PEKANBARU (RiauInfo) – Lomba Karya Tulis Jurnalistik (LKTJ) Ali Kelana 2026 yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menjadi salah satu sarana untuk mengukur kualitas karya jurnalistik wartawan di Riau. Puncak rangkaian kegiatan akan digelar di Pekanbaru, Senin (15/9/2026), bersamaan dengan pengumuman pemenang dan pemberian hadiah.
LKTJ Ali Kelana merupakan lomba jurnalistik tahunan yang diperuntukkan bagi wartawan anggota PWI Riau. Pada 2026, lomba tersebut didukung penuh oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan yang juga diisi diskusi bertajuk “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau”.
Ketua PWI Riau, H. Raja Isyam Azwar, mengatakan LKTJ Ali Kelana memiliki arti penting bagi PWI Riau karena lomba tersebut tidak sekadar menjadi ajang kompetisi. LKTJ juga menjadi ruang untuk melihat dan menilai kualitas karya jurnalistik wartawan di tengah perubahan ekosistem media.
“Dari LKTJ Ali Kelana inilah kami di PWI Riau melihat dan mengukur kualitas karya jurnalistik wartawan di Riau. Dari sini gambaran keseluruhan karya-karya jurnalistik itu bisa dilihat dan dinilai,” jelas Raja Isyam.
LKTJ Ali Kelana 2026 telah dibuka sejak Juli hingga 15 Agustus 2026. Setelah masa penerimaan karya berakhir, karya-karya peserta dinilai oleh tiga juri, yakni Raja Isyam Azwar, Hary B Koriun, dan Muhammad Amin.
Total Hadiah Rp10 Juta
PWI Riau menyediakan total hadiah sebesar Rp10 juta untuk LKTJ Ali Kelana 2026. Pemenang utama mendapatkan trofi bergilir serta hadiah uang sebesar Rp7.500.000.
Selain pemenang utama, terdapat lima nominator yang masing-masing memperoleh hadiah sebesar Rp500.000. Skema penghargaan tersebut menjadi bagian dari apresiasi PWI Riau terhadap karya jurnalistik yang dinilai terbaik dalam LKTJ Ali Kelana 2026.
Menurut Raja Isyam, keberadaan LKTJ juga penting untuk memberikan gambaran mengenai kemampuan wartawan Riau dalam menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas. Penilaian terhadap karya peserta menjadi salah satu cara untuk melihat kualitas jurnalistik anggota PWI Riau.
Saat ini, jumlah anggota PWI Riau disebut telah mencapai lebih dari 1.000 anggota. Karena itu, LKTJ Ali Kelana memiliki ruang yang cukup penting sebagai kompetisi sekaligus sarana evaluasi kualitas karya jurnalistik wartawan yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Tantangan Kualitas Jurnalistik di Era Media Sosial
Penyelenggaraan LKTJ Ali Kelana 2026 berlangsung ketika pers arus utama menghadapi perubahan besar akibat perkembangan internet dan media sosial. Pertumbuhan media berbasis internet dan media sosial membuat pers profesional harus beradaptasi untuk mempertahankan keberadaan dan relevansinya.
Di sisi lain, media arus utama juga menghadapi tekanan ekonomi. Pendapatan dari iklan, advertorial, dan sumber pendapatan tradisional media mengalami tantangan di tengah perubahan pola masyarakat dalam mengonsumsi informasi.
Raja Isyam mengatakan kondisi tersebut membuat kualitas karya jurnalistik menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian. Menurut dia, pers profesional tetap memiliki tanggung jawab untuk mengedepankan akurasi, konfirmasi, verifikasi, dan kejujuran dalam menghasilkan berita.
“Benarkah masyarakat lebih percaya kerja serius pers atau hanya mencari konten viral yang dikerjakan tanpa verifikasi dan akurasi yang ketat?” tambah Raja Isyam.
Persoalan tersebut menjadi salah satu latar belakang digelarnya diskusi “Tantangan dan Masa Depan Pers Riau” yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan LKTJ Ali Kelana 2026. Diskusi menghadirkan Erwin Ardian, Pemimpin Redaksi Tribun Pekanbaru, serta akademisi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau (FISIPOL Unri), Suyanto S.Sos., M.Sc., Ph.D.
Diskusi tersebut akan dipandu langsung oleh Raja Isyam Azwar. Forum ini diarahkan untuk membahas berbagai tantangan yang dihadapi pers Riau dan mencari solusi agar pers tetap dapat menjalankan peran pentingnya di tengah perkembangan media sosial.
PWI Riau Apresiasi Dukungan PHR
Rangkaian LKTJ Ali Kelana 2026 mendapatkan dukungan penuh dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Dukungan tersebut mencakup rangkaian kegiatan yang terdiri dari pengumuman dan pemberian hadiah LKTJ serta diskusi mengenai masa depan pers Riau.
Raja Isyam menyampaikan apresiasi kepada PHR atas dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. PWI Riau berharap sinergi antara organisasi wartawan dan PHR dapat terus berlangsung pada masa mendatang.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang menyponsori penuh rangkaian kegiatan ini. Semoga sinergitas yang saling menguntungkan ini akan terus terbina,” kata Raja Isyam.
Melalui LKTJ Ali Kelana 2026, PWI Riau tidak hanya memberikan penghargaan kepada wartawan yang menghasilkan karya terbaik. Lomba tersebut juga menjadi bagian dari upaya melihat perkembangan kualitas jurnalistik wartawan Riau di tengah perubahan cepat industri media.
Pemberian penghargaan LKTJ Ali Kelana 2026 pada 15 September 2026 sekaligus menjadi momentum bagi PWI Riau untuk mendorong wartawan terus menghasilkan karya yang memiliki kualitas jurnalistik. Evaluasi melalui kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme pers di Riau.