KUALA LUMPUR (RiauInfo) – Confederation of ASEAN Journalists (CAJ) sukses menggelar Sidang Umum ke-21 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Forum internasional ini menjadi momentum krusial bagi para wartawan di kawasan Asia Tenggara untuk memperkuat tali solidaritas serta mempertegas komitmen profesionalisme di tengah dinamika media global yang kian kompleks.
Pertemuan besar ini tidak hanya menjadi ajang regenerasi kepemimpinan, tetapi juga merupakan wujud keberlanjutan visi bersama dalam menjaga marwah jurnalisme. Presiden CAJ periode sebelumnya, Atal S. Depari, menegaskan bahwa organisasi ini harus tetap menjadi garda terdepan dalam menjalankan tanggung jawab sosial kepada masyarakat ASEAN.
Acara bergengsi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Deputy Minister of Communication Malaysia, YB Madam Teo Nie Ching. Selain itu, hadir pula Ketua Umum PWI Pusat Ahmad Munir beserta jajaran pimpinan delegasi dari negara-negara anggota CAJ yang ikut menyaksikan prosesi peralihan tongkat estafet kepemimpinan tersebut.
Dalam pidatonya pada Senin (27/4), Atal S. Depari menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian acara. Ia menilai semangat kebersamaan yang ditunjukkan para delegasi membuktikan bahwa CAJ adalah organisasi yang sehat secara struktural dan kuat secara ideologis.
Peralihan Tongkat Estafet Kepemimpinan
Hasil utama dari Sidang Umum ke-21 ini adalah penetapan Low Boon Tat dari National Union of Journalists (NUJ) Malaysia sebagai Presiden CAJ yang baru. Penunjukan tokoh wartawan asal Malaysia ini disambut positif oleh seluruh peserta sidang sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi organisasi di tingkat regional.
Atal menyatakan keyakinan penuh bahwa di bawah nakhoda Low Boon Tat, CAJ akan mampu beradaptasi dengan tantangan zaman. Ia menekankan bahwa relevansi organisasi sangat diuji dalam menghadapi arus disrupsi digital yang mengubah pola konsumsi informasi masyarakat secara drastis.
Selain disrupsi teknologi, ancaman disinformasi dan berita bohong (hoaks) juga menjadi poin penting yang dibahas dalam sidang tersebut. CAJ berkomitmen untuk terus menjaga integritas profesi wartawan agar tetap menjadi sumber informasi yang akurat dan tepercaya bagi publik.
Presiden terpilih diharapkan mampu membawa CAJ lebih inklusif dalam merangkul aspirasi dari berbagai negara anggota. Fokus utama ke depan adalah memastikan setiap wartawan di kawasan ASEAN memiliki standar kompetensi yang mumpuni untuk menghadapi persaingan global.
Sinergi Regional dan Apresiasi Pemerintah
Lebih lanjut, Atal mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan kolaborasi lintas negara. Menurutnya, stabilitas dan kemajuan ASEAN memerlukan dukungan jurnalisme yang tidak hanya kuat di tingkat domestik, namun juga harus solid dan memiliki visi yang sama di tingkat regional.
Kerja sama antar media di Asia Tenggara diharapkan dapat menciptakan narasi positif mengenai kawasan ini di mata dunia. Dengan sinergi yang kuat, berbagai isu krusial seperti ekonomi, lingkungan, dan kemanusiaan dapat dikawal dengan lebih efektif oleh pers ASEAN.
Dalam kesempatan yang sama, apresiasi tinggi juga disampaikan kepada Pemerintah Malaysia, khususnya Kementerian Komunikasi. Dukungan penuh dan sambutan hangat dari tuan rumah menjadi faktor penentu suksesnya penyelenggaraan sidang umum yang penuh dengan nuansa kekeluargaan ini.
Mengakhiri masa jabatannya, Atal mengucapkan terima kasih atas kepercayaan besar yang telah diberikan oleh seluruh anggota selama ini. Ia menegaskan bahwa pengabdiannya terhadap dunia jurnalistik tidak akan berhenti meski tugas formalnya di CAJ telah usai.
“Selamat kepada Presiden CAJ yang baru, Low Boon Tat. Semoga CAJ semakin kuat dan berwibawa sebagai pilar penting jurnalisme ASEAN,” pungkasnya menutup sambutan dengan penuh optimisme bagi masa depan pers di kawasan Asia Tenggara.