Indosat Hadirkan SheHacks 2026 Dorong Perempuan UMKM Manfaatkan Teknologi AI

Senin, 08 Juni 2026 | 12:43:00 WIB
Melalui SheHacks, Indosat berkomitmen memperkuat peran perempuan dalam ekonomi digital. Program ini menghadirkan akses pembelajaran, pendampingan, dan teknologi AI guna membantu perempuan pelaku UMKM mengembangkan usaha yang lebih inovatif, produktif, dan

JAKARTA (RiauInfo) – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) resmi menghadirkan kembali program SheHacks 2026 sebagai langkah nyata untuk menjembatani kesenjangan akses perempuan terhadap kapabilitas digital. Melalui pemanfaatan konektivitas dan teknologi Artificial Intelligence (AI), program ini dirancang guna mendorong perempuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat belajar, berkembang, dan membuka peluang bisnis yang lebih besar dari mana saja.

Langkah ini diambil di tengah transformasi digital yang semakin cepat, di mana perempuan pelaku UMKM sangat membutuhkan akses yang lebih merata terhadap pembelajaran, pendampingan, konektivitas, dan teknologi. Kehadiran inovasi digital tersebut diharapkan dapat membantu para pelaku usaha dalam membangun bisnis yang lebih adaptif, berdaya saing, memperluas akses pasar, serta menjangkau lebih banyak pelanggan.

Kini kecerdasan artifisial atau AI telah membuka peluang baru bagi kaum perempuan untuk mengembangkan ide, meningkatkan produktivitas, serta memahami kebutuhan pelanggan dengan lebih optimal. Bagi UMKM, AI tidak lagi sekadar menjadi teknologi untuk perusahaan besar, melainkan sudah menjadi alat praktis untuk meningkatkan efisiensi dan menyusun strategi pemasaran yang lebih luas.

Pemberdayaan digital ini menjadi semakin krusial mengingat data dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) mencatat bahwa sebesar 64,5% UMKM di Indonesia dimiliki atau dikelola oleh perempuan. Dengan kontribusi yang begitu besar dalam menggerakkan roda ekonomi nasional, akses terhadap teknologi dan AI menjadi kunci utama agar perempuan pelaku UMKM dapat memperkuat kapasitas usaha mereka.

Pendekatan Baru Berbasis Kecerdasan Artifisial

Selama enam tahun terakhir, SheHacks telah berhasil membantu dan mendampingi lebih dari 61.000 perempuan di berbagai wilayah di Indonesia. Program ini konsisten memberikan penguatan kapasitas bisnis, akses pembelajaran digital, pendampingan, serta pengembangan ekosistem kewirausahaan perempuan yang berbasis pada pemanfaatan teknologi.

Memasuki tahun 2026, SheHacks melanjutkan fokusnya dalam mendorong ekspansi bisnis perempuan melalui pemanfaatan teknologi sebagai enabler usaha. Program tahun ini hadir dengan pendekatan yang lebih relevan terhadap kebutuhan pasar saat ini, yaitu membantu perempuan pelaku UMKM memanfaatkan AI secara praktis untuk meningkatkan produktivitas, memperkuat strategi pemasaran, hingga membuat konten promosi.

SVP Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Ovidia Nomia menyatakan bahwa sejak pertama kali diluncurkan, SheHacks terus berevolusi untuk menjawab kebutuhan perempuan Indonesia yang berkembang. Tahun ini, Indosat memberikan fokus lebih pada teknologi AI karena melihat peran besarnya dalam cara masyarakat belajar, bekerja, berwirausaha, dan berinovasi.

“Melalui SheHacks, kami ingin memastikan perempuan memiliki kesempatan yang setara untuk memahami dan memanfaatkan teknologi, bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai kreator, inovator, dan penggerak pertumbuhan ekonomi. Sejalan dengan semangat #LebihBaik, kami percaya teknologi harus mampu membuka peluang yang lebih luas dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ujar Ovidia Nomia dalam keterangannya di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Ovidia menambahkan bahwa dengan dukungan konektivitas dan AI, pihak Indosat berharap semakin banyak perempuan dapat membangun versi terbaik mereka masing-masing. "Baik dalam memulai usaha, mengembangkan bisnis, maupun menjangkau peluang yang lebih besar di era digital,” tuturnya.

Targetkan Puluhan Ribu Peserta di Berbagai Daerah

Pada tahun ketujuh penyelenggaraannya, SheHacks 2026 menargetkan dapat menjaring sebanyak 27.000 perempuan pelaku UMKM di seluruh Indonesia. Para peserta nantinya akan difasilitasi melalui rangkaian pembelajaran interaktif selama enam bulan yang mencakup self-learning, webinar, workshop online, mentoring, hingga business showcase yang bisa diakses secara fleksibel.

Selain dilaksanakan secara daring, program ini juga diperkuat melalui pelaksanaan workshop offline yang tersebar di 10 kota di Indonesia. Kota-kota yang menjadi sasaran pelaksanaan langsung tersebut meliputi Bandung, Trenggalek, Medan, Bogor, Ternate, Bekasi, Pekanbaru, Badung, Singkawang, dan Sragen.

Di lokasi-lokasi tersebut, para peserta akan mengikuti berbagai agenda mulai dari talkshow inspiratif hingga live selling session bersama perempuan pelaku usaha, komunitas, influencer, dan perwakilan Indosat. Melalui aktivitas ini, peserta diajarkan cara langsung mengaplikasikan teknologi digital untuk kebutuhan usaha sehari-hari mereka.

Tidak hanya itu, para pelaku UMKM perempuan ini juga akan mempelajari pemanfaatan AI untuk mendukung sektor pemasaran, pembuatan konten kreatif, hingga pengelolaan keuangan. Seluruh proses tersebut memanfaatkan Sahabat-AI, sebuah Large Language Model (LLM) asli Indonesia yang sangat aplikatif dan mudah digunakan untuk mendukung operasional bisnis harian.

 

Tags

Terkini