Wamenaker Tegaskan Kompetensi dan Sertifikasi Kini Lebih Utama Dibanding Selembar Ijazah

Kamis, 23 April 2026 | 11:10:35 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa perkembangan industri saat ini menuntut para pekerja untuk memiliki kemampuan dan kompetensi nyata yang relevan, melebihi ketergantungan pada ijazah semata.

JAKARTA (RiauInfo) – Kota-kota besar di Indonesia kini menjadi saksi pergeseran paradigma dalam dunia kerja, di mana kualitas individu tidak lagi sekadar diukur dari latar belakang pendidikan formal. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker), Afriansyah Noor, menegaskan bahwa perkembangan industri saat ini menuntut para pekerja untuk memiliki kemampuan dan kompetensi nyata yang relevan, melebihi ketergantungan pada ijazah semata. 

Langkah ini dinilai krusial agar tenaga kerja nasional mampu beradaptasi dengan dinamika perubahan dunia kerja yang bergerak semakin cepat. Wamenaker menyampaikan pesan tersebut saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Serikat Pekerja Sucofindo yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (22/4/2026). 

Dalam sambutannya, Afriansyah Noor menyoroti bahwa dunia kerja modern menempatkan sertifikasi sebagai nilai tambah yang fundamental bagi setiap individu. Tanpa adanya bukti kompetensi yang diakui, pekerja diprediksi akan sulit bersaing di tengah ketatnya arus profesionalisme industri saat ini. 

Pentingnya Sertifikasi dan Pelatihan Vokasi 

"Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri," ujar Afriansyah di hadapan pengurus serikat pekerja. 

Beliau menjelaskan lebih lanjut bahwa penguatan kapasitas diri dapat ditempuh melalui sinergi dengan berbagai lembaga pelatihan resmi. Kementerian Ketenagakerjaan telah menyediakan fasilitas melalui balai pelatihan vokasi yang tersebar di berbagai wilayah untuk menunjang kebutuhan tersebut. 

Selain balai pelatihan, kerja sama juga dapat dilakukan dengan Politeknik Ketenagakerjaan serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program-program yang ditawarkan mencakup pelatihan vokasi secara intensif hingga proses sertifikasi kompetensi guna memastikan standar keahlian pekerja. 

Pemerintah juga mendorong skema peningkatan keterampilan (upskilling) dan pengerjaan ulang keterampilan (reskilling) bagi para pekerja. Hal ini bertujuan agar profil tenaga kerja tetap sinkron dengan spesifikasi teknis yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan berskala nasional maupun global. 

Membangun Harmoni di Lingkungan Kerja 

Di sisi lain, Afriansyah Noor juga menitikberatkan perhatian pada terciptanya hubungan industrial yang harmonis antara manajemen dan karyawan. Menurutnya, stabilitas internal perusahaan sangat bergantung pada sejauh mana kedua belah pihak mampu menjaga komunikasi yang sehat. 

Wamenaker mengajak seluruh anggota Serikat Pekerja Sucofindo untuk senantiasa mengedepankan musyawarah mufakat dalam menghadapi setiap tantangan. Persatuan di lingkungan kerja dianggap sebagai fondasi utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan tanpa harus menimbulkan konflik berkepanjangan. 

“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tuturnya memberikan motivasi mengenai pentingnya ekosistem kerja yang suportif dan kondusif. 

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, menyatakan komitmennya dalam mendukung pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ia menilai keberhasilan sebuah korporasi tidak hanya dilihat dari angka-angka pertumbuhan bisnis semata. 

Sandry menekankan bahwa kesejahteraan pegawai beserta keluarganya merupakan pilar penting bagi keberlanjutan bisnis jangka panjang. Kualitas SDM yang unggul dan terlindungi secara kesejahteraan akan memberikan dampak positif yang linear terhadap performa perusahaan di masa depan. 

Melalui semangat kebersamaan dan kepercayaan yang kuat, pihak manajemen dan serikat pekerja diharapkan dapat terus berjalan beriringan. Kolaborasi ini menjadi kunci utama untuk mengawal masa depan PT Sucofindo agar tetap kompetitif dan memberikan manfaat luas bagi ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia.

 

Terkini