Suku Akit Bakal Terima Bantuan Rumah dari Bupati Bengkalis

BENGKALIS (RiauInfo) – Masyarakat suku Akit Desa Penebal Kecamatan Bengkalis, berharap agar 25 unit rumah bantuan untuk 25 kepala keluarga (KK) untuk Komunitas Adat Terpencil (KAT) yang sudah selesai pembangunannya, dapat segera diserahkan Pemerintah Kabupaten Bengkalis kepada mereka.

“Warga kami sangat berharap, sebelum hari raya Imlek 2008 ini sudah dapat tempati. Sehingga, pada hari raya Imlek nanti, mereka yang memperoleh bantuan rumah itu, sudah dapat berhari raya di rumah baru,” pinta Atai, tokoh masyarakat suku Akit Desa Penebal, mewakili warganya.

Harapan senaga juga disampaikan Kawit, Ketua RT 14 yang juga berasal dari suku Akit. “Tolong ya Pak. Sampaikan pada Pak Bupati. Masyarakat suku Akit di Penebal ini sangat berharap, Pak Bupati langsung dapat menyerahkannya sebelum hari raya Imlek tahun ini,” ujar Pawit seraya mengatakan hari raya Imlek jatuh pada tanggal 7 Februari mendatang.

Didampingi Kepala Desa Penebal, Misdar, secara langsung, permintaan masyarakat itu disampaikan Atai dan Kawit kepada Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial, H Arianto. Harapan itu disampaikan saat Arianto bersama sejumlah staf meninjau ke-25 rumah layak huni tipe 36 yang dibangun Departemen Sosial melalui APBN 2007 di Desa Penebal, Selasa (29/1) kemarin.

Menanggapi harapan itu, mantan Asisten III Sekretaris Daerah Bengkalis ini berjanji akan meneruskannya kepada Bupati Bengkalis secepatnya. “Apa yang menjadi harapan masyarakat suku Akit di Penebal ini akan segera saya sampaikan pada Pak Bupati. Mudah-mudahan sebelum hari raya Imlek sudah dapat diserahkan,” ujar Arianto.

Sementara itu, Misdar menjelaskan, sebelum memperoleh bantuan 25 unit dari Departemen Sosial ini, masyarakat suku Akit di desa yang dipimpinan juga sudah menerima bantuan serupa yang dibiayayi APBD Bengkalis.

“Termasuk yang dibangun Departemen sosial, jumlah bantuan rumah layak huni untuk suku Akit di Desa Penebal ini sebanyak 55 unit, dimana 30 unit diantaranya bantuan dari Pemkab Bengkalis. Bantuan rumah tipe 45 dari Pemkab Bengkalis ini semuanya sudah dihuni masyarakat,” jelas Misdar.

Ditambahkan Misdar, saat ini masih tersisa sekitar 15 KK KAT dari suku Akit di Desa Penebal yang belum memperoleh bantuan rumah tersebut. Meskipun demikian, sambung Misdar, rumah ke-15 KK tersebut masih layak huni.

“Memang belum mendesak. Namun kalau memang ada bantuan serupa, terutama untuk tahun anggaran 2009, baik itu melalui APBD Bengkalis, Provinsi Riau atau pun APBN, alangkah baiknya ke-15 KK itu juga diberi bantuan serupa,” harap Misdar.

Terkait dengan bantuan rumah tersebut, Atai dan Kawit menjelaskan bahwa hal itu sangat membantu warga mereka yang umumnya memang tergolong masyarakat berpenghasilan rendah.

“Untuk itu, atas nama masyarakat suku Akit di Desa Penebal ini, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan pemerintah ini,” papar keduanya, senada.

Pada bagian lain, baik Misdar, Atai maupun Kawit sangat berharap panjang jalan ke lokasi perumahan untuk suku Akit itu, dapat ditambah sekitar satu kilometer lagi. Khususnya jalan untuk menuju lokasi perumahan bantuan Depsos tersebut yang saat ini akses ke sana masih merupakan jalan tanah. ‘Sudah kami ukur, panjang keseluruhan hanya 800 meter,” ka
ta Atai.

Kemudian mereka juga berharap dapat diberi penerangan listrik serta dibantu satu unit televisi dan parabola agar masyarakat suku Akit yang ada di kompleks perumahan tersebut dapat memperoleh informasi tentang perkembangan dan kemajuan pembangunan di tanah air.

“Beberapa orang penduduk memang sudah memiliki televisi. Namun siaran yang dapat mereka tonton hanya dari negara tetangga Malaysia . Kalau ada televisi umum, hal itu akan sangat membantu masyarakat suku Akit dalam mengikuti perkembangan dan kemajuan pembangunan di tanah air,” jelas Misdar.

Terhadap apa yang menjadi harapan masyarakat suku Akit di Desa Penebal ini, Arianto kembali mengatakan akan meneruskan kepada unit satuan kerja terkait. Misalnya kepada Dinas Kimpraswil untuk penambahan pembangunan jalan dan Bagian Perekonomian mengenai sambungan listrik.

“Mudah-mudahan apa yang menjadi harapan warga suku Akit tersebut, misalnya soal penambahan jalan dan jaringan listrik pada tahun 2009 mendatang dapat direalisasikan,” papar Arianto seraya meminta Kepala Desa Penebal untuk dapat dibahas dalam pelaksanaan musyawarah pembangunan desa serta diusulkan agar dapat dianggarkan pada APBD Kabupaten Bengkalis tahun anggaran 2009.(ad/rls)




Rizki: