"Pengawasan pasti akan berjalan sesuai dengan tingkat dan jumlah barang yang beredar terutama produk luar itu nantinya. Karena, salah satu syarat yang mesti dipenuhi produk impor, terutama jenis makanan dan minuman, mesti punya kode izin edarnya di Indonesia,"ungkap anggota pengawas BPOM Pekanbaru, Adrizal.
Sementara itu, sejumlah pelaku usaha menyatakan peran dari BPOM merupakan hal penting bagi konsumen yang mayoritas muslim di Riau. Sehingga konsumen sendiri merasa aman dan bisa memilih produk yang mereka butuhkan.
"Sebaiknya konsumen menyadari produk dalam negeri ini sangat aman untuk dikonsumsi. Mungkin prosuk yang diluar jenis makanan dan minuman bisa jadi akan berpengaruh terhadap industri nasional. Tapi bagi produk makanan dan minuman, masih diragukan konsumen kita,"ungkap pelaku usaha kepada RiauInfo.(Surya)
ASIAN FREE TRADE AREA (AFTA), Halal Jadi Kekuatan Produk Lokal Bersaing Menghadapi AFTA
Kiki
Selasa, 19 Januari 2010 - 12:51:16 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Pasar bebas yang telah resmi berjalan mulai Januari 2010 ini semakin mendesak produk nasional. Berbagai kecemasan membayangi pelaku usaha dan konsumen. Salah satu kecemasan konsumen nasional adalah segi keamanan produk impor yang akan bebas masuk ke Indonesia, termasuk ke Riau segai salah satu gerbang pasar internasional selama ini. Untuk itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) meningkatkan perannya dengan pengawasan yang lebih tinggi terhadap produk luar tersebut.
Pilihan Redaksi
IndexTulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Umum
LCP Riau Property Gelar Charity Expo dan Bakti Sosial di Mal Ciputra
Sabtu, 25 April 2026 - 20:58:00 Wib Umum
Perkuat Solidaritas Pers Asia Tenggara, Ketum PWI Pusat Pimpin Delegasi ke General Assembly CAJ di Malaysia
Sabtu, 25 April 2026 - 18:32:00 Wib Umum
KONI Kampar Sabet Juara Mini Soccer Cup 2026, Syahrul Aidi dan Amal Fathullah Unjuk Gigi
Sabtu, 25 April 2026 - 12:57:14 Wib Umum
Mengenang Zulmansyah Sekedang, Ketum PWI Pusat: Sosok yang Sangat Dihargai Hingga Akhir Hayat
Jumat, 24 April 2026 - 20:45:32 Wib Umum