TERKAIT KASUS TANAH DI MELEBUNG Lurah Sail Penuhi Panggilan DPRD, Camat Tunggu Giliran

856 views

PEKANBARU (RiauInfo) – Terkait adanya tumpang tindih kepemilikan tanah di desa Melebung Kelurahan Sail Kecamatan Tenayan Raya, hari ini telah memenuhi panggilan Komisi I DPRD Kota Pekanbaru. Diantaranya Ketua RT 1 Syamsir, Ketua RW 13 M Nasir, lurah Sail Aburrahman, Kasi pertanahan. Sedangkan Camat Tenayan Raya, Daryuzar yang sebelumnya diduga pihak yang paling bertanggung jawab atas masalah ini akan mendapat giliran berikutnya dengan waktu yang belum ditentukan. 

Pertemuan pihak terkait dengan Komisi I dilakukan secara tertutup di ruang rapat di Balai Payung Sekaki, Rabu (22/10).

Seusai pertemuan tersebut, Ketua Komisi I Sondia Warman mengatakan belum mau berbicara blak-blakan tentang hal ini. Karena belum waktunya untuk publikasi, mengingat pihaknya saat ini masih dalam tahap proses.

Meski demikian, Komisi I sudah mengerti sepenuhnya dan dalam waktu dekat akan memanggil Camat Tenayan Raya, Daryuzar.

Saat didesak wartawan, Sondia akhirnya memberikan sedikit keterangan perihal hasil pertemuan bersama pihak Lurah Sail, RT/RW. Menurutnya Dugaan sementara Camat Tenayan Raya telah sengaja merekayasa beberapa surat seperti nomor, kepemilikan kepada yang baru.

Hal ini diketahui dari pengakuan dari Lurah Sail, Abdurahman. Selain itu beberapa pihak lainnya seperti RT/RW, Lurah juga mengaku merasa tertekan atas ulah sang camat yang terkesan memaksakan kehendak saat penandatangan surat tanah. Pada hal tanah itu telah ada kepemilikannya, ujar Sondi menirukan ucapan mereka sewaktu rapat.

Menyikapi ini, catatan demi catatan telah dikumpulkan pihak komisi untuk memanggil untuk mempertanyakan kepada sang camat.

Ketika ditanya jika nantinya sang camat memang terbukti telah merekayasa dan ‘bermain’ dalam kasus ini, Politisi PAN ini berjanji akan mengawal kasus ini ke kepolisian, karena telah ada unsur pidana.

Bukan hanya itu, kepada walikota Pekanbaru pun diharapkan untuk segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum aparat yang telah menyengsarakan masyarakat. (muchtiar)

Posting Terkait