Akhmad Munir Ingatkan Pers Jaga Kebenaran dan Kredibilitas di Era AI

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:53:00 WIB
Akhmad Munir menegaskan kebenaran, kredibilitas, dan profesionalisme merupakan kekuatan utama pers di era AI.

BANDUNG (RiauInfo) – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Akhmad Munir mengingatkan insan pers agar menjaga kebenaran, kredibilitas, dan profesionalisme di tengah disrupsi media akibat perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan media sosial.

Pesan tersebut disampaikan Akhmad Munir saat melantik Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon beserta jajaran pengurus periode 2026–2031 di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Jumat (2/10/2026).

Munir menegaskan, tantangan pers bukan sekadar persaingan antarmedia. Perubahan teknologi membuat informasi semakin mudah diproduksi dan disebarkan, termasuk konten yang belum terverifikasi.

“Kebenaran dan kredibilitas harus tetap menjadi kekuatan utama pers.” 

Prinsip tersebut menjadi pembeda karya jurnalistik dari konten yang beredar bebas di ruang digital.

Menurut Munir, wartawan harus mampu beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan akurasi, verifikasi, konfirmasi, keberimbangan, dan kode etik jurnalistik. AI dapat membantu pekerjaan pers, tetapi tanggung jawab memastikan kebenaran informasi tetap berada pada wartawan.

PWI, yang memiliki lebih dari 30 ribu anggota, juga memikul tanggung jawab menjaga kemerdekaan pers, mencerdaskan masyarakat, dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa. Munir mengingatkan pengurus organisasi agar mempertanggungjawabkan kepercayaan melalui kerja nyata.

Dedi Mulyadi Tekankan Objektivitas Pers

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi turut mengingatkan wartawan agar menjaga independensi dan objektivitas dalam pemberitaan.

“PWI organisasi tertua di Indonesia, organisasi terbesar untuk objektif dalam menyajikan pemberitaan,” kata Dedi.

 

Di tengah maraknya buzzer, influencer, dan konten berbasis algoritma, pers harus tetap bekerja berdasarkan fakta dan verifikasi. Wartawan tidak semestinya larut dalam pertarungan opini di ruang digital.

PWI Jabar Perkuat Profesionalisme

Ketua PWI Jawa Barat Tantan Sulthon menegaskan, pelantikan pengurus periode 2026–2031 bukan sekadar seremonial, melainkan awal untuk menjaga marwah pers nasional.

PWI Jawa Barat memiliki sekitar 1.000 anggota yang tersebar di kabupaten/kota serta empat kelompok kerja di Bandung. Potensi tersebut diharapkan memperkuat peran wartawan dalam mengawal pembangunan daerah.

Kemitraan dengan pemerintah, menurut prinsip yang ditekankan dalam pelantikan, tidak boleh menghilangkan independensi pers. Wartawan tetap harus menjalankan fungsi kontrol sosial, menyampaikan kritik, dan mengawasi kebijakan publik.

Di tengah perkembangan AI dan media sosial, tantangan PWI Jawa Barat adalah memastikan wartawan tetap profesional dan dipercaya masyarakat. Teknologi boleh berubah, tetapi kebenaran, independensi, dan tanggung jawab kepada publik harus tetap menjadi prinsip utama pers.

 

 

Terkini