Targetkan 70 Ribu Peserta PVN 2026, Menaker Yassierli: Fokus Link and Match dengan Industri

Selasa, 21 April 2026 | 00:09:02 WIB
Program pelatihan cuma-cuma ini diprioritaskan bagi para lulusan SMA/SMK sederajat yang belum bekerja atau ingin meningkatkan keahliannya.

BANDUNG (RiauInfo) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) RI, Yassierli, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 sebagai solusi strategis untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten. Program ini dirancang dengan konsep link and match guna memastikan setiap lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan dinamika kebutuhan dunia industri saat ini.

Dalam peninjauan pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026), Yassierli menyebutkan bahwa daya serap tenaga kerja menjadi prioritas utama. Fokus pemerintah adalah mengikis kesenjangan antara kemampuan lulusan dengan kriteria yang diminta oleh perusahaan atau sektor swasta.

Secara nasional, program besar ini telah mulai berjalan dengan melibatkan 10.405 peserta pada tahap awal. Para peserta tersebut tersebar di berbagai titik strategis, mencakup 21 Balai Latihan Kerja (BLK) pusat, 13 satuan pelatihan di bawah Ditjen Binalavotas, serta didukung oleh 46 BLK Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di seluruh penjuru tanah air.

Fokus Pelatihan Berbasis Teknologi dan Kreativitas 

Khusus di BBPVP Bandung, pelaksanaan PVN Batch I tahun ini menampung sebanyak 512 peserta. Mereka terbagi ke dalam berbagai kejuruan yang dinilai memiliki pasar kerja luas, mulai dari sektor logistik hingga ekonomi kreatif yang tengah berkembang pesat di Indonesia.

Adapun ragam pelatihan yang diberikan meliputi pengoperasian forklift, keahlian barista, pembuatan roti dan pastry, hingga keterampilan teknis tingkat tinggi seperti desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD). Diversifikasi jurusan ini sengaja dilakukan untuk merespons kebutuhan riil di lapangan.

Selain pelatihan konvensional, Kemnaker juga menerapkan skema project-based learning. Salah satu penerapan konkretnya adalah pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas atau smart building, di mana peserta belajar langsung menyelesaikan proyek nyata yang mensimulasikan tantangan di dunia kerja profesional.

Fasilitas Lengkap dan Sertifikasi BNSP 

Pihak BBPVP Bandung menyatakan telah melakukan persiapan matang untuk mendukung kelancaran program ini. Seluruh sarana dan prasarana, mulai dari mesin-mesin industri hingga instruktur bersertifikat, telah disiagakan secara optimal guna menciptakan ekosistem belajar yang menyerupai lingkungan kerja aslinya.

Peserta yang mengikuti program ini mendapatkan berbagai manfaat komprehensif tanpa dipungut biaya sedikitpun. Selain pelatihan gratis, pemerintah menyediakan makan siang, bantuan biaya transportasi, hingga fasilitas asrama untuk skema pelatihan tertentu bagi mereka yang berasal dari luar daerah.

Lebih dari sekadar keterampilan teknis, aspek perlindungan sosial juga menjadi perhatian. Seluruh peserta PVN 2026 mendapatkan perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, sehingga mereka dapat fokus sepenuhnya pada proses pengembangan diri selama masa pelatihan berlangsung.

Target Besar APBN 2026 

Sebagai bukti pengakuan kompetensi, setiap lulusan nantinya akan menerima dua jenis sertifikat, yakni sertifikat pelatihan dari BLK dan sertifikat kompetensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dokumen ini menjadi "tiket" penting bagi para wartawan lapangan kerja saat melamar ke berbagai perusahaan.

Menaker Yassierli memaparkan bahwa pada Tahun Anggaran 2026, Kemnaker mematok target ambisius yakni sebanyak 70.000 orang peserta yang akan dibiayai melalui APBN. Angka ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran di tingkat nasional.

Program pelatihan cuma-cuma ini diprioritaskan bagi para lulusan SMA/SMK sederajat yang belum bekerja atau ingin meningkatkan keahliannya. Hal ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam memberikan akses pendidikan non-formal yang berkualitas bagi generasi muda di masa produktif.

Menutup keterangannya, Yassierli berharap PVN tidak hanya melahirkan tenaga kerja yang mahir secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas profesional. Kesiapan berkontribusi secara langsung di dunia industri diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing global.

 

Terkini