PEKANBARU (RiauInfo) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau pada Kamis (23/4/2026) siang. Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada pukul 13:50 WIB, kondisi cuaca tersebut diprakirakan mulai terjadi pada pukul 14:00 WIB. Sebaran awan konvektif terpantau cukup masif di beberapa kabupaten, terutama di wilayah pesisir dan daratan bagian tengah Provinsi Riau.
Di Kabupaten Kampar, wilayah yang terdampak langsung pada awal durasi peringatan ini adalah Kecamatan Kampar Kiri Hulu. Sementara itu, Kabupaten Bengkalis juga menjadi sorotan utama dengan cakupan wilayah meliputi Kecamatan Bengkalis, Bukit Batu, Rupat, dan Siak Kecil.
Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, tepatnya di Kuala Indragiri, Teluk Belengkong, Pulau Burung, dan Concong. Di wilayah Pelalawan, hujan lebat diprediksi mengguyur kawasan Teluk Meranti serta Kuala Kampar yang berada di area perairan.
Prakirawan BMKG Riau menyebutkan bahwa Kabupaten Rokan Hulu juga masuk dalam peta peringatan dini, khususnya di wilayah Rambah dan Rambah Samo. Sedangkan untuk Kabupaten Siak, potensi cuaca ekstrem terpantau berada di wilayah Kecamatan Dayun.
Kepulauan Meranti Siaga Cuaca Ekstrem
Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi wilayah dengan sebaran titik hujan paling luas kali ini. Hampir seluruh kecamatan di wilayah kepulauan ini, mulai dari Rangsang Barat, Rangsang, Tebing Tinggi Barat, Merbau, Pulaumerbau, hingga Tasik Putri Puyu dan Rangsang Pesisir, berpotensi mengalami hujan disertai angin kencang.
BMKG juga memberikan catatan bahwa gangguan cuaca ini dapat meluas ke wilayah sekitarnya seiring dengan pergerakan arah angin. Di Kabupaten Kampar, perluasan potensi hujan diperkirakan mencapai XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu.
Untuk wilayah Bengkalis, perluasan diprediksi merambah ke Kecamatan Bantan dan Rupat Utara. Begitu pula di Indragiri Hilir, masyarakat di Mandah, Kateman, dan Pelangiran diminta untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Di Kabupaten Rokan Hulu, wilayah Rambah Hilir dan Bangun Purba masuk dalam zona perluasan peringatan dini. Sementara di Kabupaten Siak, hujan diprediksi meluas ke Sungai Apit, Koto Gasib, hingga pusat pemerintahan di Mempura.
Kota Dumai juga tak luput dari pantauan radar BMKG, di mana wilayah Sungai Sembilan diperkirakan akan terdampak perluasan cuaca ekstrem ini. Wilayah Tebing Tinggi di Kepulauan Meranti juga masuk dalam daftar pembaruan daerah terdampak.
Imbauan Keselamatan Masyarakat
Seorang wartawan yang memantau informasi ini mencatat bahwa durasi cuaca ekstrem tersebut diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17:00 WIB. Durasi yang cukup lama ini menuntut kewaspadaan ekstra bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Pihak BMKG mengimbau masyarakat untuk menghindari pohon besar, baliho, atau bangunan yang kurang kokoh saat terjadi angin kencang. Bagi pengguna transportasi air di wilayah pesisir, disarankan untuk selalu memantau perkembangan cuaca mengingat risiko gelombang tinggi yang bisa dipicu oleh angin kencang.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi langit di sebagian besar wilayah Riau terpantau mendung gelap. Informasi terkini mengenai perubahan cuaca di Bumi Lancang Kuning dapat terus dipantau melalui kanal resmi BMKG secara berkala.
Sumber: BMKG Riau