Ingatkan Media Waspada Misinformasi dan AI
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:32:24 Wib Umum
Ketua SMSI Riau Hadiri Rapimnas di Jakarta, Bahas Nasib Media Digital Pasca Pertemuan Prabowo-Trump
Ahad, 08 Maret 2026 - 14:09:00 Wib Umum