Sinergi Kemenhan dan PWI Matangkan Diklat Bela Negara 2026, 200 Wartawan Siap Digembleng di Bogor

Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:47:27 WIB
Para peserta dijadwalkan akan mengikuti pelatihan intensif di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kemenhan, Bogor, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026 mendatang

JAKARTA (RiauInfo) – Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemenhan RI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat resmi memfinalisasi persiapan Diklat Bela Negara bagi wartawan. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam mempererat nasionalisme insan pers menjelang puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Finalisasi yang berlangsung pada Jumat (23/1/2026) ini mencakup verifikasi data pribadi serta kesiapan perlengkapan bagi sekitar 200 wartawan anggota PWI. Para peserta dijadwalkan akan mengikuti pelatihan intensif di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kemenhan, Bogor, mulai 29 Januari hingga 1 Februari 2026 mendatang.

Sebagai bagian dari prosedur teknis, para wartawan yang terpilih diwajibkan mengambil pakaian dan perlengkapan lapangan di Kantor PWI Pusat pada Rabu, 28 Januari 2026. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh peserta memiliki atribut yang seragam dan siap mengikuti instruksi kedisiplinan selama pendidikan berlangsung.

Pemberangkatan peserta akan dilakukan secara kolektif menggunakan armada bus dari Kantor Kementerian Pertahanan RI pada Kamis, 29 Januari 2026, pukul 06.30 WIB. Titik kumpul ini dipilih untuk memudahkan koordinasi awal sebelum para jurnalis memasuki lingkungan pendidikan militer yang semi-terpusat.

Penguatan Peran Strategis Wartawan

Sekretaris Jenderal PWI sekaligus Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, menegaskan bahwa Diklat Bela Negara merupakan program strategis. Menurutnya, wartawan memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kedaulatan informasi sekaligus memperkuat peran dalam kehidupan berbangsa dan bernegara melalui karya jurnalistik yang berintegritas.

Rencana besar ini sebelumnya telah dimatangkan melalui rapat koordinasi di Gedung A.H. Nasution, Kemenhan RI, pada Rabu (21/1). Pertemuan tersebut menegaskan komitmen kedua belah pihak bahwa bela negara bukan hanya soal fisik, melainkan juga ketangguhan mental dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam rapat tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan adanya perubahan lokasi. Sedianya kegiatan akan digelar di Akademi Militer (Akmil) Magelang, namun dipindahkan ke Bogor karena padatnya agenda di Akmil yang berbenturan dengan jadwal PWI.

“Karena agenda di Akmil Magelang padat, maka pelaksanaan dialihkan ke Pusdiklat Bela Negara Kemenhan di Bogor agar kegiatan tetap berjalan optimal dan fokus pada tujuan utama,” ujar Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan resminya.

Metode Pelatihan dan Kedisiplinan

Program ini dirancang secara berjenjang dengan melibatkan pemateri dari berbagai kementerian, lembaga, hingga akademisi Universitas Pertahanan. Peserta akan disuguhi materi nilai dasar bela negara yang dibalut dengan metode immersive learning serta kegiatan outbound yang menantang adrenalin sekaligus kekompakan.

Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, mengungkapkan bahwa konsep ini merupakan buah kesepakatan antara Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, Sekjen Zulmansyah Sekedang, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Fokus utamanya adalah membentuk jurnalis yang profesional, tangguh, dan memiliki solidaritas tinggi.

“Diklat Bela Negara ini menekankan penguatan mental, disiplin, dan solidaritas wartawan sebagai bagian dari komponen pertahanan bangsa,” kata Badar Subur. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bersifat inklusif tanpa pemisahan tim guna membangun kebersamaan yang kokoh antar sesama peserta.

Aspek kesehatan juga menjadi perhatian utama, di mana seluruh peserta akan menjalani pemeriksaan medis sebelum dinyatakan layak mengikuti pendidikan. Ketegasan juga diterapkan melalui aturan disiplin, seperti pembatasan penggunaan telepon genggam dan larangan merokok di barak demi menjaga suasana belajar yang kondusif.

Menutup persiapan, Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, menyatakan kesiapan penuh fasilitasnya. “Kami merasa terhormat bisa menyambut rekan-rekan wartawan PWI. Semua sarana telah kami siapkan untuk mendukung kelancaran diklat ini hingga mereka berhak menyandang Sertifikat Bela Negara,” pungkasnya.

 

Tags

Terkini