SURAT TERBUKA DR.EKMAL RUSDY Akhiri Polemik A Yani dan DBD

653 views

BEBERAPA hari ini media masa sibuk memuat polemik Kebijakan SATU ARAH Jalan A.YANI Pekanbaru dengan berbagai alasan, termasuk anggota DPRD Kota Pekanbaru sendiri yang tak sejalan dengan konsep Pemko Pekanbaru, sehingga di saat menjelang Pemilu 2009 tentu punya makna lain di mata masyarakat. 

Kebijakan Pemko melalui Kajian Akademis tentu telah dilakukan, terlebih Dishub Kota Pekanbaru juga mempunyai tenaga Master of Transportatión yang terlibat lansung kebijakan yang tentunya akan bermuara demi kepentingan orang banyak.

Pengguna jalan ádalah warga Pekanbaru, sementara yang merasakan dampaknya hanya beberapa gelintir pedagang saja. Kajian Akademis ini, samalah halnya dengan kekeliruan kita menyikapi wabah DBD, yang menurut pandangan orang awam lebih mengutamakan Fogging yang hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara upaya memutuskan mata rantai siklus DBD tak tercapai.

Hebatnya, oleh ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Pekanbaru Hj.Suratiny.S malah “Minta Parpol lakukan fogging“ karena saat ini ádalah masa masa bagi Parpol dan juga Caleg untuk mensosialisasikan diri ditengah tengah masyarakat.

Nampaknya Kajian Akademis tentang DBD kembali dilanggar, karena bagaimanapun untuk mencegah DBD yang ampuh,tak lain ádalah dengan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang perlu melibatkan seluruh lapiran masyarakat, dengan Konsep 3-M plus.

Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa sikap masyarakat sebagai agent pembaharuan mutlak dimiliki, terutama dalam mengamankan kebijakan Pemerintah yang semata dibuat untuk kepentingan masyarakat itu sendiri. Ini menyangkut Perilaku, tak ada genangan air, tentu tak ada SARANG NYAMUK.

Bahkan, tidak membuang sampah sembarangan,tentulah tak perlu pasukan kuning pembersih jalan yang telah menyedot APBD Pemko cukup besar, dan dananya bisa dialihkan untuk yang lain, sementara perolehan adipura itu betul betul dari Upaya Berbasis Masyarakat.

Anekdot, saudara angkat saya warga Singapura, Ghani berceloteh, “Kenapa di Indonsia banyak Nyamuk dan Kecoa“ yang tak lain karena kita masih menyediakan tempat nyamuk untuk bersarang, sementara Kecoa tetap kita beri makan dengan selalu membuang sampah sembarangan, sehingga DBD selalu meng ancam dan Kecoa ada dimana mana sebagai pembawa penyakit.

Jadi , ini semua menyangkut Perilaku, baik dari diri sendiri, lingkungan dstnya. Kita adakan retro speksi diri, kita sambut tahun 2009 dengan Perilaku yang lebih baik, dan mohon ma`af jika ada yang tak berkenan dengan pemikiran akademis ini.

Ekmal Rusdy
Pengamat masalah Sosial dan Kesehatan

 

Posting Terkait