BATU BELAH (RiauInfo) – Turnamen Silaturahmi Mini Soccer Cup 2026 yang digagas Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar sukses mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam semangat sportivitas. Ajang yang berlangsung di Desa Batu Belah, Kecamatan Kampar, pada Jumat (24/4/2026) ini, tidak hanya menjadi kompetisi olahraga, tetapi juga momentum penguatan ukhuwah antara insan pers, legislatif, dan warga.
Kegiatan yang digelar sejak sore hingga malam hari tersebut merupakan hasil kolaborasi apik antara PWI Kampar dengan anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Anggota DPR RI, Dr. H. Syahrul Aidi Maazat, Lc.MA, dan Anggota DPRD Riau, H. Amal Fathullah, Lc.MA, menambah kemeriahan suasana di lapangan hijau Desa Batu Belah.
Ketua PWI Kampar, Syawal, S.I.Kom, bersama Kepala Desa Batu Belah, Muhammad Zahril, turut mendampingi pembukaan turnamen secara resmi. Menariknya, kedua legislator yang hadir tidak hanya berdiri di barisan tamu undangan, namun langsung turun ke lapangan untuk memperkuat tim masing-masing dalam laga persahabatan tersebut.
Aksi Legislatif di Lapangan Hijau
Syahrul Aidi Maazat yang memperkuat tim USA menunjukkan stamina yang mumpuni hingga berhasil membawa timnya melaju ke babak semi final. Namun, langkah tim USA harus terhenti setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Tim Batu Belah. Di sisi lain, Amal Fathullah mengambil peran krusial sebagai penjaga gawang tim UAF.
Meski tim UAF harus tersingkir di babak penyisihan, aksi Amal Fathullah di bawah mistar gawang menuai pujian karena berkali-kali melakukan penyelamatan gemilang. Semangat kompetisi yang sehat ini menjadi tontonan menarik bagi warga desa yang memadati area pertandingan sejak laga perdana melawan tim OIAAI dimulai.
Puncak turnamen menahbiskan KONI Kampar sebagai juara pertama setelah tampil dominan di partai final. Tim besutan Nuradlin ini berhasil menundukkan perlawanan sengit tuan rumah, Tim Batu Belah, dengan skor akhir 2-0. Sebelumnya, KONI Kampar memastikan tiket final usai mengandaskan perlawanan Tim PKS Kampar di babak semi final.
Uji Kesehatan dan Pamit Ibadah Haji
Dalam sambutannya, Syahrul Aidi Maazat menekankan bahwa esensi utama dari turnamen ini adalah kesehatan dan silaturahmi. Ia menyebut pertandingan ini sebagai "ujian" fisik bagi para peserta, terutama dalam kaitan dengan pola hidup sehat.
"Alhamdulillah. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa kita teruskan. Melalui turnamen ini akan teruji siapa yang sehat dan siapa yang tidak. Apakah setelah ini bisa berhenti merokok atau lanjut, semua diuji di lapangan," ujar Syahrul yang disambut gelak tawa renyah dari para penonton dan peserta.
Momen haru juga menyelimuti lapangan saat Syahrul Aidi menyampaikan permohonan maaf dan pamit kepada seluruh hadirin. Ia menginfokan bahwa pada Senin, 26 April 2026, dirinya akan bertolak menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji, yang akan dilepas secara resmi di Islamic Center Bangkinang.
Komitmen Dukungan untuk PWI
Syahrul juga memberikan apresiasi khusus kepada Syawal selaku Ketua PWI Kampar yang telah menginisiasi acara ini. Ia berpesan agar nilai-nilai sportivitas tetap dijaga di atas segalanya demi mendapatkan keberkahan dari Allah SWT dalam setiap jalinan silaturahmi.
Senada dengan koleganya, Amal Fathullah mengingatkan bahwa hasil akhir pertandingan bukanlah tujuan utama. Menurutnya, kerja sama antara dirinya, Syahrul Aidi, dan PWI Kampar adalah bentuk nyata kehadiran wakil rakyat di tengah masyarakat melalui pendekatan yang lebih santai dan memasyarakat.
"Selamat bertanding dan jaga sportivitas. Insya Allah kita kawal turnamen ini sampai tuntas. Mari tunjukkan permainan terbaik kita sebagai bentuk rasa syukur atas kebersamaan ini," ungkap Amal Fathullah saat memberikan arahan kepada para pemain sebelum laga final berlangsung.
Harapan Masa Depan Silaturahmi
Ketua PWI Kampar, Syawal, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan penuh yang diberikan oleh Syahrul Aidi Maazat dan Amal Fathullah. Baginya, kedua tokoh ini merupakan mitra strategis yang selalu menyokong berbagai program kerja PWI Kampar selama masa kepemimpinannya.
"Saya bangga atas dukungan penuh dari Ustadz Syahrul dan Ustadz Amal. Kehadiran mereka di lapangan bukan sekadar simbolis, tapi menunjukkan kedekatan nyata dengan para wartawan dan masyarakat Kampar pada umumnya," tutur Syawal menutup sesi wawancara.