Sudah Gaji Tidak Dibayar Selama Tiga Bulan, Sepeda Motor Dibawa Kabur

KAMPAR-Sungguh malang nasib yang dialami oleh Amsar salah soerang pekerja yang sudah tiga bulan gajinya tidak dibayar oleh Kontraktor Helmi yang saat itu menjadi pemenang tender untuk pengadaan tenaga kebersihan di Kantor DPRD Kampar. Sudah jatuh tertimpa tangga pula pepatah ini memang pas yang dialami oleh Amsar pekerja Cleaning Servis Kantor DPRD Kampar, kenapa begitu karena sudah gajinya tidak dibayar selama tiga bulan, sepeda motornya pun dibawa kabur oleh sang kontraktor Helmi sudah belasan hari tidak dipulangkan kepada Amsar.

Menurut informasi yang dirangkum sampai saat ini tidak ada niat baik dari pihak ketiga
(Kontraktor) Helmi yang mengunakan salah satu CV Bina Karya Perdana dan informasi yang didapat
dia mengunakan CV itu milik orang lain yang disewa untuk ikut tender yang dilaksanakan oleh
Bagian Administrasi Pembangunan di Setdakab Kampar. Memang setelah dicek didapat memang tender
tersebut telah dilakukan pelelangan dan dimenangkan oleh Helmi yang mengunakan CV tersebut.
Helmi juga saat ini lari dari tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang menimpa
pekerja Cleaning Service Kantor DPRD Kampar.

Mereka tidak bisa menikmati hasil kerja keringatnya selama tiga bulan, memang beginilah
nasib dari orang kecil, mencari sesuap nasi untuk diri sendiri dan keluarga, bagi yang masih
belum bekeluarga masih bisa tersenyum, tapi yang sudah bekeluarga sunggguh iba melihatnya,
tiba dirumah tidak ada yang bisa mereka berikan kepada isteri dan anak mereka.

Kejadian yang menyedihkan ini dialami oleh salah seorang pekerja Cleaning Servis (CS) Kantor
DPRD Kampar Amsar (35) yang tinggal di tempat keluarganya di Jalan Sisinggamangaraja di
Bangkinan. Gajinya sudah tiga bulan tidak diterimanya dan tidak dibayarkan oleh Helmi, dan
yang lebih sadisnya lagi satu unit Sepeda Motor miliknya yang dibeli dari hasil keringat
dia sendiri dan hasil gaji isterinya, sudah hampir sekitar puluhan hari sepeda motornya
tidak juga dipulangkan oleh Helmi yang meminjam waktu itu. Alasan si Helmi pada saat itu mau
mengurus tarmen proyek untuk membayar gaji para pekerja CS di Kantor DPRD Kampar.

” Gaji saya sampai saat ini tidak pernah ada dibayarkan oleh Helmi selaku kontraktor yang
memenangkan tender lelang beberapa bulan yang lalu, memang pada hari Kamis (23/12/2010)
kemarin, ada sekitar 21 orang pekerja CS yang gajinya telah dibayarkan oleh Helmi selama
satu bulan dan yang dua bulan lagi, Senin (27/12/2010) kemarin baru dibayarkan. Namun masih
ada juga sebanyak 9 orang yang belum terima sama sekali gaji selama tiga bulan itu, termasuk
saya sendiri,” ujar Amsar yang ditemui wartawan dengan nada terbata-bata dan wajah yang lesu
tapi masih bisa tersenyum sembari melanjutkan cerita, dikediaman rumah salah seorang
keluarganya di Bangkinang, Selasa (28/12/2010).

Diceritakan Amsar, dia kenapa percaya dengan Helmi untuk meminjamkan sepeda motor, karena
si Helmi bilang kepada dirinya gajinya akan dibayarkan segera jika ada kendaraan untuk
mengurus termen proyek, karena sepeda motor miliknya kena tilang polisi dan sekarang ada
di Kantor Polisi dan belum diambil. Tergiur dengan rayuan Helmi kata untuk pengurusan agar
mudah dan gaji para pekerja CS bisa segera cair, dimana gaji dia yang sudah tiga bulan belum
juga di bayarkan.

