Tarian Multi Etnis Menandai, Pembukaan Festival Budaya Melayu Kalimantan Barat 2008

743 views
news5872YOGYAKARTA (RiauInfo) – Tarian multi etnis yang dimainkan oleh dua puluh orang yang berasal dari etnis Melayu, Dayak, dan Tionghoa mengawali acara pembukaan Festival Budaya Melayu Kalimantan Barat (FSBM-KB) 2008 hari ini (21/07) yang dilaksanakan di halaman kantor Bupati Sanggau.

Langkah gemulai tarian Melayu yang dipadu dengan rentak dinamis tarian Dayak dan Tionghoa menghasilkan sebuah demonstrasi seni tari yang tidak saja indah tetapi juga kaya makna. Tarian itu menunjukkan betapa keanekaragaman jika dirajut dengan baik akan menjadi indah dan bermanfaat bagi keberlangsungan hidup umat manusia.

FSBM-KB V yang dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat ini, menurut ketua panitia FSBM-KB H. Muhammad Natsir HS., BA. dihadiri oleh empatbelas perwakilan Majlis Adat Budaya Melayu (MABM) kabupaten-kota se Kalbar, yaitu: Sanggau (20 orang), Sekadau (160 orang), Sintang (100 orang), Kapuas Hulu (85 orang), Melawi (110 orang), Landak (45 orang), Kota Pontianak (80 orang), Singkawang (80 orang), Sambas (60 orang), Bengkayang (85 orang), Kabupaten Pontianak (175 kontingen), Kubu Raya (70 orang), Kayong Utara (85 orang), dan Ketapang (120 orang). Hadir juga raja-raja yang ada di Kalimantan Barat, seperti raja Kraton Almukarromah Sintang, Ismahayana Landak, Paku Surya Negara Sanggau, Kubu Raya, dan raja Sambas yang masih berusia 11 Tahun.

Selain itu, juga dihadiri oleh para penggiat budaya Melayu dari Melaka, Brunei Darussalam, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bangka-Belitung, para pejabat pemerintahan se-Kalimantan Barat, Pemangku Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu (BKPBM) Mahyudin Al Mudra, SH. MM, humas BKPBM Yuhastina Sinaro, dan perwakilan etnis Dayak, Madura, Minangkabau, dan Tionghoa.

Dalam akhir kata sambutannya, Natsir berharap agar FSBM-KB yang diikuti oleh sekitar 1250 peserta ini dapat menjadi media pengembangan budaya Melayu dan juga jembatan semua etnis yang ada di Kalimantan Barat untuk menumbuhkan rasa saling menghormati dan menghargai.

Sedangkan ketua Majlis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat (MABMKB) H. Abang Imien Thaha dalam sambutannya mengatakan, penyelenggaraan FBMKB harus dijadikan momentum untuk melestarikan, mengembangkan, meningkatkan kualitas budaya Melayu. Dengan cara demikian, budaya Melayu akan terjaga kelestariannya dan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat Kalimantan Barat melalui pariwisata.

Kesuksesan acara ini, menurut Abang Imien, tidak lepas dari kerja keras para panitia dan peran media yang telah membantu tersosialisasikannya acara ini. Oleh karennya, secara khusus Abang Imien mengucapkan terimaksih kepada MelayuOnline.com yang telah mensosialisasikan FSBM-KB ke seluruh penjuru dunia.

Senada dengan Abang Imien, Gubernur Kalimantan Barat Drs. Cornelis, M.H., menekankan pentingnya pelestarian budaya untuk meningkatkan gairah pariwisata di Kalimantan Barat. Gubernur berharap, agar pelestarian budaya dilakukan secara cerdas dengan memanfaatkan tekhnologi informasi sehingga mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Barat.

“Jika pariwisata terus dikembangkan dan dikelola dengan baik, maka dengan sendirinya kesejahteraan masyarakat akan ikut terangkat.” Ungkap Cornelis dengan bersemangat.

Setelah upacara pembukaan selesai, dilanjutkan dengan pawai budaya dari depan kantor Bupati Sanggau menuju Istana Paku Surya Negara yang berjarak sekitar 1 KM. Para peserta pawai Melayu, tetapi oleh etnis Dayak, Madura, Minangkabau, dan Tionghoa. Mereka berusaha untuk menampilkan yang terbaik, berupa replika rumah Melayu, perahu LancanKuning, Reog Ponorogo, dan masih banyak lainnya.

Di sepanjang jalan, ribuan masyarakat Kabupaten Sanggau berjejer dipinggir jalan. Bahkan sebagian dari mereka berusaha mendokumentasikan momen tersebut dengan handphone berkamera, foto digital, dan handycame. Mereka seolah-olah tidak merasakan hujan yang cukup deras mengguyur kota Sanggau siang itu.

Setelah sampai di Istana Surya Paku Negara, para peserta pawai dan masyarakat umum berkesempatan untuk menyaksikan pameran budaya. Stand pameran MelayuOnline.com walaupun dikemas sederhana tapi mampu menarik pengunjung yang cukup banyak.

Mereka berebut untuk membeli buku-buku Melayu terbitan Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu, buku anak-anak terbitan AdiCita, dan merchandise MelayuOnline.com, WisataMelayu.Com, dan RajaAlihaji.com baik berupa kaos, gantungan kunci dan gantungan handphone.

Bahkan, karena banyaknya pembeli, sekitar jam 14.30 MelayuOnline.com telah kehabisan stock kaos. “Kami tidak menyangka, para peserta FSBM-KB dan masyarakat Sanggau sangat antusias untuk memiliki buku-buku terbitan BKPBM dan AdiCita, dan merchandise MelayuOnline.com.” Ungkap Direktur Pelaksana BKPBM Hadi Kurniawan, S.H.I yang pada saat itu mendapat giliran pertama menjaga stand MelayuOnline.com. (ad/rls)




Posting Terkait