Runjian Perluas Bisnis AI, Indonesia Jadi Basis Ekspansi ASEAN

Jumat, 04 September 2026 | 11:45:00 WIB
Runjian Co., Ltd. memperluas bisnis AI dan komputasi di ASEAN dengan Indonesia sebagai salah satu basis operasional.

SINGAPURA (RiauInfo) – Perusahaan teknologi asal China, Runjian Co., Ltd., memperluas bisnis kecerdasan buatan (AI) dan komputasi di kawasan Asia Tenggara dengan Indonesia sebagai salah satu basis operasional untuk mendorong ekspansi di pasar ASEAN.

Strategi tersebut diperkenalkan Runjian dalam AIMX Singapore 2026 yang berlangsung pada 26–27 Agustus 2026 di Sands Expo & Convention Centre, Singapura. Dalam kegiatan itu, Runjian memperkenalkan Token-as-a-Service (TaaS) sebagai model layanan yang memungkinkan perusahaan mengakses kapasitas komputasi untuk kebutuhan AI secara lebih fleksibel.

Sebagai Sponsor Platinum AIMX Singapore 2026, Runjian mengusung tema “Token as a Service: Powering a Smarter ASEAN”. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya Runjian mengembangkan bisnis berbasis Token di pasar internasional. 

Kapasitas Komputasi Jadi Kunci Adopsi AI

Vice President Runjian Co., Ltd. Athena Zhao mengatakan kebutuhan terhadap kapasitas komputasi akan menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat adopsi AI di Asia Tenggara.

“Model Token-as-a-Service sangat potensial dalam mendukung adopsi AI di Asia Tenggara. TaaS dapat membantu perusahaan memperoleh akses terhadap kapasitas komputasi secara lebih inklusif dan sesuai kebutuhan sehingga penerapan AI dalam skala besar dapat dilakukan dengan lebih efisien,” kata Athena Zhao. 

Model TaaS memungkinkan perusahaan menggunakan kapasitas komputasi berdasarkan kebutuhan tanpa harus membangun seluruh infrastruktur AI secara mandiri. Pendekatan tersebut dapat memberikan fleksibilitas dalam investasi dan penggunaan sumber daya komputasi.

Ekspansi Runjian di ASEAN juga melanjutkan aktivitas perusahaan di Indonesia yang sebelumnya mencakup proyek pusat data, infrastruktur digital, komunikasi, serta digitalisasi kawasan industri. 

Portofolio Runjian di Indonesia

Salah satu proyek Runjian di Indonesia adalah Morowali Smart Park di Sulawesi Tengah. Dalam proyek tersebut, Runjian menangani berbagai kebutuhan infrastruktur digital, termasuk server room, jaringan dan penyimpanan data, transmisi data, gateway, monitoring, jaringan kabel dan nirkabel, access control, serta sistem catu daya.

Runjian Indonesia juga terlibat dalam pengembangan data center J&T Express. Untuk tahap II dan III ekspansi, Runjian menyediakan server, perangkat keamanan jaringan, switch, router, serta dukungan teknis dan operasional pemeliharaan.

Pengalaman dalam proyek infrastruktur digital dan pusat data tersebut menjadi salah satu fondasi Runjian dalam mengembangkan layanan komputasi berbasis kebutuhan di Indonesia dan kawasan ASEAN. 

Indonesia Punya Ruang Besar untuk Infrastruktur AI

Pertumbuhan ekonomi digital membuat Indonesia menjadi salah satu pasar yang menarik bagi pengembangan infrastruktur AI dan komputasi. Peningkatan penggunaan komputasi awan, perdagangan elektronik, teknologi finansial, serta aplikasi berbasis AI ikut mendorong kebutuhan terhadap pusat data dan kapasitas komputasi.

Data Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang dikutip Runjian mencatat terdapat 185 pusat data di Indonesia dengan total kapasitas 274 MW.

Kapasitas pusat data tersebut ditargetkan meningkat menjadi lebih dari 2.000 MW pada 2029. Peningkatan kapasitas menunjukkan adanya ruang pertumbuhan bagi penyedia infrastruktur dan layanan komputasi di Indonesia. 

Pertumbuhan kebutuhan tersebut tidak hanya menciptakan peluang bagi perusahaan teknologi. Ekspansi AI dan data center juga berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap listrik, energi terbarukan, lahan industri, jaringan fiber optic, serta properti yang mendukung operasional pusat data.

Bagi perusahaan yang mulai mengadopsi AI, model seperti TaaS menawarkan alternatif untuk mendapatkan kapasitas komputasi tanpa harus menanggung seluruh investasi infrastruktur sejak tahap awal. Model tersebut sekaligus membuka peluang pemanfaatan infrastruktur komputasi secara lebih fleksibel.

Runjian Perluas Portofolio AI di ASEAN

Dalam AIMX Singapore 2026, Runjian turut memperkenalkan sejumlah solusi teknologi, antara lain Wuxiang Cloud Valley Token Factory, Apollo 11 CEL, Lawer — ASEAN Legal AI Agent, Hanmate — Online Chinese Learning Platform, dan iRun Renewable Energy Platform.

Portofolio tersebut mencakup layanan komputasi, pengelolaan energi hijau, pendidikan berbasis teknologi, transformasi digital perusahaan, hingga tata kelola pemerintahan digital.

Vice President AI Business Group Runjian Co., Ltd. Jake Yin menjelaskan keunggulan pendekatan ontology-native pada platform Apollo 11. Platform tersebut dikembangkan untuk membantu perusahaan mengatasi aplikasi AI yang terpisah-pisah sekaligus membangun sistem AI yang lebih independen, dapat dikendalikan, dan terus dikembangkan. 

Selain Indonesia, Runjian telah membuka kantor cabang di Kuala Lumpur, Malaysia, dan Thailand. Perusahaan menyatakan cakupan bisnisnya telah menjangkau negara-negara utama di ASEAN, dengan Indonesia menjadi salah satu basis penting karena melihat peluang pertumbuhan kebutuhan komputasi dan infrastruktur digital domestik.

Ke depan, Runjian berencana memperkuat kerja sama dengan mitra global dan lokal untuk membangun ekosistem AI regional. Perusahaan juga menargetkan pengembangan ekosistem teknologi yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital antara China dan ASEAN. 

 

Terkini