Tiap Bulan, Pekanbaru Kedatangan 200 Pelacur Baru

738 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Perkembangan kota Pekanbaru yang tergolong pesat ternyata menggiurkan banyak rang untuk mengadukan nasibnya, termasuk juga para pelacur. Bahkan setiap bulannya kota Pekanbaru kedatangan sekitar 200 pelacur baru dari berbagai kota lainnya. 

Berita ini menjadi headline Pekanbaru Pos edisi Sabtu (8/11) berjudul “Pelacur Serbu Pekanbaru“. Harian ini menyebutkan aktivitas para pelacur itu tertutup dengan usaha mereka geluti seperti panti pijit, salon, maupun karaoke. Meski sering berurusan dengan petugas, namun mereka terus saja melakukan kegiatannya.

Berita utama Riau Mandiri hari ini tentang penemuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau tentang indikasi penyimpangan penggunaan anggran APBD Riau 2008. Selain itu juga ada indikasi penyimpangan pada PT RAl serta pada program K2I. Berita itu berjudul “APBD, K2I dan RAL Menyimpang“.

Berita yang sama juga jadi headline Koran Riau hari ini berjudul “Gubri Sinyalir Ada Pemyimpangan Anggaran“. Dalam beritanya harian ini menyebutkan Gubri Wan Abubakar mensinyalit ada penyimpangan penggunaan anggaran APBD Riau periode Januari hingga Juli 2008. Hal itu dikatakannya seusai pertemuan tertutup dengan BPKP kemaren.

Rencana eksekusi terhadap terpidana mati Amrozi Cs masih menjadi headline Tribun Pekanbaru. Kali ini diberitakan bahwa Amrozi dan Kakaknya, Mukhlas alias Ali Ghufron meminta jenazah mereka tidak diotopsi dan dikubur tanpa peti mati. Mereka juga minta kain kafan dibeli dari harga keluarga yang paling halal. Berita berjudul “Amrozi Cs Tolak Otopsi“.

Sementara itu berita utama Riau Pesisir hari ini tentang polisi mengawasi Kampung Pendekar Bahan, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir yang pernah menjadi tempat persembunyian tersangka teroris Noordin M Top. Ini terkait rencana eksekusi terpidana mati Amrozi CS. Berita itu berjudul “Kampung Pendekar Diawasi Polisi“.

Himbauan salah seorang calon DPD asal Riau Syamsul Hidayah Kahar agar calon DPD dari PNS tidak menggunakan fasilitas negara menjadi berita utama Media Riau hari ini. Dengan berita berjudul “Calon DPD dari PNS Diminta Tidak Gunakan Fasilitas Negara” hari ini mengatakan selain itu dia juga mnta calon DPD itu juga mengundurkan diri dari jabatannya.

Pencekalan terhadap Tommy Soeharto oleh Kejagung dicabut setelah kasus Badan Penyanggah dan Pengelolaan Cengkeh (BPPC) priode 1991-1998 dihentikan penyidik. Pencekalan terhadap Tommy sendiri sudah dilakukan sejak pertengahan 2007. Berita ini menjadi headline Metro Riau hari ini berjudul “Kejagung Cabut Pencekalan Tommy“.

Pernyataan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta yang mengatakan har solar berpeluang akan turun juga, menjadi berita utama Riau Pos hari ini. Dalam berita berjudul “Solar Berpeluang Turun” disebutkan turunnya harga solar ini menunggu harga minyak mentah 60 dolar AS per barel.(ad)

 

Posting Terkait