Indonesia Dorong Meaningful AI agar Beri Manfaat Ekonomi Nyata

Ahad, 06 September 2026 | 10:31:00 WIB
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mendorong Meaningful AI, yaitu AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian.

JAKARTA (RiauInfo) – Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia Meutya Hafid mendorong pengembangan Meaningful AI atau kecerdasan buatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Arah pengembangan AI Indonesia dinilai perlu bergeser dari sekadar kecanggihan teknologi menuju penerapan yang menghasilkan dampak bagi kehidupan sehari-hari dan perekonomian.

Meutya Hafid menyampaikan hal tersebut saat menghadiri 11th International Scholas Chairs Congress 2026: Artificial Intelligence and Human Meaning di Kura-Kura Bali, Jumat, 4 September 2026. Dalam forum tersebut, Meutya menekankan pentingnya memastikan perkembangan kecerdasan buatan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

“Tujuan bersama kita adalah mengembangkan Meaningful AI, yaitu AI yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Meutya. 

 

Pernyataan itu menegaskan bahwa keberhasilan AI tidak hanya diukur dari kemampuan teknologi, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

AI Mulai Masuk Penggunaan Sehari-hari

Meutya mengatakan perkembangan AI telah bergerak cepat dari tahap eksperimen menuju penggunaan dalam aktivitas sehari-hari. Penerapan tersebut antara lain mencakup sektor kesehatan, pendidikan, dan layanan publik.

Menurut Meutya, perubahan tersebut membuat pemerintah dan institusi perlu memikirkan tujuan penggunaan AI secara lebih serius. “Pertanyaannya bukan lagi semata-mata apa yang mampu dilakukan mesin, tetapi apakah manusia dan institusi siap mengarahkan AI menuju tujuan yang bermakna,” ujarnya.

Konsep Meaningful AI yang disampaikan Meutya memiliki lima dimensi utama. Kelima dimensi tersebut meliputi peningkatan produktivitas tenaga kerja, peningkatan manfaat publik, perluasan inklusi digital, penguatan daya saing nasional, serta peningkatan ketahanan terhadap ancaman siber dan perubahan iklim.

Pendekatan tersebut menempatkan AI bukan hanya sebagai teknologi digital, tetapi sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi. Bagi dunia usaha, kemampuan mengintegrasikan AI ke dalam proses operasional menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung efisiensi dan produktivitas.

Dampak AI Mulai Terukur

Pemerintah juga mencatat sejumlah penerapan teknologi digital yang telah menghasilkan dampak terukur. Meutya menyebut teknologi Internet of Things (IoT) di sektor pertanian telah membantu mengurangi penggunaan pupuk lebih dari 40%.

Di sektor perikanan, penggunaan perangkat digital disebut telah meningkatkan produksi lebih dari 40%. Data tersebut menjadi contoh bagaimana teknologi dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat konkret pada sektor ekonomi produktif.

Pemerintah juga telah memberikan pelatihan pemanfaatan AI kepada 150 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Wonogiri dan Banyuwangi. Pelatihan tersebut mencakup pemanfaatan AI untuk perencanaan bisnis, pembangunan merek atau branding, serta pemasaran digital.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemanfaatan AI tidak hanya diarahkan kepada perusahaan teknologi berskala besar. UMKM juga menjadi bagian dari ekosistem pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung kegiatan bisnis.

Pemerintah Siapkan Peta Jalan AI

Untuk mengatur perkembangan AI secara lebih aman dan terarah, pemerintah sedang menyiapkan Peta Jalan Nasional AI 2026–2029. Pemerintah juga mempersiapkan regulasi etika AI berbasis risiko.

Regulasi tersebut akan memberikan perhatian pada sejumlah aspek penting, termasuk perlindungan data, transparansi, dan keselamatan manusia. Kerangka tersebut disiapkan untuk memastikan penerapan AI tetap memperhatikan risiko yang muncul seiring meningkatnya penggunaan teknologi.

Meutya menegaskan bahwa masa depan AI tidak hanya ditentukan oleh algoritma, kapasitas komputasi, maupun besarnya investasi. Menurut Menteri Komunikasi dan Digital tersebut, nilai, pilihan, dan tanggung jawab manusia juga menentukan arah perkembangan AI.

Pemerintah dengan demikian mendorong agar transformasi AI Indonesia menghasilkan manfaat yang dapat diukur bagi masyarakat dan perekonomian. Pengembangan Meaningful AI menjadi bagian dari upaya memastikan kecerdasan buatan digunakan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas manfaat teknologi, serta memperkuat daya saing nasional.

Terkini