Zulher Pembina KOSEKA Merasa Sangat Prihatin Dengan Abdul Majid

774 views

BANGKINANG (RiauInfo) – Abdul Majid 67 Tahun adalah salah seorang warga Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat bernasib malang, karena sampai diusianya yang sudah senja ini, warga desa tersebut hidup menumpang dirumah orang yang merasa iba dengan nasibnya.

Tidak hanya hidup menumpang dirumah warga desa tersebut, Abdul Jalil yang sehari-hari hidup sebagai penyadap karet milik orang lain, laki-laki malang yang berumur tidak muda ini, dituntut pula untuk memberi nafkah hidup kepada lima orang anak-anaknya, yang masih berusia sekolah hasil pernikahannya dengan seorang perempuan bernama Rohima 43 tahun.

Meskipun Adbul Jalil dibantu Rohima isterinya untuk mencari nafkah dengan menjadi tenaga harian lepas disawah milik warga, namun kondisi keuangan keluarga ini jauh dari cukup, untuk sekedar memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja.

H Zulher selaku Pendiri dan sekaligus Pembina KOmunitas SEpada KAmpar (KOSEKA) menyampaikan keperihatinannya, melihat kondisi masyarakat miskin tersebut, kondisi ini sangat ironis ditengah kemajuan saat ini, ternyata ada warga di Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok Kecamatan Bangkinang Barat yang nota benenya berjarak tidak lebih dari 6 KM dari ibu kota Kabupaten Kampar Bangkinang, hidup dalam kondisi yang serba memprihatinkan, dan diperparah lagi tidak mempunyai rumah.

” Untuk itu melalui KOSEKA bekerjasama dengan Pemkab Kampar Kampar akan segera membangun Rumah untuk warga Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok ini,” ujar Zulher usai meninjau kondisi keluarga Abdul Jalil yang didampingi Kades Belimbing Zamri dan Sekcam Bangkinang Barat M Nasir. Sembari bersempena kegiatan rutin KOSEKA dengan bersepada santai berkeliling di Kecamatan Bangkinang Barat. Selasa (15/02/2011) pagi.

Zulher mengatakan bahwa selama kegiatan bersepeda ini dilaksanakan sangat banyak makna positif yang diperolehnya, beliau mengatakan mamfaat itu tentunya tidak hanya untuk kesehatan pribadi mereka yang bersepeda, yang lebih penting lagi dirinya dapat melihat dan merasakan serta menindaklanjuti berbagai permasalahan kemasyarakatan yang dihadapi oleh warga, yang harus menjadi perhatian semua pihak terutama tentunya Pemerintah daerah.

” Kita semua melihat kondisi saudara kita yang hidupnya sangat miskin, hidup sebagai penyadap karet milik orang lain, punya anak lima, dan punya satu isteri yang harus pula ikut membantu mencari nafkah keluarga dengan mengambil upah harian membersihkan sawah orang lain, dan yang lebih parah lagi keluarga ini tidak punya apa-apa, tidak punya aset dan tidak punya rumah yang layak, sehingga mereka hidup berteduh dari belas kasihan orang lain yang bersedia meminjamkan rumahnya untuk ditempati,” kata Pembina KOSEKA yang sehari-hari menjabat Sekdakab Kampar.

Disebutkan Zulher, mereka harus perlu dibantu dan untuk itu dia minta kepada Kepala Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok Zamri agar mencarikan lokasi tempat pembangunan rumah yang nantinya akan diperuntukkan kepada keluarga besar Abdul Jalil.

” Dengan bersepeda ini kita juga dapat melihat permasalahan secara langsung seperti melihat bagaimana kondisi alam dan infrastruktur diwilayah Kabupaten Kampar, seperti bencana ambruknya saluran air di Jambatan yang berada dilokasi di Dusun Pulau Belimbing Desa Kuok ini juga, dimana sebuah jembatan yang menghubungkan dengan Belimbing dengan Desa Ganting Kecamatan Salo nyaris ambruk akibat bencana lonsor,
Untuk itu saya menginstruksikan kepada Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar untuk segera
melakukan penanganan tanggap darurat, sehingga kondisi jembatan tidak semakin parah dan dapat difunsikan oleh Warga,” tegas Zulher yang juga Ketua PMI Kabupaten Kampar. (arief)

Posting Terkait