” Masalah ini sudah saya laporkan kepada pihak yang berwajib, tepatnya Minggu (26/12/2010)
kemarin, saya sudah melaporkan kejadian ini. Saya tidak terima dengan apa yang dia lakukan
kepada saya, saya hanya minta haknya dan juga minta kembalikan sepeda motor yang dipinjam
oleh Helmi. Saya waktu itu tidak menyangka akan terjadi begini, sepeda motor ini merupakan
hasil keringat saya dan isteri bekerja siang malam. Sepeda motor itu dapat dibeli dengan
hasil kerja kami berdua, tapi saya masih sabar dapat bersabar sembari menunggu niat baik
dari Helmi. Kemarin pas saya lagi duduk didepan rumah, saya melihat sepeda motor saya ada
yang membawa, langsung aja saya kejar dan ikuti orang yang membawa sepeda motor milik saya,
pas yang membawa sepeda motor saya berhenti, saya langsung tanya ini motor siapa, orang
tersebut mengatakan milik dia, namun setelah didesak barulah mengaku bahwa sepeda motor
yang dibawanya adalah milik Helmi yang digadaikan oleh kepada yang membawa motor tersebut.
Saya terkejut mendengar pengakuan yang membawa sepeda motor saya,” ungkap Amsar.

Diungkapkan Amsar, setelah dia tunjukkan STNK nya barulah orang yang membawa sepeda motor
tersebut mau berterus terang, menceritakan bagaimana sampai sepeda motor miliknya dibawa
oleh di pemakai sepeda motor tersebut.

” Terakhir saya tahu nama pembawa sepeda motor saya, namanya Muslim yang punya toko bangunan
Aneka Jaya Keramik yang beralamat di Jalan Prof M Yamin Bangkinang. Saya meminta sepeda motor
itu juga tidak mau Muslim kasih sama saya. Bahkan Muslim bersih keras tidak mau memberikan
kepada saya, padahal sudah saya perlihatkan STNK tanda kepemilikan. Muslim bilang kepada saya
sepeda motor itu milik Helmi, Helmi mengadaikan sepeda motor miliknya kepada Muslim dengan
uang sebanyak Rp 2,5 juta,” beber Amsar.

Ditegaskan Amsar, Muslim sudah dia berikan penjelasan, sampai kemarin tidak mau juga memberikan
miliknya.” Saya kesal Muslim dan merasa sudah tertipu oleh Helmi, tanpa pikir panjang lagi
ya saya datang dan melaporkan persoalan yang saya alami ke Polsek Bangkinang dan diterima
oleh Bapak Murdan sesuai dengan Surat Tanda Terima Pengaduan nomor STTP/65.B/XII/2010/Riau/
Sek Bkn Kota dan Surat Tanda Terima penyerahan satu lembar STNK sepeda motor merek Honda
Supra Fit Nomor Polisi BM 5104 QE atas nama saya, Minggu (25/12/2010) kemarin. Sekitar Pukul
14.40 Wib di Polsek Bangkinang Kota.

Pantau wartawan dilapangan yang berhasil dirangkum memang sampai saat ini tidak ada niat
baik kontraktor Helmi untuk membayarkan gaji mereka selama tiga bulan, bahkan Helmi dengan
beraninya membuat perjanjian dengan seluruh para pekerja, bahkan dalam perjanjian tersebut,
Helmi bersedia dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Terkait masalah yang dilaporkan Amsar, wartawan mencoba mendatangi Polsek Bangkinang, namun
tidak ada pihak yang berhak memberikan keterangan. Petugas yang ditanya juga tidak mau
memberikan keterangan. Sementara Kapolsek juga tidak berhasil dihubungi, nomor HP yang
dihubungi tidak aktif.

Karena tidak berhasil menghubungi Kapolsek Bangkinang Kota IPTU Chandra, Wartawan mencoba
menghubungi Via Hp Kepala Unit Reskim Bripka Suparno membenarkan adanya laporan oleh saudara
Amsar di Maposek Bangkinang Kota namun untuk lebih lengkapnya.” Silahkan datang ke Polsek
dan temui anggotanya yang piket di Kantor biar lebih akurat informasinya, saya lagi berada
diluar tidak di Kantor,” kata Kanit.

Briptu George Rudi yang anggota ditemui di ruang kerjanya mengatakan bahwa laporan sudah
diterima, dan saat ini masih dalam proses.” Laporan telah kita diterima, dan laporan
tersebut adalah tentang pengelapan satu unit sepeda motor jenis Honda merek Supra Fit dengan
Barang Bukti (BB) yang diserahkan oleh Amsar adalah satu lembar STNK dengan Nopol BM 5104
QE atas nama Amsar,” papar anggota penyidik Polsek Bangkinang Kota.(arief)

Rizki: