Warung Jujur di Sekolah Akhirnya Ciptakan Nilai Positif

589 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Keberadaan 30 kantin jujur yang ada di beberapa sekolah mulai SD, SMP dan SMA di Pekanbaru kini sepertinya telah membuahkan hasil yang baik. Keyakinan untuk menciptakan siswa-siswi yang berprilaku jujur menjadi sebuah keoptimisan. 

Seperti halnya yang dikatakan oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pekanbaru, Hermanius di ruang kerjanya Kamis, (9/10).

Menurutnya, keberadaan kantin jujur yang tersebar diberbagai sekolah telah banyak menciptakan nilai-nilai positif terhadap siswa-siswi sekolah. Hal ini dirasakan banyaknya perubahan prilaku dari tidak jujur menjadi jujur serta dari tertutup menjadi terbuka.

Hermanius mencontohkan pada SMP 26 yang ada di Rumbai, setiap adanya beberapa siswa yang dulunya dikenal dengan suka berbohong, tapi sekarang lebih terkesan jujur dan mau terbuka. Selain itu, antara siswa dan guru terasa semakin dekat karena banyak diantara siswa sadar akan keterbukaan termasuk curhat akan masalah yang ia hadapi.

Selain itu ada juga kotak jujur yang berpungsi untuk melaporkan sesuatu dari kejadian, misalnya jika ada sesuatu barang yang bukan miliknya ia temukan, maka ia akan mengembalikan di kotak itu, sambil membuat nama penemu. Kemudian, siapa yang merasa kehilangan cukup mengecek di kotak tersebut.

Bagi penemu (siswa, red) yang tercantum namanya maka sebagai penghargaan akan diberikan hadiah dan pengharagaan jujur, sebagai motivasi siswa lainnya. Dan untuk yang satu ini juga telah direspon dengan positif. Setiap ada kejadian atau kehilangan, siswa-siswi yang menemukan langsung meletakan ke kotak jujur, katanya Herman lagi.

Tapi kata Herman, penanaman nilai positif ini baru dirasakan kira-kira satu bulan lebih warung jujur berjalan. Dari berbagai laporan sekolah, banyak keuangan warung jujur mengalami kebangrutan. Sedangkan barang banyak yang terjual. Ada apa?

Ternyata para siswa masih dalam penyesuian ketika ada barang yang sedang tanpa pengawasan. Namun alhamdulilah kata Hermanius, paradigma siswa sekarang telah berhijrah dari ada yang tidak jujur menjadi jujur.

Dan kedepan diharapkan akan meningkat lagi menjadi lebih jujur. (muchtiar)

 

Posting Terkait