Suahasil Nazara Resmi Jadi Menteri Keuangan, Ini Prioritas Utamanya

Senin, 14 September 2026 | 16:34:00 WIB
Prioritas Suahasil adalah menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN, dengan target defisit di bawah 3% serta efisiensi yang berorientasi pada hasil dan manfaat bagi masyarakat.

JAKARTA (RiauInfo) – Presiden Prabowo Subianto melantik Prof. Suahasil Nazara, Ph.D. sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia pada 14 September 2026. Pengangkatan tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih dalam sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Pelantikan Suahasil Nazara berlangsung melalui sejumlah tahapan resmi, mulai dari pembacaan Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026 hingga pengambilan sumpah jabatan. Keputusan tersebut dibacakan oleh Deputi Bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara.

Setelah keputusan dibacakan, Presiden Prabowo Subianto memimpin pengambilan sumpah janji jabatan Menteri Keuangan yang dilakukan menurut agama Kristen Protestan. Suahasil kemudian menandatangani berita acara pelantikan dengan disaksikan Presiden Prabowo.

Prioritas Suahasil: Menjaga Kesehatan APBN

Usai pelantikan, Suahasil Nazara menyampaikan keterangan pers mengenai prioritas kerja sebagai Menteri Keuangan. Suahasil menegaskan komitmennya menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara, termasuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Suahasil mengatakan arahan khusus Presiden Prabowo Subianto adalah menjaga keuangan negara agar tetap sehat dan kredibel. APBN, menurut Suahasil, harus mampu mendukung pelaksanaan program-program prioritas pemerintah.

"Artinya menjaga kesehatannya dan menjaga kredibilitas keuangan negara. APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah," jelas Suahasil. 

 

Dalam menjalankan kebijakan fiskal, Suahasil juga menyebut target menjaga defisit APBN berada di bawah 3%. Target tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan kesehatan dan kredibilitas keuangan negara.

Suahasil juga menjelaskan pandangannya mengenai efisiensi anggaran. Menurut Suahasil, efisiensi tidak semata-mata berarti memangkas belanja pemerintah.

"Efisiensi bukan sekadar memotong belanja, tetapi menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal yang bermanfaat buat masyarakat," ujar Suahasil.

 

Dengan pendekatan tersebut, efisiensi APBN diarahkan pada penggunaan anggaran yang menghasilkan output sesuai dengan rencana. Belanja yang tersedia diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Amanat Presiden tentang Kemandirian Bangsa

Dalam pelantikan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya kemandirian bangsa. Salah satu fokus yang ditekankan adalah swasembada pangan dan energi sebagai elemen penting dalam pembangunan nasional.

Amanat mengenai swasembada pangan dan energi menjadi konteks penting bagi Kementerian Keuangan dalam mendukung program prioritas pemerintah. Kebijakan keuangan negara diharapkan dapat menopang agenda pembangunan dan kemandirian nasional.

Pengangkatan Suahasil Nazara juga membawa pengalaman panjang di bidang ekonomi, kebijakan fiskal, pemerintahan, dan akademik. Sebelum menjadi Menteri Keuangan, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Perjalanan Karier Suahasil Nazara

Suahasil Nazara dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih. Dalam posisi tersebut, Suahasil membantu Menteri Keuangan memimpin pelaksanaan tugas Kementerian Keuangan.

Karier Suahasil di bidang akademik dimulai sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia pada 1999. Suahasil kemudian meraih gelar Guru Besar bidang Ilmu Ekonomi pada 2009.

Di Universitas Indonesia, Suahasil pernah menjadi Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi pada 2004–2005. Suahasil juga menjabat Kepala Lembaga Demografi pada 2005–2008 dan Ketua Departemen Ilmu Ekonomi pada 2009–2013.

Pengalaman Suahasil dalam kebijakan publik berkembang melalui sejumlah posisi. Ia pernah menjadi anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal pada 2009–2011, Wakil Ketua Komite Pengawas Pelaksanaan Otonomi Daerah pada 2009–2015, serta Koordinator Pokja Kebijakan di Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan pada 2010–2015.

Suahasil juga pernah menjadi Anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional pada 2013–2014. Pengalaman tersebut memperluas keterlibatannya dalam perumusan kebijakan ekonomi dan pembangunan nasional.

Karier Suahasil di Kementerian Keuangan semakin signifikan ketika ia ditugaskan sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal secara definitif pada 31 Oktober 2016. Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi strategis dalam perumusan kebijakan fiskal nasional.

Pada 25 Oktober 2019, Suahasil dipercaya menjadi Wakil Menteri Keuangan dalam Kabinet Indonesia Maju. Dalam posisi tersebut, Suahasil mendampingi Menteri Keuangan dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan fiskal nasional.

Latar Belakang Pendidikan Ekonomi

Suahasil Nazara meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994. Setelah itu, Suahasil melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science (M.Sc.) pada 1997.

Pendidikan doktoralnya ditempuh di University of Illinois at Urbana-Champaign, Amerika Serikat. Suahasil memperoleh gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) bidang ekonomi pada 2003.

Dengan pengalaman akademik dan pemerintahan tersebut, Suahasil kini memimpin Kementerian Keuangan pada sisa masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Fokus awal yang disampaikan Suahasil adalah menjaga kesehatan serta kredibilitas keuangan negara, memastikan APBN mendukung program prioritas pemerintah, dan meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran.

Terkini