Tim pengembangan yang dimotori Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Riau itu, sedikitnya telah mendapatkan data untuk pengembangan cluster di Riau. Kepala Bappeda Riau Emrizal Pakis mengatakan, infrastruktur dan sejumlah fasilitas pendukung cluster tersebut akan menelan Rp.30,5 Triliun. Dana ini diharapkan akan didapat dari APBN pemerintah pusat, APBD Provinsi dan APBD daerah.
Sedangkan rencana pembangunan infrastruktur dan koordinasi usaha yang terkait cluster industeri hilir sawit Riau ini ditargetkan akan tercapai pada 2015 mendatang. Dengan adanya cluster tersebut, Pemprov Riau mempunyai harapan untuk meningkatkan perekonomian Riau dan nasional secara umum.
Cluster akan lebih memberi nilai ekonomis terhadap produk industeri sawit di Riau ke depan. Cluster dinilai akan mampu mendukung produksi turunan dari CPO sawit menjadi berbagai produk kebutuhan harian, seperti bahan makanan, sabun dan kebutuhan rumah tangga harian lainnya.(Surya)
Cluster Sawit Riau Butuh Rp.30,5 Triliun
Kiki
Selasa, 02 Februari 2010 - 07:20:59 WIB
PEKANBARU (RiauInfo) - Untuk menindaklanjuti cluster industeri hilir CPO kelapa sawit di Riau, Pemperintah Provinsi Riau telah membentuk tim pengembangan. Tim ini emnysun dan merencanakan serta menyimpulkan langkah yang tepat untuk mewujudkan cluster industeri hilir kelapa sawit di Dumai dan Kuala Enok, Inhil.
Pilihan Redaksi
IndexSMSI Riau Bongkar Strategi Bertahan Media di Era AI dan Media Sosial
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Tulis Komentar
IndexBerita Lainnya
Index Ekonomi & Bisnis
Rekomendasi HP 1 Jutaan Terbaik Saat Ini Cek di Blibli
Kamis, 18 Juni 2026 - 09:59:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Gandeng Adobe dan Kemenekraf, Indosat Siap Cetak Kreator Digital Berbasis AI
Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI
Rabu, 10 Juni 2026 - 13:18:00 Wib Ekonomi & Bisnis
Inovasi AI SATSPAM Indosat Jadi Studi Kasus London Business School
Selasa, 09 Juni 2026 - 23:00:00 Wib Ekonomi & Bisnis