Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI Livestream 11 Jam Tanpa Putus di Jalur Mudik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:26:00 WIB
11 Jam Live TikTok Tanpa Putus Bareng Indosat, Dave Hendrik - Iwet Ramadhan Pecahkan Rekor MURI

JAKARTA (RiauInfo) – Duo presenter kenamaan, Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan, berhasil mencetak sejarah baru dalam dunia digital Indonesia dengan meraih rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui aksi siaran langsung (livestream) TikTok nonstop terlama di jalur mudik. Melalui program bertajuk #DVET “Perjalanan Menuju Lebih Baik”, keduanya melakukan siaran langsung selama 11 jam tanpa putus dalam perjalanan dari Jakarta menuju Yogyakarta. 

Pencapaian ini menjadi sorotan karena berhasil mematahkan kekhawatiran klasik para pemudik mengenai hilangnya sinyal atau blank spot di tengah perjalanan lintas provinsi. Sepanjang rute Jakarta-Jogja, koneksi internet yang digunakan Dave dan Iwet tetap stabil meski kendaraan terus bergerak dengan mobilitas tinggi, memungkinkan jutaan pengikut mereka di media sosial untuk ikut merasakan pengalaman "mudik bareng" secara VIRTUAL. 

Selama 11 jam mengudara, siaran tersebut tidak hanya berisi obrolan santai di dalam mobil, tetapi juga diisi dengan refleksi Ramadhan dan diskusi inspiratif. Beberapa bintang tamu turut bergabung secara bergantian, di antaranya dr. Dion Haryadi, Lutfi Afansyah, komika Boah Sartika, Dr. Gian Pratama, hingga Ust. Alfie yang memberikan siraman rohani mengenai makna perjalanan hidup. 

Dave Hendrik mengungkapkan bahwa pengalaman ini membuktikan betapa krusialnya peran teknologi dan konektivitas dalam tradisi mudik modern. Menurutnya, dukungan jaringan yang mumpuni membuat perjalanan panjang menuju kampung halaman terasa lebih singkat karena adanya interaksi real-time dengan para penonton di sepanjang jalan. 

Uji Ekstrem Jaringan Indosat 

Keberhasilan rekor MURI ini tidak terlepas dari kesiapan infrastruktur Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) yang telah dioptimalkan melalui program Ekspedisi Jaringan Andal. Program ini dirancang khusus sebagai uji ekstrem untuk memastikan kualitas sinyal tetap prima di jalur mudik terpadat, di mana lonjakan trafik data biasanya meningkat tajam akibat aktivitas digital masyarakat. 

Pihak Indosat menyatakan bahwa optimalisasi jaringan telah dilakukan secara masif di lebih dari 75 jalur mudik utama di Indonesia. Selain jalur transportasi, penguatan sinyal juga difokuskan pada lebih dari 790 Point of Interest (POI) yang mencakup gerbang tol, rest area, stasiun kereta api, terminal bus, hingga berbagai destinasi wisata populer. 

Berdasarkan data pengukuran internal selama ekspedisi berlangsung, kualitas internet yang diterima selama livestream tercatat sangat impresif dengan rata-rata kecepatan mencapai 90 Mbps. Performa ini memastikan transmisi video kualitas tinggi tetap berjalan mulus tanpa mengalami gangguan teknis seperti buffering atau diskoneksi. 

Bahkan, pada titik-titik koordinat yang dianggap memiliki kualitas jaringan terendah sepanjang rute tersebut, koneksi internet terpantau tetap stabil di angka minimal 15 Mbps. Kecepatan minimum ini dinilai masih sangat memadai untuk mendukung aktivitas siaran langsung secara konsisten, navigasi GPS, hingga transaksi digital yang dilakukan pemudi. 

Komitmen Pelayanan 24/7 

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan bahwa momen mudik adalah ujian sesungguhnya bagi sebuah penyedia layanan telekomunikasi. Ia menekankan bahwa pelanggan membutuhkan kepastian untuk tetap terhubung dengan keluarga di kampung halaman tanpa adanya hambatan komunikasi di setiap kilometer yang mereka lalui. 

"Bagi kami, menghadirkan konektivitas yang lebih baik adalah sebuah perjalanan, bukan sekadar klaim, tetapi pengalaman nyata yang dirasakan pelanggan. Kami memastikan jaringan tetap andal karena jutaan orang bergerak di waktu yang sama dan mereka ingin berbagi momen perjalanan tanpa gangguan," ujar Vikram dalam keterangan resminya. 

Sebagai langkah antisipasi, Indosat juga menyiagakan tim teknis untuk memantau performa jaringan selama 24 jam sehari dan 7 hari seminggu (24/7). Pengawasan intensif ini bertujuan agar setiap kendala teknis yang muncul di lapangan selama periode Ramadhan dan Idulfitri dapat segera tertangani secara cepat dan tepat. 

Kesiapan jaringan ini merupakan bagian dari empat pilar komitmen #LebihBaikIndosat, yang mencakup penyediaan teknologi relevan, perlindungan digital yang kuat, serta kepedulian sosial. Dengan adanya dukungan sinyal yang stabil, perjalanan mudik kini bertransformasi tidak hanya sekadar menempuh jarak fisik, tetapi juga menjaga kedekatan emosional melalui dunia digital. 

Rekor MURI yang diraih oleh Dave Hendrik dan Iwet Ramadhan ini menjadi bukti konkret bahwa perjalanan jauh bukan lagi penghalang untuk tetap produktif dan terhubung. Di era digital saat ini, menikmati perjalanan sambil berbagi cerita dengan keluarga secara virtual telah menjadi standar baru dalam merayakan hari kemenangan di kampung halaman.

 

Tags

Terkini