Indosat Gandeng Nokia dan NVIDIA Kembangkan Jaringan 5G Terintegrasi AI

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:18:00 WIB
Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison dan Justin Hotard, President dan CEO Nokia

JAKARTA (RiauInfo) – PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Nokia dan NVIDIA untuk memodernisasi jaringan seluler di Indonesia melalui penerapan 5G Radio Access Network (RAN) yang mutakhir. Langkah besar ini dilakukan untuk memperluas jaringan 5G Indosat pada pita frekuensi rendah dan menengah guna menjangkau pelanggan di seluruh pelosok negeri. Melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan, kemitraan tiga arah ini siap menghadirkan layanan baru berbasis AI dan pengalaman digital yang inovatif bagi masyarakat.

Kerja sama yang diumumkan di Espoo, Finlandia, pada Rabu (10/6/2026) kemarin, menempatkan Nokia sebagai mitra teknologi utama. Perusahaan telekomunikasi global tersebut akan menyokong infrastruktur konektivitas yang tidak hanya berkinerja tinggi, tetapi juga responsif dan andal. Sebagai wartawan, peningkatan kapasitas jaringan ini diproyeksikan mampu melayani kebutuhan digital harian pelanggan dengan lebih lancar, mulai dari hiburan imersif hingga aktivitas produktif.

Modernisasi ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jaringan, kinerja, serta cakupan layanan secara menyeluruh di wilayah Indonesia. Jaringan yang telah ditingkatkan ini nantinya akan mendukung berbagai penerapan lanjutan bagi pelanggan ritel maupun korporasi. Sektor-sektor utama seperti layanan publik, industri, dan layanan digital akan menjadi fokus utama pemanfaatan teknologi baru ini demi memperluas akses digital secara inklusif.

Menuju Uji Coba AI-RAN di Indonesia

Selain memperkuat konektivitas, inisiatif ini dirancang untuk membangun fondasi infrastruktur digital Indonesia pada fase pertumbuhan berikutnya. Kesepakatan ini mengusung misi bersama untuk menjadikan konektivitas sebagai fondasi kecerdasan melalui arsitektur AI-RAN (Radio Access Network terintegrasi AI). Arsitektur ini menyediakan platform bersama yang menggabungkan fungsi konektivitas seluler dengan kekuatan komputasi kecerdasan buatan.

Kolaborasi antara Indosat, Nokia, dan NVIDIA saat ini tengah bersiap untuk mencapai tonggak sejarah berikutnya di tanah air. Setelah berhasil menyelesaikan panggilan AI-RAN pertama pada ajang Mobile World Congress 2026 lalu, ketiga perusahaan kini bersiap melakukan uji coba lapangan di Indonesia. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, uji coba lapangan tersebut ditargetkan berjalan pada akhir tahun 2026 mendatang.

Uji coba mendatang juga akan mendukung pengembangan algoritma AI baru oleh Nokia yang dirancang khusus untuk meningkatkan efisiensi spektrum pada platform AI-RAN NVIDIA. Guna memperkuat ekosistem ini, Indosat terus membangun AI Grid dengan menggabungkan pabrik AI (AI factories) terpusat dan infrastruktur AI-RAN yang terdistribusi. Ekosistem kecerdasan terpadu ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inovasi lokal.

Dampak Nyata bagi Sektor Strategis

Penerapan teknologi canggih ini tercatat telah mempercepat aplikasi nyata di berbagai sektor krusial seperti layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan pertanian. Seluruh upaya pengembangan ini mendapat dukungan penuh dari dua pusat inovasi digital di Jawa Timur. Pusat komputasi tersebut adalah AI-RAN Innovation Center yang berada di Surabaya serta ekosistem NVIDIA AI Technology Center.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyatakan bahwa perusahaan terus berkembang untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Menurutnya, kolaborasi ini memperkuat kesiapan perusahaan dalam melahirkan inovasi digital berikutnya di tanah air.

"Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas serta menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan. Kolaborasi ini menegaskan komitmen kami untuk memberdayakan Indonesia melalui transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan," ujar Vikram Sinha dalam keterangan resminya.

Pergeseran Tren Industri Telekomunikasi Global

Pada kesempatan yang sama, President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menggarisbawahi bahwa babak berikutnya dari evolusi jaringan global akan sangat ditentukan oleh kemampuan operator dalam memadukan konektivitas dan kecerdasan buatan. Kemitraan ini dinilai mencerminkan pergeseran yang lebih luas di industri telekomunikasi dunia saat ini.

"Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia ikut membangun evolusi jaringan berikutnya, yaitu jaringan yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung lebih banyak layanan berbasis AI, dan menciptakan nilai jangka panjang. Kemitraan ini sejalan dengan langkah para operator dalam berinvestasi terhadap jaringan yang mampu memberikan performa tinggi dalam skala besar," kata Justin Hotard menjelaskan.

Pihak NVIDIA turut memberikan pandangan optimistis mengenai implementasi teknologi komputasi mereka di Indonesia. SVP Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, mengapresiasi langkah progresif yang diambil oleh Indosat dan Nokia dalam mentransformasi fungsi jaringan seluler konvensional.

"Indosat dan Nokia menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan. Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia, kami membantu membangun arsitektur di mana AI dan konektivitas dapat berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, menghadirkan aplikasi baru, serta mendukung transformasi digital dalam skala besar," tutur Ronnie Vasishta.

Sebagai bagian dari realisasi kesepakatan, Nokia akan segera menerapkan rangkaian perangkat radio generasi terbaru miliknya di jaringan Indosat. Perangkat keras yang disiapkan meliputi radio Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan canggih. Solusi teknologi ini diklaim mampu mendukung operasional yang lebih cerdas dan memiliki efisiensi energi yang jauh lebih baik.

Rencana ekspansi mencatat bahwa jaringan 5G pada pita frekuensi rendah akan langsung diterapkan di seluruh jaringan Indosat. Sementara itu, untuk 5G pada pita frekuensi menengah ditargetkan mampu menjangkau sekitar 80 persen populasi jaringan dalam kurun waktu 3,5 tahun ke depan. Melalui otomatisasi berbasis AI, kemajuan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata yang berkelanjutan bagi jutaan masyarakat serta pelaku bisnis di Indonesia.

 

Tags

Terkini